CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Jalani Gaya Hidup Ini Selama Pandemi Bantu Kurangi Stres

By Eskanisa R

17 August 2020

Jalani hidup tanpa stres dengan cara ini.

Sumber foto: Pixabay

Sudah pernah mendengar istilah frugal living sebelumnya? Sudah lima bulan sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dan menyebabkan perekonomian carut-marut. Istilah frugal living sendiri merujuk pada perilaku hidup hemat, di mana Anda secara sadar harus bisa fokus dan ‘dituntut’ mengeluarkan uang untuk kebutuhan penting (prioritas) saja, dilansir Wealthsimple. Meski demikian, bukan berarti Anda harus menjalani hidup serba pas-pasan, namun menerapkan konsep cermat dan hemat untuk bisa memenuhi kebutuhan dengan pendapatan yang ada sehingga bisa lebih bijak saat mengeluarkan uang dan terhindar dari stres.
 
Sebelum memulai perjalanan hidup hemat, Anda perlu mengetahui ke mana perginya uang Anda selama ini. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan pos mana yang harus dipangkas dan disalurkan ke pos yang lebih penting. Yang perlu diingat, pos-pos keuangan setiap orang tidak bisa disamaratakan sebab kebutuhan dan pendapatannya berbeda. Namun, tetap bisa disesuaikan untuk memberikan batasan yang jelas antara kebutuhan dan keinginan semata agar bisa menerapkan perilaku hidup hemat secara maksimal.
 
Mulai dengan hal paling sederhana seperti membuat anggaran belanja dan kebutuhan penting lainnya (listrik, internet terutama bagi yang kerja dari rumah, uang transportasi, makan siang bagi yang sudah masuk kerja, dana darurat, tabungan dan lain-lain). Anda bisa memanfaatkan banyak aplikasi gratis yang tersedia di App Store maupun Google Play Store seperti Money Lover: Expense Tracker atau spreadsheet.
 
Setelah mengetahui ke mana perginya pendapatan Anda, tentukan perubahan apa yang harus dilakukan. Misal memangkas biaya makan siang di kantor dan menggantinya dengan bekal makanan yang dimasak di rumah yang tentu lebih hemat dan terjaga kebersihannya.
 
Selanjutnya, jika dihadapi pada satu kondisi di mana Anda harus membeli barang atau jasa, tanyakan pada diri Anda, “Butuh atau tidak?”. Selain cermat membuat anggaran belanja dan kebutuhan penting lain, Anda juga ‘dituntut’ untuk lebih cermat mempertimbangkan sebelum membeli sesuatu.
 
Apakah barang atau jasa tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak? Apakah barang atau jasa tersebut akan sering digunakan atau tidak? Jika barang atau jasa tersebut bisa membantu Anda menjalani aktivitas harian, maka tidak ada salahnya jika dibeli meski harganya tidak murah. Dengan catatan, benar-benar dibutuhkan dan mempermudah aktivitas Anda sehari-hari. Sebab, seberapapun besarnya pendapatan Anda selama pandemi ini, jika tidak bisa hidup cermat dan hemat maka tidak akan ada artinya.
 

Share this article?

MUST SEE