CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

3 Jenis Masker yang Tidak Efektif Cegah Virus Corona

By Isny Dewi R

15 September 2020

Ada beberapa jenis masker yang kurang efektif dalam memberikan proteksi dari paparan virus.

Photo source: Pixabay
 
 
PT KCI tengah gencar menyosialisasikan kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan scuba. “Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," tulis Instagram @commuterline.
 
Picture source: Instagram @commuterline
 
Para pakar kesehatan di seluruh dunia menyarankan semua orang, baik yang sakit maupun yang sehat, untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Lantaran terbukti dapat mencegah seseorang terpapar virus.
 
Meski demikian, tak semua jenis masker mampu memberikan perlindungan yang efektif. Ada beberapa jenis masker yang sangat efektif untuk mencegah penularan virus, seperti masker N95 dan masker bedah yang kerap digunakan tenaga kesehatan. Di samping itu, ada juga beberapa jenis masker yang kurang efektif dalam memberikan proteksi dari paparan virus. Bahkan penggunaannya justru dapat membuat seseorang cukup berpotensi tertular virus.
 
Berikut tiga jenis masker yang tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona yang dihimpun dari berbagai sumber.
 
1. Buff
Menurut studi yang dilakukan oleh University of Duke, masker buff menawarkan perlindungan yang sangat sedikit dari paparan virus Corona. Penelitian tersebut menguji 14 jenis masker, dan masker buff menjadi jenis masker yang paling tidak efektif dalam menahan laju droplet saat seseorang berbicara.
 
Masker buff juga membuat pemakainya mengeluarkan lebih banyak droplet dibanding saat tidak memakai masker sama sekali, karena bahan yang digunakan dapat memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil.
 
"Anda dapat membayangkan bahwa Anda memiliki partikel besar, lalu ia mengenai serat dan meledak dan dari situ Anda membuat banyak partikel kecil," kata Martin Fischer, seorang ahli kimia dan fisikawan di University of Duke, sekaligus ketua studi tersebut.
 
2. Masker Kain Bukan Katun
Selain buff, jenis masker yang kurang efektif dalam memberikan perlindungan adalah masker rajutan dan bandana. Meski masker jenis ini mungkin terlihat unik, namun bahan yang digunakan tidak menawarkan banyak perlindungan.
 
Dilansir dari Detik.com, ahli paru dari RS Persahabatan, dr. Diah Handayani, SpP, mengatakan masker kain yang terbuat bukan dari bahan katun bisa saja memiliki pori-pori yang cukup besar, tidak serapat yang terbuat dari katun. Masker kain tiga lapis dengan bahan katun disebut lebih baik untuk digunakan sehari-hari karena memiliki pori-pori yang rapat.
 
Selain itu, masker scuba juga dianggap tak mampu memberikan proteksi sebesar masker kain katun. Ini karena bahan scuba cukup tipis sehingga tingkat proteksinya cukup rendah.
 
3. Masker Katup
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup. Karena masker jenis ini memungkinkan udara lebih mudah keluar masuk melalui lubang katupnya.
 
"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan tidak boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," tulis CDC di situs web resminya.

Share this article?

MUST SEE