CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Risiko Kerugian Investasi Saham yang Perlu Diketahui

By Eskanisa R

09 August 2020

Agar investasi saham tak jadi buntung, pahami cara kerjanya.

Sumber foto: Pixabay
 
Masyarakat sempat dihebohkan dengan kasus salah satu firma konsultan keuangan independen yang disebut merugikan kliennya. Pasalnya, melansir CNBC, Satgas Waspada Investasi (SWI) menduga ada penyalahgunaan kegiatan yang dilakukan oleh firma tersebut. Di mana kegiatan yang dilakukan tidak hanya menjadi penasihat keuangan namun juga melakukan eksekusi (pengelolaan) dana nasabah.
 
Setiap jenis investasi pasti memiliki risiko, termasuk saham yang dikenal sebagai salah satu produk investasi yang laris di pasaran. Berinvestasi saham bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk membeli saham perusahaan publik saat melakukan penawaran di Pasar Perdana (Initial Public Offering atau IPO) atau di Pasar Sekunder melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), melansir Okezone.
 
Tidak dapat dipungkiri jika iming-iming keuntungan yang besar membuat banyak masyarakat tergiur untuk ikut berinvestasi saham. Namun, seiring besarnya keuntungan, ada risiko kerugian yang menyertainya termasuk capital loss dan suspend.
 
Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain di mana harga beli bisa lebih tinggi dari harga jual. Sebagai gambaran, melansir Modal Rakyat, Anda membeli saham seharga Rp5.000 namun harus menjualnya di harga Rp2.000, maka kerugiannya sendiri sudah lebih dari 50%.
 
Risiko kedua dari investasi saham adalah penghentian perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atau dikenal dengan istilah risiko suspensi saham. Meski umumnya suspensi berlangsung dalam waktu singkat, namun investor tidak dapat menjual sahamnya hingga masa (suspensi) nya dinyatakan berakhir oleh BEI.
 
Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya suspensi saham seperti harga saham turun drastis dalam waktu singkat sehingga membuat BEI menghentikan perdagangan perusahaan tersebut, perusahaan dipailitkan oleh kreditor, kondisi makro ekonomi negara, stabilitas politik dan keamanan serta faktor global seperti pandemi saat ini.
 
 

Share this article?

MUST SEE