< FYI

17 Fakta tentang Jakarta yang Lagi Ulang Tahun!

17 Fakta tentang Jakarta yang Lagi Ulang Tahun!

FYI

Dirgahayu ke-489, Jakarta! Spesial untuk merayakan ulang tahun Kota Jakarta hari ini, Check In Jakarta membagikan 17 fakta menarik tentang Jakarta yang bisa Anda simak di bawah ini!

1. Nama Jakarta Sudah Berganti Sebanyak 10 Kali
Nama Kota Metropolitan ini berawal dari Sunda Kelapa. Kemudian berganti nama secara berturut-turut mulai dari Sta Batavia, Gemeente Batavia, Stad Gemente Batavia, Betshu Shi, sampai menjadi Jakarta Toko. Setelah Indonesia merdeka, nama kota yang sekarang juga dikenal dengan sebutan The Big Durian ini berganti lagi menjadi Jakarta, Kota Praja Jakarta, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, dan kemudian akhirnya menjadi nama yang sekarang kita kenal: Jakarta.

2. Tempat Lambang Burung Garuda Pertama Diperkenalkan
Lambang burung Garuda pertama kali diperkenalkan di Hotel Des Indes pada tahun 1950 oleh Presiden Soekarno. Sayangnya pada tahun 1971, hotel bersejarah yang terletak di Jalan Gajah Mada ini dihancurkan untuk pembangunan pusat perbelanjaan Duta Merlin.

3. Lambang DKI Jakarta Dibuat oleh Gubernur ke-6 Jakarta
Beliau adalah Bapak Henk Ngantung, yang juga merupakan seorang seniman dan Gubernur ke-6 Jakarta yang membuat lambang DKI Jakarta.

Photo source: http://www.jakarta.go.id

4. Kota Teraktif di Twitter & Penyumbang Trending Topic
Berdasarkan data Forbes, Jakarta adalah salah satu pengguna Twitter paling aktif dan juga sering menyumbangkan trending topic. Hmmm…

5. Maskot Pertama Jakarta Bukan Monas!
Monumen Nasional alias Monas yang sekarang dikenal sebagai landmark Jakarta ternyata bukan maskot Jakarta yang pertama, melainkan patung Burung Elang Bondol dan Salak Condet di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang ditetapkan pada tahun 1989. Seiring dengan dibangunnya gedung dan pemukiman, maskot ini pun ikut menghilang bersama pepohonan rindang Jakarta.

Photo source: http://5berita.com

6. Empunya Salah Satu Pasar Grosir Terbesar di Dunia
Pasar Tanah Abang yang dibangun pada tahun 1935 adalah salah satu dari pasar grosir terbesar di dunia.

7. Stasiun Terbesar se-ASEAN
Stasiun Jakarta Kota atau disebut juga sebagai Stasiun Beos, sempat menjadi stasiun terbesar se-ASEAN karena adanya 580 KRL (kereta rel listrik) yang bolak-balik setiap harinya.

8. Stadion Gelora Bung Karno adalah yang Terbesar di Dunia!
Yup, saat selesai dibangun di tahun 1962, Stadion GBK adalah stadion terbesar di seluruh dunia dengan kapasitas awal sebanyak 100.000 orang.

Photo source: http://www.flickr.com

9. Memiliki Dipo Kereta Api Terbesar di Asia Tenggara
Yup, prestasi ini diraih oleh dipo khusus KRL di Depok, Jakarta Selatan.

10. Salah Satu Kota dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak
Jakarta berada di posisi ke-17 dari 40 kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia.

Photo source: http://www.flickr.com

11. Punya Kampung Terindah
Kampung Rawa di Jakarta Pusat berhasil dinobatkan sebagai Kampung Terindah di Asia versi CNNgo pada tahun 2012.

12. Pemenang Piala Bangun Praja
Di tahun 2010, kota ini pernah memenangi Piala Bangun Praja sebagai kota terbersih dan terindah. Thanks to kawasan Menteng dan Kebayoran Baru!

13. Mall Dimana-mana!
Tak heran, karena pada tahun 2015 lalu saja sudah terhitung lebih dari 173 mall tersebar di penjuru kota. Karena jumlah ini pun, Jakarta disebut sebagai kota yang memiliki mall terbanyak di dunia, lho!

14. Surganya Museum
Tak hanya dikenal sebagai empunya mall terbanyak, Anda pun akan puas berwisata historis di Jakarta dengan 47 museumnya.

Photo source: http://www.flickr.com

15. Eits, Kita Masih Punya Hutan, kok
Di antara ramainya gedung pencakar langit, Jakarta masih memiliki Hutan Muara Angke, Hutan Srengseng, dan Hutan Kota Tebet.

16. Gubernur Lahir di Jakarta
Dari 17 gubernur Jakarta, hanya Soerjadi Sudirja dan Fauzi Bowo yang lahir di Jakarta serta hanya Fauzi Bowo yang memiliki darah Betawi asli.

17. Tata Kota Las Vegas
Kota yang sekarang Anda jelajahi ini terinspirasi dari tata kota Las Vegas yang diterapkan oleh Gubernur ke-9 Jakarta, Ali Sadikin, untuk mengembangkan pariwisata di Jakarta.