CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Deteksi Kanker Payudara dengan SADARI

By Isny Dewi R

14 September 2020

Deteksi gejala kanker payudara sedini mungkin dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Photo source: Pixabay
 
 
Melansir Kompas.com, menurut Dokter Spesialis Bedah RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Yudit Anastasia Sari, M. Biomed, Sp.B, kanker payudara termasuk penyakit mematikan. Kanker payudara sendiri merupakan kondisi di mana sel kanker terbentuk di jaringan payudara, yang bisa berasal dari epitel duktus ataupun lobulusnya.
 
Berdasarkan penelitian yang berkembang, kanker payudara berada di urutan kedua setelah kanker paru-paru sebagai penyebab kematian akibat kanker pada wanita. “Sayangnya, 80 persen kasus kanker di Indonesia ditemukan dalam stadium lanjut, sehingga semakin sulit ditangani,” kata dr. Yudit, Selasa (1/9/2020), dikutip dari Kompas.com.
 
Karena itulah, penting untuk mendeteksi gejala kanker payudara sedini mungkin. Caranya dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Berikut cara mendeteksi kanker payudara dengan SADARI, dilansir dari Kompas.com:

1. Berdiri di Depan Cermin sambil Mengangkat Tangan
Pastikan bahu lulur sejajar. Jika sudah, letakan tangan pada pinggang. Perhatikan kedua payudara, apakah simetris atau tidak, adakah perubahan bentuk atau warna, permbengkakan dan atau perubahan pada puting. Kelainan lainnya adalah adanya benjolan, kerutan, posisi puting yang tidak normal, struktur kulit, atau kemerahan.
 
2. Angkat Kedua Lengan ke Belakang Kepala dan Dorong Siku ke Depan
Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan pada payudara. Pada payudara yang normal, keduanya akan terangkat secara bersamaan.
 
3. Tekan Perlahan Permukaan Payudara Menggunakan Ujung Jari
Rasakan apakah ada benjolan atau tidak. Raba setiap permukaan payudara dengan beberapa pola, seperti melingkar, kanan ke kiri, atas ke bawah, tengah ke samping, hingga ke ketiak.
 
4. Peras Puting secara Perlahan
Perhatikan apakah ada cairan yang keluar atau tidak. Pada payudara yang tidak normal maka akan mengeluarkan cairan berwarna putih, kuning, atau darah.
 
5. Bungkukan Badan dan Lihat ke Cermin
Amati dan raba apakah ada perubahan tertentu pada payudara atau tidak.
 
6. Periksa Payudara dalam Keadaan Berbaring
Beri bantalan pada sisi payudara yang akan diperiksa. Letakan tangan di belakang kepala. Lalu, gunakan ujung jari untuk memeriksanya.
 
“Secara garis besar, bila menemukan benjolan, perubahan warna atau tekstur kulit, dan keluar cairan dari puting ketika melakukan SADARI, segera konsultasi dengan dokter,” saran dr. Yudit.
 
Dia juga menambahkan, SADARI sebaiknya dilakukan tiap bulan dimulai pada usia 20 tahun. Pada wanita, metode ini bisa dilakukan 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. Selain itu, bagi wanita usia 20-30 tahun, penting juga untuk melakukan pemeriksaan payudara ke dokter setiap 3 tahun. Sementara bagi wanita yang sudah menginjak usia 40 tahun, pemeriksaan klinis bisa dilakukan tiap setahun.
 
“Bagi wanita usia di atas 40 tahun, pemeriksaan awal mamografi dan atau USG 1 kali dan selanjutnya tiap tahun sangat disarankan untuk deteksi kanker payudara,” jelas dr. Yudit. Sementara, pada wanita berusia lebih dari 40 tahun dengan riwayat kanker payudara pada keluarganya dan memiliki faktor risiko tinggi, skrining dapat dimulai lebih awal.

Share this article?

MUST SEE