CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Tips Mengoptimalkan Profil LinkedIn

By Isny Dewi R

19 July 2020

Tips untuk mengoptimalkan profil LinkedIn Anda.

Photo source: Pexels
 
 
Apakah Anda baru saja diberhentikan dari perusahaan? Atau merasa pekerjaan Anda sepertinya berisiko? Jika Anda mengalami salah satunya, sudah waktunya untuk mencari pekerjaan potensial. Mengapa? Karena pasar kerja cenderung menjadi lebih kompetitif untuk saat ini dan di bulan-bulan mendatang.
 
Pandemi COVID-19 telah membuat angka pengangguran di Indonesia meningkat, karena banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar dan harus memberhentikan karyawan mereka. Banyak ahli meramalkan bahwa resesi global tidak bisa dihindari.
 
Jadi sekarang adalah saat yang tepat untuk memperbarui profil LinkedIn Anda dan membuat kesan pertama yang positif untuk para perekrut, kata Casey Hasten, direktur perekrutan di VIP, sebuah perusahaan pencarian eksekutif.
 
Menurut Kylan Nieh, yang bekerja dalam manajemen produk di LinkedIn Profile, memperhatikan beberapa detail kecil dapat membuat perbedaan besar.
 
"Cantumkan industri profesional Anda di profil (LinkedIn) akan membuat Anda hingga 38 kali lebih mungkin ditemukan oleh perekrut," kata Nieh. “Jika Anda belum memiliki banyak pengalaman kerja, pertimbangkan untuk menambahkan riwayat volunteer, magang, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya, yang memberi perekrut wawasan lebih banyak tentang latar belakang Anda dan meningkatkan tampilan profil hingga 29 kali.”
 
Berikut adalah lima tips dari Nieh dan Hasten untuk mengoptimalkan profil LinkedIn Anda dilansir dari Grow Acorns.
 
1. Buatlah Profil Selengkap Mungkin
Ada beberapa bagian pada profil LinkedIn, termasuk ringkasan, pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dukungan dan rekomendasi, serta minat. Semakin banyak detail yang Anda tambahkan, semakin besar kemungkinan Anda ditemukan oleh perekrut untuk menemukan kandidat potensial.
 
Perinci tentang pengalaman kerja Anda dan pastikan Anda memasukkan kata kunci yang relevan yang mungkin dicari oleh calon perekrut dalam calon potensial, kata Hasten. Kata kunci sangat penting karena orang-orang seperti Hasten menggunakan perekrutan LinkedIn untuk menyaring calon yang potensial, "dan jika Anda tidak memiliki kata kunci di profil Anda, maka Anda tidak akan muncul." Pastikan untuk memperbarui informasi ini saat Anda menambah keahlian baru. "Jangan meremehkan pentingnya menggunakan semua informasi itu," tambahnya.
 
Jangan lupa menambahkan keterampilan. Menurut angka dari LinkedIn, 87% perekrut mengatakan keterampilan yang dimiliki daftar calon sangat penting. "Buat daftar kekuatan Anda di profil dan mulailah dengan lima teratas yang paling relevan untuk pekerjaan Anda atau pekerjaan yang Anda inginkan," kata Nieh.
 
2. Mintalah, dan Tawarkan, Rekomendasi
Area profil LinkedIn yang biasanya diabaikan padahal sebenarnya cukup penting adalah rekomendasi. Dan saat ini mungkin saat yang tepat untuk meminta mantan kolega, manajer, atau bahkan teman untuk menyampaikan kabar baik, kata Hasten.
 
Meskipun rekomendasi tidak dapat menggantikan referensi pekerjaan formal, ini merupakan cara mudah bagi perekrut untuk mempelajari lebih lanjut tentang kandidat potensial. "Saya ingin melihat sisi manusia," katanya. Tapi jangan egois: Jika Anda meminta rekomendasi, Anda juga harus memberikan rekomendasi balik.
 
Tetap berhubungan dengan mantan rekan kerja juga bermanfaat ketika Anda sedang mencari pekerjaan baru, Nieh menambahkan: "Pelamar kerja yang dirujuk oleh karyawan memiliki kemungkinan sembilan kali lebih besar untuk dipekerjakan."
 
3. Terlibat Aktif dengan Orang Lain
Bahkan jika Anda tidak mencari pekerjaan sekarang, sangat disarankan untuk terlibat secara aktif dengan anggota LinkedIn lain karena membantu meningkatkan profil Anda dan berpotensi memajukan karir Anda.
 
Haruskah Anda terhubung dengan seseorang yang tidak Anda kenal? Ya, kata Hasten, selama Anda memiliki alasan untuk terhubung, seperti Anda bekerja di industri yang sama atau memiliki minat pada perusahaan mereka. "Mungkin ada alasan kamu ingin mengenal mereka tetapi belum."
 
Jika Anda mencari secara aktif, membuat koneksi dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan potensial, terutama jika berada di industri yang berbeda. Interaksi sebelumnya di situs membuat pengenalan lebih mudah jika Anda mencari bantuan dalam mencari pekerjaan. Tapi jangan hanya terhubung dan langsung menanyakannya, Hasten merekomendasikan. Alih-alih, ikuti aktivitas seseorang, sukai dan komentari, dan izinkan mereka untuk mengenal Anda sebelum Anda menjangkau mereka.
 
4. Memberi Sinyal kepada Perekrut bahwa Anda Terbuka untuk Peluang Kerja
Salah satu cara termudah untuk muncul di radar perekrut adalah dengan memberi tahu mereka bahwa Anda terbuka untuk peluang kerja. Ini adalah pengaturan yang dapat Anda aktifkan dalam profil Anda.
 
"Jika Anda mencari pekerjaan, hidupkan itu sepenuhnya," kata Hasten. "Ada saat-saat ketika saya melakukan pencarian dan 100 orang datang, dan 20 dari mereka terbuka untuk peluang, jadi saya akan berbicara dengan mereka terlebih dahulu."
 
Pastikan Anda menawarkan informasi ini kepada audiens yang tepat. Ada dua opsi: Anda dapat memberi tahu semua anggota LinkedIn bahwa Anda terbuka untuk peluang kerja, yang mana itu berarti orang-orang di perusahaan Anda saat ini, bahkan bos Anda, dapat melihatnya, atau Anda dapat membatasi pemberitahuan itu hanya untuk perekrut.
 
Terlebih lagi, Anda dapat menentukan jenis pekerjaan dan lokasi yang Anda minati sehingga profil Anda muncul di hasil pencarian untuk perekrut, kata Nieh. Dan jika Anda adalah pemilik bisnis atau freelancer, Anda dapat membuat daftar layanan di profil Anda yang menunjukkan ke jaringan Anda bahwa Anda “terbuka untuk bisnis,” tambahnya.
 
5. Tambahkan Foto Profesional
Beberapa orang mungkin merasa keberatan untuk menambahkan foto ke profil LinkedIn mereka. Padahal itu dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan. "Foto Anda adalah salah satu hal pertama yang dilihat orang ketika mengunjungi profil Anda," kata Nieh. “Anggota yang memiliki foto profil LinkedIn mendapatkan hingga 21 kali lebih banyak tampilan profil daripada mereka yang tidak menampilkannya.”
 
Pastikan foto yang Anda pilih sesuai dengan kepribadian profesional Anda, idealnya headshot profesional. "Ini bukan Facebook," kata Hasten. Juga penting untuk memiliki foto spanduk sebagai latar belakang, "Itu dapat melengkapi gambar dan membuat profilmu terlihat sangat profesional," tambahnya.

Share this article?

MUST SEE