CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Warna Sinar Matahari Berbeda, Ini Sebabnya

By Isny Dewi R

27 January 2021

Tak hanya menyediakan sumber daya penting untuk kelangsungan hidup di Bumi, atmosfer juga berperan dalam membuat warna sinar matahari yang berbeda.

Photo source: Pexels
 
 
Pernahkah Anda memperhatikan warna sinar matahari? Seperti semburat warna merah di langit saat senja, sinar putih terang saat siang hari, dan sebagainya. Mengapa sinar matahari bisa berbeda-beda warnanya? Dihimpun dari Kompas.com, berikut jawabannya.
 
Perbedaan warna sinar matahari disebabkan oleh atmosfer Bumi. Ya, tak hanya menyediakan sumber daya penting untuk kelangsungan hidup di Bumi, atmosfer juga berperan dalam beberapa fenomena menarik. Salah satunya adalah warna sinar matahari yang beragam pada waktu yang berbeda.
 
Kenyataannya, warna sinar matahari adalah putih karena merupakan kombinasi dari tujuh warna pelangi di mana semuanya memiliki panjang gelombang yang berbeda. Melansir Science ABC, ketika sinar matahari mencapai Bumi dan mengenai atmosfer, partikel pada atmosfer akan menyebarkan cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru dan ungu. Partikel itu juga akan membiarkan warna dengan ukuran gelombang yang lebih panjang, seperti merah, kuning, dan oranye, untuk lewat.
 
Karena warna merah memiliki gelombang paling panjang saat menembus lapisan atmosfer dibanding warna-warna lain, maka matahari sering kali terlihat berwarna merah jika dilihat dari dekat cakrawala.
 
Saat matahari terbit dan terbenam, sinar matahari harus merambat melalui jumlah maksimum atmosfer untuk mencapai mata pengamat. Oleh sebab itu, lebih banyak cahaya biru yang tersebar dari matahari, sehingga terlihat lebih merah saat terbit dan terbenam.
 
Fenomena alam ini juga dikenal sebagai hamburan Rayleigh, yaitu fenomena ketika panjang gelombang yang lebih pendek (biru) dari cahaya tersebar lebih mudah daripada yang lebih panjang (merah). Itulah mengapa langit sering terlihat tampak biru dan matahari tampak merah atau jingga.
 
Dengan prinsip yang sama, itulah penyebab mengapa saat siang hari matahari tampak berwarna putih. Dikutip dari Science Daily, saat matahari berada tepat di atas kepala, biru dan ungu dengan gelombang pendek yang lebih banyak tersebar oleh molekul di udara dibanding warna spektrum lainnya. Inilah alasan mengapa cahaya biru dan ungu mencapai mata kita dari segala arah saat hari sedang cerah. Akan tetapi, karena kita tidak bisa melihat ungu dengan baik, maka langit tampak sangat biru.
 
Kesimpulannya, matahari terlihat berwarna merah karena cahaya merah menembus atmosfer lebih efektif dibanding warna lain. Ini menyebabkan benda langit yang terlihat dari Bumi memiliki rona kemerahan atau oranye, tergantung pada waktu dan tempatnya di langit.

Share this article?

MUST SEE