CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Dari Sekian Banyak Jenis Beras, Mana yang Paling Baik untuk Diet?

By Eskanisa R

02 November 2020

Pilihan beras rendah gula untuk program diet.

Sumber foto: Pixabay
 
Secara umum, diet merupakan cara mengatur pola makan. Segala makanan yang akan masuk ke dalam tubuh benar-benar diperhatikan kandungan nutrisinya agar tubuh tidak menjadi lemas karena kekurangan gizi.
 
Dengan kata lain, diet yang baik dan benar justru bukan yang tidak makan sama sekali atau mengurangi asupan karbohidrat dan kalori secara drastis. Melainkan, makan secara teratur dengan porsi, baik nutrisi maupun gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh.
 
Sebagai contoh, pola diet sehat memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup mulai dari sarapan hingga makan malam. Sarapan kaya karbohidrat tentu sangat disarankan karena tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas. Salah satu sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi adalah nasi.
 
Saat menjalani program diet, seseorang cenderung menghindari nasi putih yang dipercaya memiliki kadar gula cukup tinggi. Sebelum benar-benar mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain, Anda bisa mempertimbangkan jenis nasi di bawah ini yang dianggap lebih menyehatkan untuk program diet.

1. Beras Merah
Dalam 100 gram beras merah terdapat 7 gram protein dan 2 gram serat. Dibanding dengan beras putih, beras merah kaya akan antioksidan untuk menangkal radikan bebas, protein membuat kenyang lebih lama, dan karbohidrat kompleks untuk mengontrol gula darah sekaligus melancarkan pencernaan.

2. Beras Shirataki
Mengutip Hello Sehat, beras shirataki terbuat dari zat glukomanan yang diambil dari ekstrak akar ubi gajah (konjak) yang larut dalam air karena kandungan kalorinya sangat rendah. Karena kandungan kalorinya yang sangat rendah, beras shirataki dikenal sebagai salah satu bahan yang baik untuk diet.
 
Serat dalam beras yang mudah larut memberikan sensasi kenyang lebih lama. Di samping itu, beras shirataki juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena rendah karbohidrat. Bahkan bisa membantu mengatasi konstipasi tanpa memberikan efek kembung.

3. Beras Jagung
Di beberapa daerah, seperti Blitar, beras jagung ternyata lebih populer dibanding beras putih. Selain aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena tingkat glukosa yang lebih rendah dibanding beras putih, beras jagung juga memiliki kandungan serat yang lebih tinggi untuk melancarkan pencernaan.
 
Dalam sajian nasi jagung juga terdapat beta karoten, sumber vitamin A untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam folat untuk pertumbuhan embrio bagi ibu hamil.
 
Diet yang baik dan benar tidak membuat Anda merasa kelaparan, tetapi memiliki berat badan ideal sekaligus tubuh yang sehat. 

Share this article?

MUST SEE