CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Tabungan Konvensional dan Syariah, Apa Bedanya?

By Eskanisa R

03 November 2020

Ini yang membedakan tabungan konvensional dengan syariah.

Sumber foto: Pixabay
 
Apa yang Anda pertimbangkan sebelum membuka rekening tabungan? Keamanan? Persyaratan saldo minimum? Ketersediaan ATM? Fasilitas online? Atau bahkan keuntungan? Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis tabungan yang cukup dikenal masyarakat, yaitu tabungan konvensional dan syariah.
 
Tabungan konvensional merupakan jenis tabungan yang paling diminati masyarakat Indonesia. Mengingat terus meningkatnya kebutuhan masyarakat, memiliki rekening tabungan konvensional menjadi suatu keharusan.
 
Tabungan konvensional umumnya memiliki bunga yang berkisar antara 0,5 hingga 2 persen. Namun, nasabah juga akan dikenakan biaya administrasi setiap bulan. Karena sesuai dengan tujuannya, tabungan konvensional memang hanya untuk menyimpan uang, bukan untuk mengembangkan dana.
 
Di sisi lain, konsep perbankan syariah juga kian berkembang. Ditandai dengan semakin banyaknya bank yang mulai memperkenalkan produk tabungan syariah pada masyarakat. Lalu, apa yang membedakan tabungan syariah dengan konvensional?
 
Perbedaan yang paling mendasar antara kedua jenis tabungan tersebut adalah akad, mudharabah dan wadi’ah.
 
Melansir Ojk.go.id, akad mudharabah adalah akad kerjasama suatu usaha antara pihak pertama (bank) yang menyediakan seluruh modal dan pihak kedua (nasabah) yang bertindak selaku pengelola dana. Sementara akad wadi’ah merupakan akad penitipan uang antara pihak yang memilki uang (nasabah) dan yang diberi kepercayaan dengan tujuan menjaga keutuhan uang (bank).
 
Sistem keuntungan yang diterapkan dalam tabungan syariah sendiri merupakan bagi hasil. Apabila tabungan konvensional memberikan bunga, maka tabungan syariah menawarkan konsep margin keuntungan bagi nasabah yang ingin melakukan pinjaman.
 
Di samping itu, tabungan syariah memiliki produk khusus yang tidak dimiliki tabungan konvensional seperti tabungan haji, kurban, hingga wakaf. Tabungan syariah juga menawarkan bebas biaya administrasi bulanan dan setoran awal kecil khusus bagi nasabah yang menggunakan akad wadi’ah.
 
Sebagai kesimpulan, bank konvensional akan mengelola tabungan yang disimpan nasabah untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Sementara, karena setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam tabungan syariah harus sejalan dengan prinsip syariah Islam maka pengelolaannya bergantung pada akad atau proses perjanjian kedua belah pihak; nasabah dan bank di awal.
 
Apapun jenis tabungan yang Anda pilih, menabung itu penting dilakukan. Sebab, menabung dapat mengurangi rasa khawatir terhadap keadaan darurat yang mungkin terjadi di masa depan.

Share this article?

MUST SEE