CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Serba-serbi Bendera Merah Putih

By Isny Dewi R

13 August 2020

Aturan tentang bendera Merah Putih termaktub dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Photo source: Pexels
 
 
Setiap kali menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, pada 17 Agustus, masyarakat biasanya memasang bendera Merah Putih baik di rumah, gedung-gedung, maupun di sepanjang jalan. Selama bulan Agustus, bendera Merah Putih memang selalu dikibarkan sebagai simbol merayakan kemerdekaan Indonesia, yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan. Namun, apakah hal itu diwajibkan? Mengapa pula ukuran bendera Merah Putih berbeda-beda? Berikut penjelasannya.
 
Melansir Kompas.com, aturan tentang bendera Merah Putih termaktub dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
 
Ukuran bendera Merah Putih berbentuk persegi panjang dengan perbandingan lebar dan panjang adalah 2:3. Meski ukurannya berbeda-beda, namun, perbandingannya tetap sama. Akan tetapi, untuk beberapa tempat, ukuran bendera Merah Putih telah diatur. Berikut detailnya:
 
  • Istana Negara: 200cm x 300cm
  • Lapangan umum: 120cm x 180cm
  • Di dalam ruangan: 100cm x 150cm
  • Mobil presiden dan wakil presiden: 36cm x 54cm
  • Mobil pejabat negara: 30cm x 45cm
  • Kendaraan umum: 20cm x 30cm
  • Kapal: 100cm x 150cm
  • Kereta api: 100cm x 150cm
  • Pesawat: 30cm x 45cm
  • Meja: 10cm x 45 cm
 
Bahan untuk membuat bendera Merah Putih untuk lokasi di atas harus menggunakan kain yang tidak luntur. Namun, untuk bendera Merah Putih yang akan dipasang di lokasi lain, diperbolehkan dibuat dari bahan berbeda dan ukuran yang bisa disesuaikan. Sebagai contoh, bendera berukuran kecil yang biasa digenggam anak-anak saat menyambut tamu pejabat negara atau karnaval. Bendera tersebut bisa dibuat dari bahan plastik.

Untuk pengibaran atau pemasangan bendera, kegiatan itu dilakukan antara waktu matahari terbit dan terbenam, meski dalam situasi tertentu dibolehkan untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada malam hari.
 
Ada beberapa kondisi atau waktu bendera Merah Putih wajib dikibarkan, baik oleh warga negara Indonesia, semua orang yang tinggal di Indonesia, dan Kedutaan Besar RI di berbagai penjuru dunia. Misalnya saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia, hari besar nasional, atau hari peringatan lainnya.
 
Karena diwajibkan, bagaimana jika ada masyarakat yang tidak mampu membeli bendera? Hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan bendera Merah Putih. Selain itu, bendera Merah Putih juga harus terpasang pada kereta api yang digunakan oleh presiden atau wakil presiden, pada kapal laut dan pesawat yang terdaftar di Indonesia.
 
Apabila disandingkan dengan bendera negara lain (pengibaran di Indonesia), maka bendera Merah Putih harus berada di sisi kanan dengan ukuran dan tinggi yang sama. Namun, jika bendera asing yang dijajarkan lebih dari satu, maka bendera Merah Putih harus berada di tengah (apabila jumlah total bendera adalah ganjil), atau di tengah bagian kanan (apabila jumlah bendera genap). Kemudian, jika bendera Merah Putih dikibarkan bersama bendera-bendera organisasi, maka ukurannya harus lebih besar dan dipasang lebih tinggi.
 
Bendera Merah Putih juga bisa digunakan sebagai tanda perdamaian apabila tengah terjadi konflik horizontal, tanda berkabung, serta untuk penutupan peti jenazah orang-orang tertentu yang dianggap penting dan berjasa bagi negara.
 
Pada saat digunakan untuk menyatakan berkabung, maka bendera akan dikibarkan setengah tiang, tidak sampai ke pucuk. Meski hanya setengah tiang, ternyata ada aturan pengibaran yang harus dipatuhi. Pertama, bendera Merah Putih harus dikibarkan hingga pucuk tiang, lalu didiamkan sejenak, baru kemudian diturunkan perlahan hingga setengah tiang. Bendera setengah tiang dikibarkan selama 3 hari, sejak hari berkabung dimulai. Biasanya dilakukan jika ada pemimpin atau mantan pemimpin negara yang wafat.
 
Bendera Merah Putih merupakan salah satu simbol kehormatan bagi Indonesia. Oleh karena itu, segala hal diatur dalam undang-undang agar semua orang menjaga kewibawaan dan menghormatinya. Setiap orang dilarang merusak, merobek, menginjak, membakar, atau melakukan perbuatan lain yang bermaksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara.
 
Bendera Merah Putih juga tidak diizinkan dipakai sebagai reklame atau iklan komersial. Selain itu, perlu diingat, bendera Merah Putih tidak boleh dikibarkan jika kondisinya rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam. Di atas permukaan bendera Merah Putih, juga dilarang mencetak, menyulam, dan menulis apa pun atau memasang lencana dan benda apa pun. Bendera Merah Putih juga tidak boleh digunakan sebagai alat yang bisa menurunkan kehormatannya sebagai Bendera Negara. Misalnya, menutup langit-langit rumah, atap, atau pembungkus barang.

Share this article?

MUST SEE