CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Santa Klaus dan Sinterklas, Apa Perbedaannya?

By Isny Dewi R

21 December 2020

Santa Claus dan Sinterklas ternyata memiliki cerita yang berbeda.

Photo source: Pexels
 
 
Setiap menjelang Hari Raya Natal kita selalu mendengar istilah Santa Claus atau Sinterklas. Sosok ini selalu digambarkan sebagai seorang kakek berjanggut putih mengenakan pakaian berwarna merah putih dengan sepatu boot hitam, dan kupluk di kepalanya, serta sering mengeluarkan suara “ho ho ho ho ho”. Menurut legenda, Santa Claus atau Sinterklas juga dikenal selalu membagikan hadiah untuk anak-anak di malam Natal.
 
Tapi tahukah Anda kalau Santa Claus dan Sinterklas ternyata berbeda? Bagi Anda yang penasaran, berikut penjelasannya.
 
Santa Claus
Santa Claus terinspirasi dari seorang dermawan yang suka berbagi. Legenda tentang Santa Claus ini populer di Negeri Paman Sam. Tokoh Santa Claus identik dengan seorang pria tua dengan tubuh besar, janggut putih, mengenakan mantel dan topi, serta membawa karung besar yang berisi hadiah. Santa Claus juga diceritakan selalu mengendarai kereta salju yang ditarik oleh sembilan rusa kutub terbang. Santa Claus akan membagikan hadiah untuk anak-anak saat malam Natal.
 
Sinterklas
Sementara itu, Sinterklas merupakan representasi tokoh Saint (Santo) Nicholas yang hidup pada abad ke-4 Masehi. Melansir Tirto.id, menurut Ensiklopedi Gereja (2005) yang disusun Adolf Heuken, sosok ini adalah seorang uskup dari Myra, kota kecil yang pernah menjadi bagian Imperium Romawi, yang saat ini merupakan wilayah Turki.
 
Setiap tanggal 6 Desember, Saint Nicholas menggelar pesta dan menyiapkan banyak hadiah untuk anak-anak. Ia juga tak segan untuk menolong orang yang mengalami kesusahan dan membutuhkan pertolongan dengan sepenuh hati. Begitu baiknya, sebut Meg Cabot dalam Holiday Princess (2005), Saint Nicholas dianggap sebagai orang suci.
 
Untuk memastikan seperti apa sosok Saint Nicholas yang sesungguhnya, dilakukan rekonstruksi wajah dari sisa-sisa tulangnya, hingga mendapatkan penggambaran seorang pria tua berusia sekitar 60 tahun dengan mata cokelat dan rambut berwarna abu-abu.
 
Saint Nicholas pun akhirnya dicitrakan sebagai sosok Sinterklas yang akan mendatangi rumah-rumah untuk mengantarkan hadiah kepada anak-anak tiap malam Natal. Menurut Heuken (2005), figur Sinterklas yang selalu membawa hadiah pada malam Natal merupakan sekularisasi tokoh Saint Nicholas yang sesungguhnya.

Share this article?

MUST SEE