CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Cara Melaporkan SMS Spam ke Kemenkominfo

By Isny Dewi R

23 November 2020

BRTI menyediakan layanan aduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan SMS spam, baik SMS penipuan, penawaran pinjaman, investasi, atau hal lainnya yang dianggap mengganggu.

Photo source: Pixabay
 
 
Apakah Anda merasa jengkel karena sering mendapatkan SMS spam? Jika ya, maka Anda harus mencoba untuk melaporkannya ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Badan yang bernaung di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika ini akan menindaklanjutinya ke operator seluler yang bersangkutan.
 
BRTI menyediakan layanan aduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan SMS spam, baik SMS penipuan, penawaran pinjaman, investasi, atau hal lainnya yang dianggap mengganggu. Jika Anda ingin memberikan laporan, berikut alur penanganannya yang dilansir dari laman resmi Kominfo.
 
  1. Buka laman resmi BRTI Kominfo layanan.kominfo.go.id/microsite/aduan-brti. Sebelum membuat aduan, Anda sebagai pelapor diminta untuk merekam percakapan dan/atau memfoto (capture) pesan, serta nomor telepon seluler pemanggil dan/atau pengirim pesan.
 
  1. Pelapor diwajibkan untuk mengisi data diri, yaitu nama, alamat email dan nomor telepon seluler. Pelapor diminta untuk memilih Pengaduan pada kolom Pengaduan atau Informasi, kemudian menulis isi aduannya. Setelah itu, klik tombol “Mulai Chat”.
 
  1. Pelapor akan dilayani oleh Petugas Help Desk dan diminta untuk melampirkan bukti rekaman percakapan dan/atau foto pesan yang diindikasikan sebagai spam atau penipuan.
 
  1. Petugas Help Desk akan melakukan verifikasi dan analisis percakapan dan/atau pesan yang telah dikirim.
 
  1. Petugas Help Desk akan membuat tiket laporan ke dalam sistem SMART PPI dan mengirimkan pesan notifikasi dalam bentuk e-mail ke penyelenggara jasa telekomunikasi terkait yang meminta agar nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan spam diblokir.
 
  1. Penyelenggara jasa telekomunikasi akan membuka dan menindaklanjuti laporan yang terdapat dalam sistem SMART PPI dengan melakukan blokir nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan yang terindikasi penipuan dalam waktu 1 X 24 jam.
 
  1. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan notifikasi kepada BRTI terkait pengaduan pelanggan yang telah ditindaklanjuti atau diselesaikan ke sistem SMART PPI.
 
  1. Dalam hal terjadi pemblokiran terhadap nomor telepon seluler (MSISDN) yang tidak terkait dengan penipuan, pemblokiran nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan dapat dibuka setelah ada klarifikasi dan/atau verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan yang disampaikan kepada BRTI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Share this article?

MUST SEE