CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancer

By Isny Dewi R

25 January 2021

Beberapa hal yang dapat dilakukan freelancer untuk mengatur keuangan mereka.

Photo source: Pexels
 
 
Mengatur keuangan sejatinya adalah keharusan bagi semua orang. Tetapi, jika Anda merupakan seorang freelancer, maka Anda mungkin sudah menyadari bahwa Anda harus lebih pandai dalam mengatur keuangan.
 
Dengan memutuskan menjadi seorang freelancer, Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mendapatkan tunjangan ini-itu, seperti asuransi kesehatan, Tunjangan Hari Raya (THR), hingga tunjangan pensiun.
 
Pengeluaran sudah pasti akan selalu ada, ditambah pemasukan yang tidak menentu, membuat Anda harus pandai dalam mengatur pendapatan yang diperoleh, membuat catatan pengeluaran, membuat prioritas keuangan, dan memiliki buku catatan keuangan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
 
Satu hal yang wajib dimiliki para freelancer adalah kemampuan mengatur keuangan yang mumpuni agar segala kebutuhan tetap dapat terpenuhi meski pendapatan tidak menentu.
 
Melansir Kompas.com, menurut Widya Yuliarti, CFP®, perencana keuangan Finansialku, ada beberapa hal yang dapat dilakukan freelancer untuk mengatur keuangan mereka. Berikut tipsnya:
 
1. Membuat Pos Anggaran
Setiap menerima upah, Anda harus menyisihkannya untuk anggaran-anggaran tertentu. dari setiap pendapatan yang kamu dapatkan. Dari pembagian-pembagian tersebut, Anda dapat mengetahui pendapatan Anda akan digunakan untuk apa saja. Dengan anggaran, Anda juga akan mengetahui berapa jumlah pengeluaran yang akan Anda gunakan untuk masing-masing pos anggaran.
 
2. Melakukan Pencatatan Keuangan
Ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari pencatatan keuangan yang dilakukan secara disiplin, antara lain:
 
- Mengetahui mengenai sesuai atau tidaknya anggaran keuangan dengan faktanya.
- Mengetahui dengan jelas sumber keuangan, pengeluaran, dan detail arus kas.
- Dapat menentukan strategi investasi.
 
Pencatatan keuangan sebaiknya Anda lakukan setiap hari. Jangan lupa beri keterangan tanggal beserta pengeluaran dan pemasukan.
 
3. Membuat Pos Keuangan
Dalam membuat anggaran, Anda harus mengutamakan pengeluaran yang bersifat produktif, seperti cicilan dan utang. Setelah itu, buat lah anggaran-anggaran lainnya. Masing-masing pengeluaran juga harus dibuatkan pos-pos keuangannya, seperti rekening khusus untuk cicilan, dan rekening khusus tabungan.
 
Dengan adanya pos keuangan, Anda tidak akan kebingungan dalam mengetahui uang mana saja yang sudah digunakan. Selain itu, Anda juga akan terhindar dari risiko lupa bayar cicilan atau membayar kebutuhan lainnya.
 
Berikut adalah beberapa pos keuangan yang perlu dipertimbangkan:
- Pos kebutuhan sehari-hari
- Pos cicilan utang
- Pos asuransi diri dan keluarga
- Pos investasi
- Pos sosial
- Pos pendidikan anak
- Pos liburan
- Pos hiburan
- Pos-pos lainnya, Anda bisa menentukannya sesuai dengan kondisi keuangan.
 
4. Menabung Tiap Bulan
Menjadi freelancer bukan berarti Anda tidak memiliki kesempatan untuk menabung. Anda masih bisa menabung 20 persen dari pendapatan tiap bulan. Menurut beberapa pakar keuangan, persentase penghasilan yang harus ditabung setiap bulan adalah 30 persen. Angka 10 persennya adalah jumlah minimal dari penghasilan yang bisa ditabung.
 
Jika Anda mampu menabung lebih banyak, maka sebaiknya Anda menyisihkan 30 hingga 40 persen untuk ditabung, agar kelak masa pensiun Anda lebih tenang. Namun, ada tiga aspek yang harus diperhatikan sebelum menentukan jumlah persentase dana yang akan ditabung:
 
- Jumlah tabungan yang Anda miliki saat ini
- Jumlah cicilan yang Anda miliki
- Tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam 5-25 tahun ke depan.
 
5. Menyiapkan Dana Darurat
Mungkin tidak semua orang menyadari betapa pentingnya keamanan keuangan, terutama soal dana darurat. Fungsi dana darurat sendiri adalah sebagai dana cadangan jika sewaktu-waktu ada pengeluaran yang mendadak dan tidak direncanakan sama sekali sebelumnya.
 
Manfaat lain menyiapkan dana darurat adalah sebagai dana cadangan ketika penghasilan utama Anda hilang, dan bisa digunakan sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sambil menunggu datangnya pekerjaan baru.

Share this article?

MUST SEE