CheckInJakarta Logo CheckInJakarta Logo

Tips Menyimpan Frozen Food yang Benar

By Eskanisa R

16 October 2020

Agar tetap aman dan enak saat dikonsumsi.

Sumber foto: Pixabay

Makanan beku jadi sahabat setia selama pandemi? Makanan beku memang mau tidak mau ikut masuk ke dalam keranjang saat belanja. Sebab, pembatasan sosial mengharuskan masyarakat untuk mengurangi intensitas keluar rumah sehingga membuat makanan beku menjadi pilihan praktis, karena bisa dimasak kapan saja tanpa harus repot-repot memasak. Bagaimana cara mengakali agar makanan beku tetap aman dan enak dikonsumsi? Berikut tips sederhana yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Suhu yang Tepat
Kunci agar makanan beku tetap aman dikonsumsi adalah harus disimpan dengan suhu yang tepat berdasarkan suhu yang dianjurkan, yakni kurang dari lima derajat Celcius. Melansir CNN Indonesia, umur simpan makanan beku di kulkas dan freezer berbeda, tergantung dari jenis makanan.
 
Sebagai contoh, umur simpan ayam segar di kulkas berkisar 1 – 2 hari dengan suhu empat derajat Celcius dan bisa bertahan selama satu tahun dengan suhu nol derajat Celcius di dalam freezer. Sementara sayuran rebus bisa bertahan selama 3 – 4 hari di kulkas dengan suhu empat derajat Celcius atau 2 – 3 bulan di dalam freezer dengan suhu nol derajat Celcius.

2. Nutrisi
Pastikan tidak memilih makanan beku yang mengandung nitrat. Mengutip Ayahbunda, nitrat umumnya ditemukan pada daging olahan seperti sosis dan kornet, yang berfungsi untuk membentuk warna merah sekaligus menghambat pertumbuhan spora Clostridium botulinum (menghasilkan racun yang menyerang saraf, otak, dan sumsum tulang belakang). Meski demikian, nitrat berdampak negatif pada kesehatan karena membuat Hemoglobin (sel darah merah) tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

3. Tidak Disisakan
Jauh lebih baik jika makanan beku yang sudah diolah langsung dihabiskan sehingga tidak perlu menyimpannya kembali dalam kulkas atau freezer. Sebab, proses menyisakan dan menyimpan kembali makanan beku tersebut akan menghilangkan nutrisi yang ada di dalamnya. Belum lagi risiko munculnya bakteri setelah kemasan makanan tersebut dibuka.
 

Share this article?

MUST SEE