CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Tips Mencegah Nyeri Leher saat WFH

By Isny Dewi R

02 November 2020

Cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menangkal nyeri leher saat WFH.

Photo source: Pexels
 
 
Bagi Anda yang masih bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) selama pandemi COVID-19, tentu Anda lebih sering mengandalkan gawai dibanding saat bekerja normal di kantor.
 
Dengan lebih banyak waktu untuk menonton dan menggulir layar ponsel atau laptop, gejala "sakit leher karena gawai" atau “tech neck” mungkin akan membayangi Anda, yang membuat Anda merasa tak nyaman saat sedang bekerja.
 
“Tech neck dihasilkan dari posisi tubuh yang secara tidak sadar sering kita asumsikan saat melihat layar. Dalam posisi ini, dagu Anda terangkat ke depan, bahu Anda membulat ke depan, dan sering kali leher Anda tertekuk untuk melihat ponsel, keyboard, dan / atau komputer Anda untuk waktu yang lama,” ujar Matthew Cooper, DC, CCSP, chiropractor serta pendiri dan CEO USA Sports Therapy, dikutip dari Healthline.
 
Dia mengatakan posisi yang tidak wajar menyebabkan mikrotrauma dan stres di punggung atas dan area leher, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
 
“Ini juga bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk,” tambahnya.
 
Renee Enriquez, dokter dan asisten profesor untuk departemen pengobatan dan rehabilitasi fisik di UT Southwestern Medical Center, melihat pasien dengan tech neck yang sering datang dengan gejala-gejala berikut:
 
- leher dan punggung atas sakit dan kaku
- sakit di bagian leher
- kejang otot
- nyeri bahu terlokalisasi
- sakit kepala
 
“Seseorang dapat mengalami sakit, terbakar, ditusuk, berdenyut, bahkan mati rasa dan kesemutan sampai ke tangan mereka,” kata Enriquez, mengutip Healthline.
 
Dia menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak memiliki kursi yang ergonomis untuk bekerja di depan komputer. Selain itu, bekerja menggunakan laptop justru membuat Anda lebih sering membungkuk, ketimbang menggunakan komputer.
 
"Belum lagi, stres yang dialami semua orang di masa-masa yang tidak pasti ini tentu dapat menyebabkan peningkatan ketegangan fisik di tubuh Anda dan peningkatan kasus tech neck," lanjut Cooper.
 
Meski begitu, melansir Healthline, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menangkal kondisi tersebut, antara lain sebagai berikut:
 
  1. Ubah Workstation Anda
Banyak pekerja yang WFH mengandalkan meja ruang makan, sofa, dan tempat tidur sebagai stasiun bekerja. Mereka tidak menyediakan area untuk pemosisian postur tubuh yang baik.
 
“Saya sering menasihati pasien saya tentang menyiapkan tempat kerja yang lebih tepat untuk menghindari cedera atau mengurangi rasa sakit mereka saat ini. Saya menasihati banyak pasien saya bahwa perubahan pada tempat kerja mereka di rumah ini merupakan bentuk perawatan medis. Dokter dapat memberikan surat kebutuhan medis untuk mendokumentasikan kebutuhan akan tempat kerja yang lebih baik di rumah untuk mencegah cedera,” kata Enriquez.
 
Dia menyarankan untuk mengunjungi ahli terapi fisik atau pengobatan fisik dan dokter rehabilitasi untuk membantu menilai dan meningkatkan tempat kerja Anda.
 
  1. Perhatikan Postur Tubuh
Cooper menyarankan untuk duduk dengan bahu menempel di punggung kursi dan meletakkan keyboard di pangkuan Anda untuk mencegah Anda membawa dagu dan bahu ke depan.
 
“Kebanyakan orang membungkuk di atas meja mereka untuk mengetik dan ini, bagi saya, adalah penyebab utama tech neck,” katanya.
 
  1. Istirahat
Beristirahatlah dari komputer setiap 30 menit hingga satu jam. “Selama istirahat ini, regangkan leher dan bahu. Untuk tech neck karena penggunaan smartphone yang berulang, sering-sering lah beristirahat dan gunakan lebih sedikit. Kalau nonton film atau melakukan aktivitas lain dalam waktu lama bisa mendapatkan dudukan ponsel agar bisa diletakkan sejajar dengan mata, ”kata Cooper.
 
“Sering melakukan gerakan dan peregangan sangat bermanfaat bagi tubuh. Itu membuat darah mengalir dan mencegah otot dan persendian menjadi kaku. Jika Anda membiarkan leher dalam satu posisi terlalu lama, Anda bisa mengalami nyeri dan merasa tidak nyaman. Dan jika tidak diperbaiki, setelah beberapa saat, seseorang bisa mengembangkan masalah medis serius yang mengakibatkan rasa sakit dan cacat yang berkepanjangan atau permanen,” imbau Enriquez.

Share this article?

MUST SEE