CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo
FYI

Tiga Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari First Jobber

By Eskanisa R

05 January 2021

Perhatikan tiga poin ini agar dapat mengelola uang secara efektif.

Sumber foto: Pixabay
 
Istilah first jobber lekat kaitannya dengan pekerja tahap awal yang baru terjun dan ada di posisi belajar untuk menambah kemampuan di dalam dunia kerja profesional. Yang tadinya harus bergantung secara finansial pada orang tua, untuk pertama kalinya dapat menikmati hasil kerja keras sendiri tentu menjadi masa-masa paling membahagiakan.
 
Sayang, tidak sedikit first jobber yang terlena dengan konsep merayakan momen bahagia yang justru malah menyebabkan dirinya terjebak dalam perilaku konsumtif yang merugikan. Lantas, apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari kesalahan mengatur keuangan? Berikut tiga hal utama yang harus dihindari agar hasil kerja keras tidak terbuang sia-sia, dilansir dari berbagai sumber.

1. Tidak Memiliki Rencana Keuangan
Melansir kompas.com, kesalahan paling umum yang dilakukan oleh para first jobber adalah tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang. Padahal, dengan adanya tujuan keuangan yang jelas, seseorang jadi terpacu untuk mempersiapkan dan menyisihkan dana yang dibutuhkan untuk masa depan. Sebagai contoh, Anda ingin melanjutkan pendidikan S2 sambil bekerja kemudian menikah, dengan begitu Anda harus menyisihkan pendapatan bulanan untuk dua pos, yakni dana pendidikan dan biaya pernikahan.

2. Tidak Menyiapkan Dana Darurat
Dana darurat merupakan dana yang dialokasikan untuk keadaan-keadaan genting atau risiko terburuk dalam hidup seperti kena PHK, sakit atau keadaan darurat lain yang memaksa Anda untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Besarnya dana darurat bergantung pada pendapatan masing-masing individu. Jika sudah mengetahui cash flow setiap bulan, secara otomatis sudah mengetahui berapa banyak yang harus disisihkan untuk dana darurat.

3. Hedonisme
Menurut KBBI, hedonisme merupakan suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kenikmatan materi merupakan tujuan utama hidup. Hal ini tentu lekat dengan gaya hidup konsumtif yang memberikan kepuasaan sesaat. Padahal, tanpa disadari hal ini membuat finansial berantakan. Bahkan, tidak sedikit first jobber yang rela berhutang sana-sini, hanya untuk menuruti gaya hidup dan mengikuti tren yang ada saat ini, seperti tren gadget, fesyen, dan tren lain yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.  
 

Share this article?

MUST SEE