CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Immunoassay, Cara Baru Deteksi COVID-19

By Eskanisa R

26 August 2020

Lebih cepat dan akurat untuk deteksi virus Corona.

Sumber foto: Pixabay
 
Awal Agustus, seorang pengguna Instagram, @IndiraDiandra melakukan tes untuk mendeteksi apakah dirinya tertular COVID-19 atau tidak dengan menggunakan metode immunoassay. Sontak, warganet pun dibuat penasaran oleh kehadiran metode baru tersebut. Lantas, apa itu immunoassay? Apa yang membedakannya dengan rapid test dan swab sest? Berikut penjelasannya.
 
Immunoassay merupakan tes untuk mengukur adanya antibodi pada sample dengan tujuan mendiagnosa suatu penyakit sekaligus mengukur aktivitas komponen imun dalam tubuh menggunakan alat otomatis dengan waktu uji kurang dari lima jam.
 
Serupa dengan rapid test, sample yang digunakan dalam metode immunoassay merupakan serum darah untuk memeriksa antibodi secara kualitatif terhadap infeksi SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19.
 
Melansir Kompas, sebuah studi proof-of-concept di American Chemical Society (ACS) Analytical Chemistry menjelaskan bahwa tes tersebut lebih cepat dan sensitif dalam mendeteksi antibodi terhadap virus corona dalam darah manusia. Di mana potensi terjadinya reaksi silang antibodi antara virus yang memiliki kemiripan lebih kecil dibanding dengan rapid test.
 
Metode ini juga membutuhkan waktu yang lebih singkat menggunakan teknik lateral flow immunoassay (LFA), serupa dengan tes kehamilan di rumah. Petugas nantinya akan menempelkan protein pelapis virus pada pita nitroselulosa dan menambahkan serum (darah) manusia. Setiap antibodi terhadap protein virus akan terikat ke area pada strip saat serum mengalir.
 
Peneliti juga mengatakan bahwa immunoassay dapat membantu mengonfirmasi diagnosis negatif, memantau pemulihan pasien sekaligus mengindentifikasi individu yang pulih dengan antibodi tingkat tinggi.
 
Jika setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya non-reaktif, maka ada tiga kemungkinan, yakni memang belum terpapar virus, baru saja terpapar virus namun antibodi belum bisa mendeteksi (masa inkubasi), dan adanya masalah imun.
 
Bagi yang belakangan sudah aktif bekerja atau bertemu banyak orang, tidak ada salahnya mencoba metode immunoassay di klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan ini untuk mendeteksi COVID-19. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga diri dan lingkungan sekitar dengan tetap menjalani protokol kesehatan.

Share this article?

MUST SEE