< Tips

5 Cara Ampuh untuk Bangkit Setelah Bangkrut

5 Cara Ampuh untuk Bangkit Setelah Bangkrut

Tips

Tidak ada satupun pebisnis yang menginginkan usahanya gulung tikar. Bangkrut kemudian menjadi momok yang sangat menakutkan bagi mereka. Terutama bagi yang baru pertama kali merintis bisnisnya. Sebetulnya, dalam berbisnis, risiko bangkrut sama besarnya dengan risiko sukses.

Rasanya, hampir semua pebisnis setuju jika tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Terkadang, tidak jarang mereka harus melalui beberapa kali kegagalan sebelum akhirnya mengecap buah manis perjuangan. Dari setiap kegagalan yang mau tidak mau dihadapi, seharusnya ada pelajaran yang dapat dipetik.

Sebut saja Bill Gates, salah satu tokoh inspiratif yang merasakan pahitnya kegagalan sebelum berhasil dengan perusahaan Microsoft yang dirintisnya. Salah satu sosok orang terkaya di dunia sekaligus dermawan ini populer berkat hasil produknya yang revolusioner, Microsoft.

Di tahun 1970, Gates mencoba peruntungan dengan membangun usaha bernama Traf-O-Data bersama rekannya. Perusahaan tersebut sama-sama bergerak di bidang informatika. Sayang seribu sayang, produk yang awalnya ditujukan untuk mengolah data volume lalu lintas berdasarkan jumlah kendaraan harus gagal sebelum berkembang.

Gates tidak menyerah begitu saja, dirinya berhasil bangkit kembali dan mencoba peruntungan kedua kalinya dengan Microsoft. Beruntung, Microsoft berhasil dikenal sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh abad ini.

Nasib yang sama pun sempat dirasakan Steve Jobs. Di usia yang masih terbilang belia, sekitar 20 tahun, Jobs berhasil membangun perusahaannya sendiri, Apple. Tak butuh waktu lama pula bagi Jobs untuk mempertebal pundi-pundi penghasilannya.

Namun, bukan berarti kesuksesan yang diraihnya luput dari yang namanya kendala. Jobs sempat terlibnt konflik dengan rekan kerjanya saat menjabat di jajaran direksi. Sangat disayangkan, Jobs harus dipukul mundur dari perusahaan yang ia bangun sendiri.

photo source: www.pixabay.com

Meski demikian, Jobs tidak lantas putus asa. Beberapa tahun pasca pemecatan dirinya, tahun 1985, Jobs kembali membangun perusahaan bernama NeXT sebagai wadah hasil karyanya. Kehebatan Jobs berinovasi memang tidak perlu dipertanyakan lagi. Melihat NeXT sebagai ancaman besar, Apple akhirnya mengalah dan menarik Jobs kembali untuk bergabung.

Tidak berhenti pada niat untuk menarik Jobs kembali, Apple kemudian membeli NeXT. Dengan dibelinya perusahaan kedua milik Jobs tersebut membuktikan bahwa kontribusi Jobs sangatlah besar di bidang yang ditekuninya sejak remaja.

Nah, tokoh yang terakhir ini membuktikan bahwa kesuksesan tidak mengenal usia. Bagi Anda yang gemar menyantap makanan cepat saji dengan gambar tokoh yang sangat familiar, Kentucky Fried Chicken (KFC) pasti tahu siapa tokoh yang dimaksud.

Ya, Colonel Sanders yang Anda kenal lewat logo restoran KFC bukanlah kakek-kakek biasa. Kakek yang lahir di tahun 1890 silam ini merupakan pendiri KFC. Selama bertahun-tahun Sanders berusaha menemukan resep ayam goreng terbaik yang dapat dinikmati oleh keluarganya.

Usaha Sanders berbuah manis, pada tahun 1930-an, Sanders berhasil menemukan resep terbaik untuk ayam goreng. Di tahun yang sama Sanders memutuskan untuk membuka restoran ayam goreng pertamanya.

Meski hanya menjual ayam goreng sebagai menu utama dan andalan, restoran sederhana milik Sanders populer di kalangan masyarakat setempat. Tempatnya bahkan selalu terlihat ramai dikunjungi penikmati ayam goreng.

Di usia ke-75, Sanders baru memutuskan untuk menjual usaha yang telah dirintisnya sejak muda tersebut. Keputusan yang diambil di usia yang bisa dibilang tak produktif lagi ternyata berbuah manis. Berkat keputusan Sanders, kini, KFC menjadi salah satu restoran cepat saji yang terkenal di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Mental yang luar biasa menjadikan mereka kuat, bangkit kembali dan memulai bisnisnya. Anda merasakan adanya kesamaan dengan tokoh-tokoh di atas? Berikut cara ampuh untuk kembali bangkit setelah mengalami kegagalan atau bangkrut.

1. Ketahui penyebab kegagalan

photo source: www.pixabay.com

Setelah bisnis yang Anda rintis tak kunjung mendatangkan hasil, bahkan mengindikasikan kegagalan, hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Hal apa yang menyebabkan bisnis Anda tidak dapat berjalan dengan baik bahkan jatuh? Apakah berkaitan dengan cara Anda mengelola modal? Atau strategi pemasaran yang tidak maksimal?

