CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Jangan Asal Berhenti! Ini Aturan yang Harus Ditaati Pengguna Jalan Tol

By Isny Dewi R

10 August 2020

Aturan dan larangan saat berkendara di jalan tol sudah dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Photo source: Check In Jakarta doc. / Isny
 

Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video yang memperlihatkan satu keluarga tengah asyik makan di bahu jalan tol Cipali. Mereka tampak sedang menyantap makanan di depan mobil yang mereka tumpangi. Dalam video tersebut juga terlihat petugas yang tengah berpatroli menegur dan meminta mereka untuk beristirahat di rest area.
 
Sebagaimana yang kita tahu, jalan tol merupakan jalan bebas hambatan, maka tak heran jika terdapat sejumlah aturan yang wajib ditaati para pengguna jalan. Aturan dan larangan saat berkendara di jalan tol sudah dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.
 
Sejumlah aturan dan larangan bagi masyarakat pengguna jalan tol tertulis dalam Pasal 41, antara lain:
 
  1. Pada Jalur Lalu Lintas Jalan Tol
  • Jalur lalu lintas diperuntukkan untuk arus lalu lintas pengguna jalan tol.
  • Lajur lalu lintas sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak lebih cepat dari kendaraan yang berada pada lajur sebelah kirinya.
  • Dilarang berhenti
  • Dilarang menarik / menderek / mendorong kendaraan lain, kecuali penarik / penderek / pendorong dari pihak pengelola jalan tol.
  • Dilarang menaikkan atau menurunkan penumpang dan / atau barang dan / atau hewan.
 
  1. Pada Bahu Jalan Tol
  • Digunakan untuk arus lalu lintas pada keadaan darurat.
  • Digunakan untuk kendaraan yang berhenti darurat.
  • Dilarang menarik / menderek / mendorong kendaraan lain, kecuali penarik / penderek / pendorong dari pihak pengelola jalan tol.
  • Dilarang menaikkan atau menurunkan penumpang dan / atau barang dan / atau hewan.
  • Dilarang untuk mendahului kendaraan.
 
Ada juga larangan lain bagi pengguna jalan tol yang tertuang pada Pasal 42 PP No 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, yaitu dilarang membuang benda apa pun, baik disengaja maupun tidak disengaja, di sepanjang jalan tol.
 
Melansir Kompas.com, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan jika pengguna melanggar aturan bahu jalan tol berarti ia telah melanggar Pasal 287 Ayat 1 (UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) dengan ancaman pidana dua bulan atau denda Rp 500.000.
 
Selain larangan yang termuat dalam PP No 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, ada juga peraturan lain yang harus dipatuhi, yaitu mengenai larangan putar balik serta batas kecepatan kendaraan di jalan tol.
 
Diberitakan Kompas.com pada 11 Juli 2019, menurut Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti, putar balik hanya boleh dilakukan oleh petugas dan bukan untuk umum. Risikonya pun sangat berbahaya karena menyangkut keselamatan semua pengguna jalan. Petugas jalan tol juga telah menempatkan rambu larangan putar balik di setiap akses putaran. Apabila pengguna jalan tol melanggar peraturan tersebut, dapat dikenakan denda Rp 500.000, sesusai Pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009.
 
Sementara itu, pengguna juga harus menaati ketentuan kecepatan berkendara di jalan tol. Peraturan tersebut termuat dalam PP Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 Pada pasal 23 ayat 4, yang menyebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 kilometer per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang. Jika melanggar, maka akan dikenakan denda Rp 500.000 sesusai Pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009 karena telah melanggar rambu lalu lintas.

Share this article?

MUST SEE