CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Alasan Mengapa Mi Instan Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

By Isny Dewi R

07 December 2020

Alasan mengapa makanan cepat saji ini tak baik dikonsumsi terlalu sering.

Photo source: Pexels
 
 
Sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai mi instan. Tak heran jika kini ada banyak merek mi instan bermunculan. Tak dapat dipungkiri, mi instan memang memiliki rasa yang enak dan hadir dalam berbagai rasa, sehingga ada pilihan lain jika sudah bosan dengan rasa yang itu-itu saja. Selain itu, cara penyajiannya yang mudah juga membuat mi instan menjadi andalan masyarakat jika malas memasak atau sedang berhemat.
 
Sayangnya, di balik semua itu, mi instan sudah terbukti secara dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut beberapa alasan mengapa makanan cepat saji ini tak baik dikonsumsi terlalu sering, dilansir dari berbagai sumber:
 
1. Mengandung Lemak Jahat
Di dalam mi instan terkandung lemak jahat, seperti asam lemak jenuh dan lemak trans. Jika dikonsumsi secara berlebihan, zat-zat tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
 
2. Sulit Dicerna
Mi instan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna tubuh, sehingga membebani proses pencernaan. Hal ini juga dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin. Selain itu, kandungan pengawet di dalamnya juga dapat memicu asma, kecemasan, dan diare jika dikonsumsi terlalu banyak.
 
3. Mengandung Garam yang Tinggi
Kandungan garam dalam mi instan sangat tinggi. Riset tahun 2014 yang dilakukan oleh American Journal of Hypertension membuktikan, konsumsi garam yang tinggi menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pasalnya, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Keduanya merupakan jenis penyakit yang termasuk "silent killer".

Share this article?

MUST SEE