CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Jangan Salah, Ini Bedanya Sakit Mag dengan GERD

By Eskanisa R

19 November 2020

Jika sakit berkepanjangan dan sangat menyiksa, segera hubungi dokter.

Sumber foto: Omnia Health

Nyeri pada dinding lambung bisa menyerang siapa saja. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa rasa nyeri tersebut merupakan gejala sakit mag. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Nyeri pada bagian perut juga bisa menandakan asam lambung kronis atau yang juga dikenal dengan istilah GERD. Agar tidak keliru, berikut perbedaan maag dan GERD yang kami rangkum dari berbagai sumber.
 
Melansir Healthline, gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan tanda naiknya asam lambung ke kerongkongan akibat katup sistem pencernaan (sfinger esofagus) tidak berfungsi dengan baik. Apabila kondisi tersebut terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu maka itu merupakan GERD.
 
Gejala yang ditimbulkan beragam, mulai dari rasa panas di ulu hati, perut kembung, batuk, sakit dada, mulut terasa pahit karena cairan asam naik ke kerongkongan, hingga muntah. Bahkan dalam beberapa kasus, GERD menyebabkan peradangan pada tenggorokan sehingga menyebabkan sulit menelan.
 
Sementara sakit mag atau juga dikenal dengan istilah gastritis merupakan peradangan pada lapisan pelindung lambung yang biasanya terjadi akibat infeksi bakteri. Gejala yang paling sering dirasakan adalah begah terutama setelah makan, sakit perut, dan mual.
 
Meski keduanya sama-sama berasal dari lambung, namun pengobatan keduanya cukup berbeda. Penderita sakit mag akan diberikan obat sesuai dengan penyebabnya, sementara penderita GERD berfokus pada sfinger esofagus.
 
Akan tetapi, keduanya bisa dicegah dengan menerapkan hidup sehat seperti makan teratur dengan porsi yang pas (tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak), tidak berbaring setelah makan, menghindari makanan berlemak dan pedas, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, bersoda, dan mengandung kafein serta mengurangi rokok.
 

Share this article?

MUST SEE