Membangun bisnis dari nol memang bukan perkara mudah. Anda tentu butuh lebih dari sekadar modal atau latar belakang bisnis yang kuat. Biasanya, usaha yang dibangun dari nol dan mengalami kemunduran karena hal sepele yang tak disangka-sangka. Ketahui apakah ada faktor internal yang mempengaruhi bisnis Anda sehingga mengalami kebangkrutan.

Pebisnis yang memulai usahanya dari nol seharusnya memiliki kewenangan mutlak terhadap proses, perkembangan bisnis tersebut. Tidak adanya kontrol penuh terhadap usaha yang dirintisnya kemudian membuat seorang pebisnis terpuruk dalam kegagalan. Sangat umum terjadi pada pebisnis yang tidak 100% fokus pada usahanya. Mereka terlalu mempercayakan segala sesuatu pada pegawainya, tanpa mengawasi atau memberikan perhatian ekstra. Tanpa adanya pengawasan, potensi baik untuk mengembangkan usaha lewat begitu saja dari hadapan Anda.

Kurang berinovasi untuk mengantisipasi perkembangan zaman juga bisa menjadi penyebab utama runtuhnya bisnis yang Anda bangun dari nol. Belajarlah dari kegagalan yang dialami oleh Kodak. Kodak terbukti tidak mampu melawan arus digitalisasi dalam dunia fotografi sehingga membuat dirinya tergerus zaman dan semakin tidak populer.

Kodak terbukti melewatkan peluang bisnis besar dengan bertransformasi menggunakan layanan daring baik untuk mengedit maupun menyimpan gambar. Kodak hanya memfokuskan diri pada perangkat, padahal teknologi digital juga perlu diperhatikan bahkan diperbaiki secara maksimal.

Dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa fleksibilitas dan inovasi merupakan dua hal penting yang selalu berjalan beriringan. Produk yang Anda jual tentu butuh dikembangkan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat menarik pasar dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Sering berjalannya waktu, kebutuhan konsumen semakin beragam. Persaingan dengan kompetitor pun semakin sengit. Sebagai seorang pebisnis Anda wajib memiliki strategi untuk dapat melayani konsumen dengan baik sekaligus mengetahui produk apa yang saat ini dibutuhkan atau setidaknya mengikuti tren. Dengan demikian Anda tidak terus menerus jalan di tempat dengan produk terbatas.

2. Perbaiki sistem keuangan

photo source: www.divinedebtfreedom.com

Tidak sedikit pula pebisnis yang gagal hanya karena masalah pengelolaan uang. Produk yang ditawarkan sudah bagus, mengikuti tren saat ini, pemasarannya pun maksinal, namun cash flow-nya kurang diperhatikan dengan baik.

Menurut riset yang dilakukan oleh Top Coach Indonesia, setidaknya 8 dari 10 orang pebisnis tidak memperhatikan cash flow, mereka cenderung menitikberatkan pada profit (keuntungan) semata.

Lembaga di Amerika Serikat bernama CB juga mengungkapkan bahwa kehabisan uang untuk menggerakan roda bisnis menjadi salah satu dari puluhan alasan utama yang menyebabkan banyak pebisnis gagal.

Jika sudah begitu, apa yang dapat Anda lakukan?

Untuk memperbaiki kondisi keuangan adalah mengetahui kondisi keuangan dalam keadaan baik-baik saja, ketahui berapa jumlah hutang, jumlah investasi, apakah Anda memiliki pos-pos keuangan (anggaran)?

Jika jumlah hutang lebih besar dari jumlah investasi, yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan penjualan produk untuk menutup hutang usaha. Lebih gencar lagi dalam melakukan promosi secara daring, seperti lewat media sosial untuk menghemat anggaran iklan (jika sebelumnya beriklan secara offline).

3. Miliki Asuransi

photo source: www.bankruptcysoapbox.com

Anda mungkin termasuk salah satu pebisnis yang meragukan fungsinya asuransi. Dalam sebuah teori perencanaan keuangan, asuransi merupakan salah satu cara efektif untuk mengelola risiko bangkrut.

Dengan kata lain, jika Anda mendaftarkan asuransi untuk bisnis yang dijalani, secara tidak langsung risiko bangkrut dipindahkan ke perusahaan asuransi. Contohnya, Anda membeli asuransi mobil saat menjalani bisnis antar jemput anak sekolah. Jika terjadi sesuatu dengan mobil yang Anda miliki sehingga menimbulkan kerugian finansial yang besar, maka kerugian tersebut ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Contoh lain, bisnis properti seperti kost atau kontrakan yang Anda rintis mengalami musibah, kebakaran sehingga menderita kerugiaan yang tidak sedikit. Belajar dari musibah tersebut, Anda wajib memiliki asuransi properti untuk melindunginya. Perihal properti, jangan ragu untuk memperluas tanggungan yang menjamin lebih banyak risiko, misalnya terkena banjir, badai, gempa bumi bahkan pencurian. Perlindungannya tidak sebatas bangunan, namun juga harta dan benda yang terdapat di dalam properti tersebut.

