CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Ini Penyebab Utama Rasa Lelah yang Muncul Setelah Bangun Tidur

By Eskanisa R

22 September 2020

Hal ini bisa berdampak fatal bagi kesehatan.

Sumber foto: Getty Images
 
Salah satu hal yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk menjaga tubuh tetap fit selama pandemi adalah cukup istirahat. Sebab, selain tubuh, otak dan pikiran juga beristirahat saat kita tidur (proses recovery). Pernah merasa lelah setelah bangun tidur meski merasa tertidur lelap sepanjang malam? Bisa jadi proses recovery yang disebabkan oleh hal di bawah ini tidak optimal.

1. Pola Tidur
Terlalu banyak atau kurang tidur keduanya bisa membuat seseorang merasa lelah meski tertidur lelap semalaman. Tidur 7 – 8 jam bukan jaminan tidur nyenyak dan berkualitas. Melansir Medical News Today, salah satu indikator yang menandakan tidur berkualitas adalah jika seseorang hanya butuh waktu 30 menit bahkan kurang untuk bisa tertidur. 

Selain itu, tidur yang baik yaitu yang tidak terlalu sore juga tidak terlampau malam. Hindari membayar hutang tidur di akhir pekan karena rutinitas (jam tidur) yang berubah membuat jam biologis tubuh terganggung. Jika merasa kurang tidur di hari kerja, ganti dengan tidur siang 20 – 30 menit selama akhir pekan.

2. Mulut Terbuka
Kebiasaan yang tidak disadari banyak orang ini ternyata menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti menurunnya kekebalan tubuh, gigi berlubang hingga tekanan darah tinggi. Kebiasaan ini menyebabkan seseorang bernapas lewat mulut yang bisa menghabiskan pasokan oksigen selama tidur. Kurangnya kadar oksigen dalam tubuh menyebabkan kelelahan saat bangun di pagi hari. Oleh sebab itu, disarankan untuk meninggikan posisi kepala saat tidur. Ingat, jangan menggunakan bantal terlalu tinggi untuk menghindari risiko terkena nyeri leher.

3. Stres
Tidak dapat dipungkiri jika pandemi ini membuat banyak orang stres sehingga memengaruhi kualitas tidurnya. Saat mengalami stres, seseorang cenderung sering terbangun di malam hari atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan seseorang yang mengalami stres berat berisiko terserang hyperarousal atau terganggunya keseimbangan antara waktu tidur dan terjaga. Jika sudah demikian, selain merasa lelah, penderita juga tidak bersemangat, cemas hingga sulit berkonsentrasi.
 

Share this article?

MUST SEE