CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Ini Golongan yang Tidak Dapat Disuntik Vaksinasi COVID-19

By Eskanisa R

26 January 2021

Tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

Sumber foto: CGTN

Datangnya vaksin COVID-19 asal perusahaan Tiongkok, Sinovac menjadi angin segar di tengah pandemi. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelah itu, ditargetkan vaksinasi akan dilanjutkan secara bertahap di 34 provinsi.
 
Meski demikian, berdasarkan Surat Ketetapan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 mengenai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan COVID-19 sekaligus rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), terdapat beberapa golongan orang yang tidak dapat disuntik (divaksin), dilansir dari kompas.com, sebagai berikut.

1. Berusia di bawah 18 tahun.
2. Memiliki riwayat penyakit termasuk:
- Pernah menderita COVID-19.
- Mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) seperi batuk, pilek, dan sesak napas dalam 7 hari terakhir.
- Sedang menjalani terapi aktif jangka panjang untuk penyakit kelainan darah.
- Gagal jantung atau jantung koroner.
- Autoimun seismik seperti Lupus.
- Ginjal kronis.
- Sedang menjalani transplantasi ginjal, hemodialysis, dialysis peritoneal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid.
- Reumatik Autoimun (Rhematoid Arthritis).
- Saluran pencernaan kronis.
- Kelainan darah.
- Defisiensi imun.
- Penerima tranfusi darah.
3. Ibu hamil atau menyusui.
4. Memiliki kontak erat dengan anggota keluarga (satu rumah) yang masuk ke dalam kategori suspek, konfirmasi atau sedang dalam perawatan.
5. Demam (suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius).
6. Hasil tekanan darah di angka 140/90 atau lebih.
7. Penderita Diabetes Mellitus (DM).
8. Penderita HIV.
9. Penderita penyakit paru seperti asma. Untuk pasien TBC (dalam pengobatan), vaksinasi bisa diberikan minimal dua minggu setelah mendapat obat anti Tuberkulosis.
 
Setelah mendapatkan suntikan (vaksinasi), penerima diminta untuk tetap berada di lokasi selama 30 menit untuk melihat reaksi yang mungkin muncul. Selain itu, baik penerima maupun masyarakat yang sedang menunggu giliran harus tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dengan benar, mencuci tangan, selalu menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan.
 

Share this article?

MUST SEE