CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Mengenal Bisnis Dropship untuk Tambah Penghasilan

By Eskanisa R

11 December 2020

Kunci dasar bisnis dropship untuk pemula.

Sumber foto: Pixabay

Mungkin Anda pernah mendengar istilah dropship. Tapi, tahukah Anda apa itu dropship? Dropship adalah bisnis yang memungkinkan Anda menjual produk tanpa harus menyetok barangnya terlebih dahulu. Sebagai dropshipper (orang yang melakukan dropship) atau pihak ketiga, Anda akan berperan sebagai penghubung antara pembeli dengan produsen barang.
 
Anda bahkan tidak perlu membeli, menyediakan tempat khusus untuk menampung barang, atau mengirimkan barang tersebut ke pembeli. Setelah pembeli menyelesaikan transaksi, nantinya produsen yang akan mengirimkan barang. Bisa dibilang, dropshipper berperan sebagai pihak ketiga yang mempromosikan produk (barang) yang dimiliki oleh produsen. 
 
Lalu, apa bedanya dengan reseller? Reseller merupakan sebutan bagi mereka yang membeli produk dari produsen untuk dijual kembali kepada konsumen. Dengan kata lain, reseller selalu menyetok barang dari produsen sebelum dijual kembali. Reseller bahkan bisa menggunakan merek mereka sendiri.
 
Keduanya sama-sama bisa menentukan harga jual sendiri. Reseller bisa menentukan harga jual yang lebih tinggi dari harga beli, sementara dropshipper bisa menentukan harga jual yang lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan oleh produsen. Selisih harga tersebut yang menjadi keuntungannya.
 
Berbeda dengan reseller yang membutuhkan biaya cukup besar untuk membeli produk terlebih dahulu dan menyediakan tempat penyimpanan, dropshipper justru tidak memerlukan modal untuk menyetok barang. Dropshipper bisa menjual produk hanya dengan menyediakan gambar dan spesifikasi produk saja, sehingga lebih mudah menjalankannya.
 
Meski bisa menjual berbagai macam produk dari banyak produsen, Anda harus tahu produk apa yang dibutuhkan masyarakat. Pilih produk yang memang target pasarnya sudah jelas, bukan semata-mata hanya karena keinginan Anda.
 
Di samping itu, bisnis dropship bisa bermasalah jika Anda salah dalam memilih produsen. Terlebih jika ketersediaan barang di produsen tidak sesuai dengan jumlah pesanan Anda, pengiriman bermasalah, pengemasan tidak sesuai, produsen kurang responsif, dan hal lain yang menjadikan reputasi Anda sebagai ‘taruhan’.
 
Karenanya, sangat disarankan untuk melakukan survei terlebih dulu sebelum memilih produsen. Selain itu, pastikan juga harga produk, kualitas, dan kuantitas barang yang dijual oleh produsen. Serta yang tak kalah penting, perhatikan juga jasa ekspedisi yang dipakai oleh produsen untuk memastikan setiap pengiriman cepat dan sampai di tangan pembeli dalam keadaan baik. Dengan begitu pembeli akan merasa puas dan tidak ragu melakukan pemesanan selanjutnya.

Share this article?

MUST SEE