CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Fakta tentang Layanan Rapid Test di Stasiun KAI

By Isny Dewi R

09 August 2020

Fakta yang perlu Anda tahu tentang layanan rapid test di stasiun KAI.

Photo source: Instagram @keretaapikita
 
Untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, dengan tetap memenuhi protokol kesehatan dan persyaratan penumpang yang ditetapkan oleh Pemerintah, PT KAI bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyediakan fasilitas rapid test di beberapa stasiun.
 
Terdapat 12 stasiun yang menyediakan fasilitas rapid test antara lain Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Semarang Tawang, Solo Balapan, Yogyakarta, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang.
 
Seperti diketahui, menunjukkan hasil rapid test non reaktif menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi masyarakat jika ingin bepergian jauh menggunakan transportasi umum, termasuk kereta api. Berikut fakta yang perlu Anda tahu tentang layanan rapid test di stasiun KAI.
 
1. Syarat dan Biaya
Fasilitas rapid test di stasiun KAI sudah dimulai sejak 27 Juli lalu, namun saat itu baru tersedia di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kemudian pada tanggal 30 Juli, fasilitas tersebut mulai dibuka di 11 stasiun lainnya.
 
Melansir Kompas.com, Manajer Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto menyampaikan, layanan rapid test diperuntukkan bagi calon penumpang kereta jarak jauh. "Untuk calon penumpang jarak jauh, misal relasi Solo-Jakarta, atau relasi Jogja-Surabaya, dan lainnya," ujar Eko kepada Kompas.com, Sabtu (1/8).
 
Jika calon penumpang ingin melakukan rapid test di stasiun KAI, mereka hanya perlu menunjukkan tiket perjalanan KA jarak jauh dan tidak terlambat datang. Untuk layanan rapid test ini, calon penumpang hanya dikenakan biaya sebesar Rp 85.000. Sementara jam pelayanan dibuka mulai pukul 07.00 – 19.00 WIB.
 
Meski calon penumpang diperbolehkan melakukan rapid test beberapa hari sebelum keberangkatan, namun, VP Public Relations KAI, Joni Martinus menyarankan agar calon penumpang melakukan rapid test sehari sebelum keberangkatan. Selain menyediakan layanan rapid test, PT KAI juga menyediakan face shield gratis untuk calon penumpang KA jarak jauh.
 
2. Masa Berlaku
Layanan rapid test dari PT KAI memiliki jangka waktu rapid test hingga 14 hari. Hal ini selaras dengan aturan pemerintah di mana rapid test berlaku selama 14 hari. Adapun hasil rapid test tersebut bisa digunakan untuk perjalanan menggunakan kereta lebih dari sekali selama masih berlaku.
 
3. Jika Hasil Reaktif
Lalu bagaimana jika hasilnya reaktif? PT KAI akan mengembalikan tiket calon penumpang 100 persen jika hasil rapid test menyatakan reaktif. Untuk pengembalian tiket, masyarakat dapat menukarkannya secara langsung di loket. Nantinya, masyarakat yang reaktif akan diimbau untuk melakukan swab atau PCR test di puskesmas ataupun rumah sakit.
 
"Jika ada yang reaktif, tentunya mitra kami PT RNI akan memberikan arahan dan imbauan, misal dengan mengimbau kepada yang bersangkutan untuk melanjutkan tes swab ke puskesmas atau rumah sakit," tambah Joni dikutip dari Kompas.com.

Share this article?

MUST SEE