CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Pamela Gumulya: Merintis Usaha Sesuai Passion

By Isny Dewi R

14 August 2020

Pamela Gumulya memilih untuk menjadi seorang florist karena passion-nya terhadap bunga.

Photo source: Pamela Gumulya dok. pribadi 
 
 
Ide untuk memulai suatu usaha bisa datang dari mana saja. Bisa dari lingkungan sekitar, orang-orang terdekat, atau bahkan passion akan suatu hal. Seperti yang dilakukan oleh Pamela Gumulya, ia merintis sebuah usaha berkat passion-nya terhadap bunga. Sejak tahun 2013, Pamela memilih untuk menjadi seorang florist. Usahanya tersebut kemudian ia beri nama ELSA Flower.
 
“Awal mulanya karena kebetulan saya sangat suka dan mengagumi bunga,” ucapnya saat menceritakan alasannya tertarik menjadi seorang florist.
 
Berikut perbincangan Check In Jakarta dengan Pamela Gumulya, salah seorang florist di Jakarta yang sudah menekuni usahanya sejak hampir tujuh tahun.
 
Photo source: Pamela Gumulya dok. pribadi
 
Bisa diceritakan sedikit awal mula Anda merintis ELSA Flower?
“Awal karena kebetulan saya sangat suka dan mengagumi bunga. Pada saat saya dengan keluarga sedang menunggu di lobby hotel atau gedung-gedung, yang terdapat rangkaian bunga pasti saya bisa berdiri di depannya dan melihat dekorasi bunga secara detail.
 
Orang tua saya melihat ketertarikan saya itu dari kecil. Setelah kuliah, passion itu masih tetap ada. Lalu saya mencoba mencari info untuk belajar merangkai bunga. Setelah mengikuti kursus merangkai bunga, saya tidak langsung menjadi floristMalahan saya bekerja lebih dulu di salah satu majalah interior dari Singapore, Home & Decor. Dari situlah saya banyak belajar.
 
Lalu saya membulatkan tekad, dengan moral support dari suami. Baru pada tahun 2013 terbentuklah ELSA Flower. Awalnya jujur saja susah. Karena dari awal ELSA Flower merupakan usaha yang dimulai dengan cara penjualan onlineAt that time, saingan banyak. Tapi yang berjualan secara online masih sedikit. Dan dulu masih jadul, orang kalau mau memesan bunga pasti datang ke toko bunga langganan dan melihat album yang berisikan berbagai karya rangkaian bunga toko tersebut.”

Kenapa dinamakan ELSA Flower?
“Saya orangnya simpel. Kalau cari nama maunya yang mudah diingat dan orang merasa comfortable. ELSA merupakan gabungan dari dua nama, yaitu nama ibu mertua dengan Ibu saya, yaitu Elisabeth dan Marlisa. Akhirnya jadilah nama ELSA. Sedangkan ELSA sendiri juga memiliki arti joyful.”

Berarti Elsa Flower betul-betul dimulai dari passion Anda terhadap bunga, ya?
Ya. ELSA flower sendiri memiliki tagline "To brighten up your day." Jadi saya berharap ketika customer menerima rangkaian bunga dari saya, dia merasa happy. Bahkan dalam situasi apapun, dari momen sedih hingga bahagia.

Sampai akhirnya bisa seperti sekarang, bagaimana cara Anda membuat masyarakat tertarik dengan ELSA Flower?
“Semuanya membutuhkan proses. Bahkan sampai sekarang pun saya masih belajar dan menjalankan prosesnya. Yang paling penting bagi saya dalam menjalani bisnis ini adalah trust, service, and good product.”

Bicara soal produk, apa saja jenis produk yang ELSA Flower tawarkan ke customer?
“Saya menerima rangkaian bunga mulai dari jenis bouquet, vase flower arrangement, standing flower, hingga decoration untuk private event and wedding. Saya juga baru meluncurkan bloombox dengan personalize word.”
 
Photo source: Pamela Gumulya dok. pribadi
 

Apakah Anda ikut turun tangan untuk arrangement atau ada orang lain yang mengurusnya?
"Saya masih turun tangan, dan ada team juga."

Apakah ada signature yang mungkin membedakan ELSA Flower dengan florist lain?
“Pada umumnya, customer saya menyukai gaya formal dan elegan. Jadi, desain dari saya pun menyesuaikan dengan kemauan customer. Sedangkan personal style dari ELSA Flower sendiri lebih cenderung clean look, formal, dan elegant.”

Berapa kisaran harga service di ELSA Flower?
“Harga dimulai dari Rp575.000,- ke atas. Sedangkan untuk dekorasi dimulai dari harga Rp30.000.000,- ke atas.”

Bagaimana caranya jika customer ingin order di ELSA Flower?
Just follow Instagramnya di @elsa_flower, di situ terdapat nomor kontak yang bisa dihubungi secara langsung.”

Pertanyaan terakhir, sekarang ini dunia sedang dilanda pandemi dan banyak bisnis yang mulai lesu. Bagaimana cara Anda menghadapi situasi ini agar ELSA Flower tetap eksis?
“Tidak dipungkiri bisnis saya pun terkena imbasnya. Banyak event yang ditunda. Sempat waktu awal-awal pandemi tidak ada pesanan sama sekali. Akhirnya saya mem-posting inspirasi dekor di rumah. Apalagi semasa pandemi ini kita semua banyak beraktivitas di rumah kan, pasti tidak bisa diam ingin melakukan kegiatan dan aktivitas menyenangkan, seperti salah satunya menata rumah.
 
Photo source: Pamela Gumulya dok. pribadi
 
Nah, gara-gara mem-posting inspirasi dekor rumah itulah akhirnya ada yang memesan wall decoration. Bahkan ada juga customer yang request untuk penataan dining room dan juga pesanan bunga lainnya, seperti bunga kering supaya tahan lama dan bisa dinikmati.
 
Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari pandemi ini. Kalau di bidang bisnis, business is not only business, but business with a soul that's make us different, itulah yang saya pelajari dari pandemi ini.”

Klik di sini untuk pemesanan ELSA Flower.

Share this article?

Place/Address:

ELSA Flower by Pamela Gumulya

More Information:

Phone: +6281214711209

MUST SEE