CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

5 Makanan ini dapat Membantu Atasi Kecemasan

By Isny Dewi R

10 November 2020

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nutrisi yang tepat dapat membantu mengurangi kecemasan.

Photo source: Pexels
 
 
Anda dapat melakukan berbagai perubahan gaya hidup untuk membantu mengelola kecemasan. Menyantap makanan diet tinggi seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak merupakan salah satu caranya.
 
Kecemasan adalah kondisi yang meluas, memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Gejalanya bervariasi, dan beberapa orang hanya mengalaminya sesekali. Namun, seseorang yang mengalaminya selama enam bulan atau lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan umum (Generalized Anxiety Disorder atau GAD).
 
Gejala GAD meliputi gejala psikologis dan fisik, seperti:
 
  • Ketakutan
  • Ketegangan
  • Kekhawatiran berlebihan tentang kejadian dan masalah sehari-hari
  • Sifat cepat marah
  • Sulit konsentrasi
  • Masalah dengan hubungan sosial dan pekerjaan pribadi mereka
  • Jantung berdebar-debar, detak jantung meningkat
  • Ketegangan otot
  • Sesak dada
 
Dokter sering mengobati GAD dengan kombinasi perawatan, termasuk terapi bicara, seperti terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy atau CBT), di samping obat-obatan. Terkadang, pengobatan konvensional ini tidak berhasil dalam jangka panjang. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa nutrisi yang tepat dapat membantu memperbaiki gejala.
 
Berikut lima makanan yang dapat membantu mengurangi kecemasan, dilansir dari Medicalnewstoday.com:
 
1. Ikan Berlemak
Ikan berlemak, seperti salmon, mackerel, sarden, trout, dan herring, kaya akan omega-3. Omega-3 adalah asam lemak yang memiliki hubungan kuat dengan fungsi kognitif serta kesehatan mental.
 
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jika seseorang makan terlalu banyak asam lemak lain, yang disebut omega-6, dan tidak cukup omega-3, justru dapat meningkatkan risiko mengembangkan gangguan mood, seperti kecemasan.
 
Makanan dengan omega-3 yang mengandung asam alfa-linolenat (ALA) menyediakan dua asam lemak esensial, yaitu asam eicosapentaenoic (EPA), dan asam docosahexaenoic (DHA). EPA dan DHA berfungsi untuk mengatur neurotransmitter, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi otak yang sehat. Sebuah studi kecil pada 24 orang dengan masalah penyalahgunaan zat menemukan bahwa suplementasi EPA dan DHA mengakibatkan penurunan tingkat kecemasan. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian.
 
Rekomendasi saat ini menyarankan makan setidaknya dua porsi ikan berlemak selama seminggu. Sebuah studi yang dilakukan pada pria menemukan makan salmon tiga kali seminggu mengurangi kecemasan yang dilaporkan sendiri.
 
Salmon dan sarden juga termasuk makanan yang mengandung vitamin D. Para peneliti juga menghubungkan kekurangan vitamin D dengan gangguan mood, seperti depresi dan kecemasan. Sebuah laporan dalam Journal of Affective Disorders percaya bahwa ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa vitamin D secara positif membantu depresi. Studi lain pada wanita hamil dan orang dewasa yang lebih tua juga menyoroti bagaimana vitamin D dapat meningkatkan mood.
 
2. Telur
Kuning telur adalah sumber vitamin D. Telur juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Ini adalah protein lengkap, artinya mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan.
 
Telur juga mengandung triptofan, yaitu asam amino yang membantu pembentukan serotonin. Serotonin sendiri merupakan neurotransmitter kimiawi yang membantu mengatur suasana hati, tidur, memori, dan perilaku. Serotonin juga dianggap meningkatkan fungsi otak dan meredakan kecemasan.

3. Kunyit
Kunyit merupakan bahan yang biasa digunakan dalam masakan India dan negara-negara di Asia Tenggara. Bahan aktif dalam kunyit disebut kurkumin, yang dapat membantu menurunkan kecemasan dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang sering meningkat pada orang yang mengalami gangguan mood, seperti kecemasan dan depresi. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa kurkumin mengurangi kecemasan pada orang dewasa yang mengalami obesitas. Studi lain menemukan bahwa peningkatan kurkumin dalam makanan juga meningkatkan DHA dan mengurangi kecemasan.
 
4. Teh Kamomil
Banyak orang di seluruh dunia menggunakan teh kamomil sebagai obat herbal karena sifat anti-inflamasi, antibakteri, antioksidan, dan relaksannya.
 
Beberapa orang percaya bahwa sifat relaksan dan anti-kecemasan berasal dari flavonoid yang terkandung di dalamnya. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa kamomil memang dapat mengurangi gejala kecemasan. Namun, itu tidak mencegah munculnya kecemasan baru. Teh kamomil mungkin berguna untuk mengatasi kecemasan. Minuman ini mudah ditemukan dan aman digunakan dalam dosis tinggi.
 
5. Yogurt
Yogurt mengandung bakteri sehat, Lactobaccilus dan Bifidobacteria. Ada bukti yang muncul bahwa bakteri dari produk fermentasi ini memiliki efek positif pada kesehatan otak.
 
Menurut tinjauan klinis baru-baru ini, yogurt dan produk susu lainnya juga dapat menghasilkan efek anti-inflamasi pada tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis mungkin ikut bertanggung jawab atas kecemasan, stres, dan depresi. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa makanan fermentasi dapat mengurangi kecemasan sosial pada beberapa anak muda, sementara beberapa studi menemukan mengonsumsi bakteri sehat bisa meningkatkan kebahagiaan pada beberapa orang.
 
Memasukkan yogurt dan makanan fermentasi lainnya ke dalam makanan dapat bermanfaat bagi bakteri usus alami dan dapat mengurangi kecemasan dan stres.

Share this article?

MUST SEE