< FYI

5 Dampak Buruk Begadang Bagi Kesehatan

5 Dampak Buruk Begadang Bagi Kesehatan

FYI

Tahukah Anda jika saat tertidur merupakan waktu terbaik tubuh untuk memperbaiki kondisi fisik, mulai dari melepas hormon yang memperbaiki jaringan sel tubuh rusak hingga hormon pertumbuhan. Namun, apa yang akan terjadi pada tubuh jika Anda sering begadang dan kurang tidur?

1. Mudah Lupa

Sebuah studi dari University of California menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu memori dan kemampuan berpikir seseorang. Serangkaian tes yang dilakukan untuk mengetahui penurunan kadar oksigen sekaligus produksi hormon kortisol. Tingginya hormon kortisol ternyata berdampak buruk pada bagian otak yang berfungsi untuk memperoleh sekaligus mengingat informasi tersebut dalam jangka panjang. Itu sebabnya, sangat penting untuk cukup istirahat pada malam hari guna mengurangi risiko sukar berkonsentrasi dan mengingat suatu hal.

2. Depresi

Depresi yang sangat berat dapat terjadi pada mereka yang terbiasa tidur kurang dari enam jam per hari. Padahal, dewasa membutuhkan waktu istirahat minimal 7 – 9 jam per hari. Depresi ditandai dengan gejala seperti cemas berlebih, mudah tersinggung dan kondisi badan yang tidak fit. Yang lebih mengerikan lagi, depresi dapat memicu penyakit jantung dan kanker.

3. Menambah Berat Badan

Studi dari University of Pennsylvania’s Perelman School of Medicine menujukkan bahwa semakin lama seseorang terjaga pada malam hari, semakin banyak pula waktu yang tersedia untuk ngemil. Dengan kata lain, sangat sulit menahan godaan untuk tidak ngemil saat begadang. Di sisi lain, pemilik Your New York Dietician, Lisa Moskovitz mengatakan bahwa camilan identik dengan rasa nyaman sehingga sulit untuk dihindari terlebih saat terjaga di malam hari.

4. Wajah Tampak Lebih Tua

Tak hanya membuat wajah nampak lebih tua, begadang juga membuat kulit terlihat kusam dan timbul lingkaran hitam di bawah mata. Studi yang dilakukan di Stockholm menunjukkan bahwa seseorang yang kurang tidur terlihat jauh lebih tua karena wajahnya terlihat lesu. Jika seseorang tidak cukup istirahat di malam hari, maka tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortison, hormon tersebut kemudian memecah kolagen di kulit sehingga kulit terlihat kusam. Padahal jika kolagen terbentuk sempurna, permukaan kulit terlihat halus sekaligus bercahaya.

5. Diabetes

Kurang tidur menurunkan kemampuan tubuh untuk mencerna glukosa yang masuk. Saat glukosa tidak dapat dicerna dengan maksimal, metabolisme tubuh pun menurun. Begadang di malam hari mendorong seseorang untuk melakukan pola hidup tidak sehat, seperti ngemil berlebih, merokok, bahkan mengonsumsi alkohol tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik. Itu sebabnya, Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang yang sering begadang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko diabetes.