CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Risiko Menggunakan Pay Later

By Eskanisa R

19 October 2020

Pahami risikonya sebelum menggunakan layanan ini.

Sumber foto: Pixabay
 
Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah pay later. Sesuai dengan namanya, layanan yang marak dipromosikan oleh berbagai perusahaan ini memberikan kemudahan untuk masyarakat membeli berbagai kebutuhan (produk konsumsi) yang bisa dibayar kemudian.
 
Dengan kata lain, layanan pay later menjadi pilihan baru untuk memanfaatkan kredit yang lebih mudah dan nyaman jika digunakan secara bijak. Bagi yang belum menggunakan layanan ini, sebaiknya mempertimbangkan tiga poin penting berikut agar tidak terjerat utang di kemudian hari.

1. Konsumtif
Meski terkesan lebih mudah dari segi pengajuan sampai pemakaian dibanding kartu kredit, jika tidak digunakan secara bijak, bahaya utang akan tetap menghantui. Selain itu, kemudahan untuk membeli barang, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan liburan dengan layanan beli sekarang bayar belakangan justru memberikan dorongan impulsif dalam menentukan keputusan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau tidak.

2. Penunggakan
Grant Thornton, orginisasi global yang menyediakan jasa advisory, assurance, dan tax mengungkapkan jika terjadi penunggakan dalam pembayaran tagihan pay later maka akan menyebabkan catatan reputasi kredit yang buruk dan tidak menutup kemungkinan berisiko pada BI checking. Hal tersebut bisa menyebabkan pengajuan kredit kendaraan atau properti di kemudian hari besar kemungkinan untuk ditolak.

3. Cybercrime
Kejahatan dunia maya bisa menyerang siapa saja. Transaksi daring juga tidak luput dari bahaya tersebut. Meski setiap aplikasi sudah mempersiapkan keamanan tingkat tinggi, risiko peretasan akun pengguna layanan pay later tetap ada.
 

Share this article?

MUST SEE