< Street Food

3 Hal yang Membedakan Gado-Gado Kampung Tugu Dari yang Lainnya

3 Hal yang Membedakan Gado-Gado Kampung Tugu Dari yang Lainnya

Street Food

Kampung Tugu, yang berlokasi di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, memang memiliki kebudayaan lokal yang khas, tak terkecuali kulinernya. Wajar saja, karena sejak tahun 1661 hingga beberapa lama, bangsa Portugis sempat menetap di kawasan ini.

Salah satu kuliner khas yang diwariskan adalah gado-gado Kampung Tugu. Meski, gado-gado merupakan makanan khas Jakarta, namun gado-gado Kampung Tugu memiliki resep yang membedakannya dengan gado-gado Jakarta pada umumnya. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Menggunakan Bahan Tambahan pada Bumbu
Gado-gado Kampung Tugu menggunakan beberapa bahan tambahan pada bumbu, yakni santan, kencur, dan kemiri. Bahan-bahan tersebut digunakan untuk memberikan rasa yang lebih gurih. Gado-gado pada umumnya tidak menggunakan bahan-bahan ini, hanya menggunakan bumbu kacang dengan tambahan garam dan lada.

2. Menggunakan Bayam dan Kol Mentah
Adapun sayuran yang digunakan juga unik, lazimnya gado-gado menggunakan kangkung, namun gado-gado Kampung Tugu menggantinya dengan bayam. Selain bayam, sayuran lainnya yang digunakan adalah kacang panjang, tauge, dan wortel yang direbus terlebih dulu. Namun, lain halnya dengan kol yang dibiarkan mentah agar gado-gado terasa lebih renyah.

3. Menggunakan Cuka
Umumnya, gado-gado juga menggunakan jeruk nipis atau limo agar memberikan aroma yang kuat. Namun, hal ini tidak berlaku pada gado-gado Kampung Tugu. Warga Kampung Tugu lebih memilih menggunakan cuka masak agar menghasilkan rasa asam yang meresap. Tenang saja! Meski menggunakan cuka, namun gado-gado ini tidak mengeluarkan bau.

Untuk penyajiannya, sayuran dengan saus kacang ini tidak diaduk menjadi satu seperti pada umumnya. Saus kacang disiram di atas sayuran yang sudah tertata, lalu diberikan potongan-potongan telur rebus, tahu, dan kentang. Bagaimana? Anda tertarik mencoba?