CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Cara Mengatasi Rasa Cemas saat Harus Kembali ke Kantor

By Isny Dewi R

02 August 2020

Cara mengelola rasa cemas saat harus kembali bekerja di kantor.

Photo source: Pexels
 
 Pandemi COVID-19 telah secara drastis mengubah kehidupan sehari-hari di seluruh dunia. Ancaman kesehatan akibat virus, tingkat ketidakpastian finansial dan isolasi dalam jangka panjang, bagi banyak orang, mengakibatkan tingkat stres yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memperburuk kondisi kesehatan mental yang ada. Sebuah survei Pew dari bulan Mei menemukan bahwa sepertiga warga Amerika Serikat melaporkan mengalami tingkat tekanan psikologis yang tinggi sejak awal pandemi.
 
Di Indonesia sendiri saat ini sudah menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal, di mana banyak sektor yang sudah kembali beroperasi, termasuk perkantoran. Sebagian masyarakat ada yang berani untuk kembali pergi ke kantor, sebagian lainnya ada yang masih merasa cemas namun mereka tetap harus kembali ngantor. Melansir dari CNBC Make It yang berbicara dengan para psikolog profesional tentang cara mengelola rasa cemas saat harus kembali bekerja di kantor.
 
1. Identifikasi Rasa Cemas Anda
Langkah pertama untuk mengelola kecemasan adalah mengenali bagaimana Anda bereaksi ketika Anda secara psikologis tertekan. Kecemasan adalah bagaimana tubuh bereaksi terhadap ancaman bahaya dan dapat muncul secara fisik seperti sulit bernapas, sesak di dada, gelisah, sakit perut, sakit kepala, atau sakit leher dan bahu.
 
Setelah Anda mengidentifikasi reaksi Anda, latih cara-cara untuk meringankan gejala fisik dari kecemasan Anda, kata Sherry Benton, pendiri dan kepala petugas sains TAO Connect, sebuah situs sumber daya terapi.
 
Sebagai contoh, jika Anda menyadari Anda bereaksi terhadap stres dengan mengepalkan rahang dan napas Anda menjadi sesak, Anda mungkin bisa belajar untuk secara aktif rileks, meregangkan dan melakukan latihan pernapasan dalam ketika Anda melihat hal-hal ini terjadi di tubuh Anda. Lebih jauh lagi, Anda dapat melakukan latihan mindfulness atau meditasi untuk mengendalikan pikiran cemas.
 
Selain menemukan cara untuk mengatasi gejala fisik kecemasan, perhatikan pemicu lingkungan yang menyebabkan stres, kata Asha Tarry, seorang penulis, penasihat kesehatan mental masyarakat, psikoterapis dan pelatih kehidupan bersertifikat. Jika Anda merasa cemas ketika Anda membuka akun media sosial saat jam kerja, batasi berapa banyak waktu yang Anda habiskan di layar atau jangan buka sama sekali.
 
Sangat membantu untuk mengingat bahwa kecemasan Anda adalah reaksi terhadap sesuatu, dan bukan merupakan bagian dari kepribadian Anda yang tidak dapat diubah, tambah Tarry.
 
2. Jangan Berfokus pada Kemungkinan Terburuk
Anda mungkin menjadi cemas ketika Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam situasi yang penuh tekanan, dan membuat pikiran Anda menjadi lebih buruk. Kewajban dari perusahaan untuk kembali bekerja di kantor mungkin menimbulkan kekhawatiran Anda bisa tertular COVID-19.
 
Ini tentu saja risiko yang harus dihadapi orang setiap hari, terutama jika Anda berisiko lebih tinggi tertular virus, kata Benton. Namun, berfokus hanya pada skenario terburuk bukanlah cara terbaik untuk mempersiapkan diri Anda untuk kembali beraktivitas di luar rumah.
 
Pikiran yang membantu adalah untuk mengingat bahwa Anda memiliki kontrol atas perilaku Anda sendiri untuk menjaga diri Anda aman, seperti mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sosial.
 
3. Kelola Rasa Cemas dengan Persiapan
Persiapkan diri Anda untuk tetap aman saat berada di tempat umum seperti mengatur perjalanan Anda; menggunakan masker dan membawa hand sanitizer; mengatur cara makan dan minum saat berada di tempat kerja; dan mengatur cara interaksi dengan kolega atau klien.
 
Bahkan kebiasaan yang sederhana seperti menyiapkan pakaian yang akan dikenakan di malam sebelumnya, merapikan isi tas kerja dan membawa makan siang Anda sendiri dapat membantu Anda merasa lebih terkendali, kata Tarry. Dia juga merekomendasikan Anda untuk memberi diri banyak waktu di pagi hari sehingga Anda tidak merasa tergesa-gesa untuk keluar dari pintu, yang dapat berkontribusi pada kecemasan.
 
Demikian pula, untuk menenangkan pikiran Anda, tanyakan kepada perusahaan Anda tindakan pencegahan keselamatan apa yang mereka terapkan di kantor, kata Benton.
 
Perusahaan Anda harus memiliki rencana tentang berapa banyak orang yang akan berada di kantor; bagaimana saat para karyawan menggunakan fasilitas bersama; peralatan keselamatan dan persediaan pembersih apa yang tersedia; apakah penggunaan masker diwajibkan untuk karyawan dan klien; bagaimana mempertahankan ventilasi dan aliran udara yang tepat; serta tindakan pencegahan lain untuk memastikan pekerja tidak akan berisiko tertular COVID-19 ketika mereka kembali.
 
Mengetahui kebijakan tersebut dari perusahaan Anda dapat membantu Anda merasa lebih mengendalikan situasi. Jika perusahaan Anda tidak memiliki pencegahan, Anda mungkin dapat menyumbangkan ide agar semuanya lebih aman dan tidak membuat stres.
 
4. Pastikan Anda Mendapatkan Berita dari Sumber Terpercaya
Mengumpulkan terlalu banyak informasi tentang pandemi COVID-19, atau mendapatkannya dari tempat yang salah, dapat membuat Anda lebih cemas. Benton dan Tarry setuju bahwa yang terbaik adalah membatasi berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk membaca berita dan dari mana Anda mendapatkannya. Misalnya, Anda dapat tetap mendengarkan acara radio berita selama 30 menit di perjalanan pagi dan sore hari, tetapi kemudian hindari menelusuri media sosial selama waktu senggang Anda.
 
Percaya hanya pada sumber-sumber resmi, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pandemi dan bagaimana menjaga diri Anda tetap aman. Lalu, lihat apa yang dikatakan otoritas kesehatan setempat untuk berita sehari-hari.
 
“Mengetahui informasi lokal Anda adalah yang paling penting untuk membuat keputusan sendiri,” kata Benton.
 
5. Perhatikan Gejala Kecemasan Anda dengan Serius
Terlepas dari apakah Anda merasa cemas setiap hari atau hanya sesekali, Tarry merekomendasikan semua orang mendengarkan perasaan mereka dan menganggap serius gejala kecemasan mereka. Pada bulan Mei, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pandemi "memiliki benih-benih krisis kesehatan mental yang besar" dan menyerukan investasi besar dalam layanan dukungan.
 
Jika Anda melihat ada perubahan pada tubuh atau suasana hati Anda, periksakan dan cari dukungan kesehatan mental secepatnya melalui teleterapi, program bantuan karyawan atau penyedia lain untuk membantu Anda mengatasi perasaan sulit itu.
 
"Lingkungan Anda memiliki banyak kaitan dengan gejala kronis kecemasan yang dimulai entah dari mana," kata Tarry.

Share this article?

MUST SEE