4. Perluas Jaringan Pertemanan

photo source: www.dcdmlawgroup.com

Jika saat ini Anda termasuk orang yang kurang bersosialisasi dalam kehidupan pribadi maupun bisnis, tidak ada salahnya untuk memperluas jaringan pertemanan. Salah satu ciri orang sukses adalah memiliki jaringan pertemanan (bisnis) yang luas. Namun, meski terlihat memiliki banyak jaringan, bukan berarti menjamin seseorang akan sukses dengan mudah.

Untuk memaksimalkan jaringan bisnis yang Anda miliki, tentu harus terus menerus dikembangkan, semakin banyak mengenal orang, semakin besar peluang dan kesempatan untuk mencari solusi dari keterpurukan, baik berupa saran maupun modal sehingga dapat kembali merintis usaha baru.

Ada beberapa tempat yang cocok untuk memperluas jaringan bisnis Anda, seperti perkumpulan hobi, klub olahraga, arisan, pesta, kegiatan keagamaan serta media sosial. Dengan kata lain, untuk memperluas jaringan, Anda harus lebih sering ke luar rumah dan menemui lebih banyak orang.

Percayalah, orang yang Anda kenal bisa saja memiliki pengaruh besar dalam kesuksesan yang Anda impikan, tidak ada seorang pun di dunia ini yang mencapai kesuksesan tanpa bantuan dari orang lain.

5. Kembali berbisnis

photo source: www.pixabay.com

Mengalami kegagalan bukan berarti Anda harus berhenti bermimpi. Terutama bagi Anda yang memiliki hasrat di bidang bisnis dan tidak terlintas sedikitpun untuk mempekerjakan diri untuk orang lain. Jika sumber penghasilan Anda hanya berasal dari bisnis yang selama ini Anda jalani dan sempat mengalami kebangkrutan, Anda dapat memulai kembali bisnis baru dengan modal yang jauh lebih kecil, dengan kata lain berbisnis sesuai dengan jumlah investasi (tabungan) yang saat ini Anda miliki.

Sebelum memulai, pastikan membuat anggaran keuangan, miliki pos-pos keuangan agar jelas kemana larinya uang yang Anda keluarkan. Fungsi laporan anggaran sangatlah vital bagi kelangsungan bisnis baru Anda, salah satunya mengevaluasi kinerja bisnis agar dapat mengambil keputusan terkait strategi bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya.

Setidaknya ada tiga hal sederhanya yang perlu diperhatikan saat membuat laporan anggaran. Catat apapun pemasukan dan pengeluaran bisnis Anda, paling tidak Anda memiliki cash flow (aliran kas), profit (keuntungan) dan lost (rugi).

Cash flow sendiri merupakan catatan harian berisi pengeluaran dan pemasukan dari bisnis baru yang Anda rintis. Setiap mengeluarkan dan menerima uang harus dicatat. Catatan tersebut menjadi bahan dasar analisis. Sebaiknya siapkan dua buku berbeda, untuk pengeluaran dan pendapatan. Keduanya bermanfaat untuk menberi informasi berapa banyak modal yang harus Anda setor di awal dan dicadangkan setiap bulan selama menjalankan bisnis.

Selanjutnya, laporan rugi laba. Singkatnya, laporan rugi laba ini berisi pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya lain sehingga diketahui apakah bisnis Anda mendapat keuntungan atau kerugian.

Dari catatan cash flow dan laporan rugi laba, Anda dapat membuat neraca setidaknya satu tahun sekali. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan bisnis Anda dari waktu ke waktu. Awal merintis, neraca perusahaan hanya terdiri dari modal awet, aset dan utang. Semakin lama, aset perusahaan dapat bertambah, begitu pula dengan utang piutang.

Lantas, bisnis sederhana apa yang dapat Anda mulai setelah menelan pil pahit? Anda bisa menjadi reseller bisnis online (daring) dengan risiko yang jauh lebih kecil. Pasalnya, reseller online saat ini menjadi aktivitas untuk mencari penghasilan tambahan melalui dunia maya yang tengah digandrungi.

Reseller online mampu mendatangkan keuntungan besar dengan risiko kegagalan yang jauh lebih kecil. Untuk menjadi reseller online, Anda bisa berjualan dan mempromosikan barang yang dijual tanpa harus menyetoknya terlebih dahulu.

Keuntungan yang diperoleh dengan menjadi reseller online antara lain:

Keuntungan

Berbicara keuntungan, reseller online, Anda akan mendapat cukup banyak keuntungan apabila transaksi yang dijalai disertai dengan kejujuran antara pemasok, Anda sendiri sebagai reseller dan konsumen.

Anda tentu tidak perlu susah payah membuat produk sendiri, dan tidak perlu pusing untuk meng-update setiap produk karena sudah menjadi tanggung jawab pemilik produk (pemasok).

Waktu

Reseller online dapat dilakukan paruh atau purna waktu. Untuk efisiensi waktu, Anda wajib menjalin kerja sama yang baik dengan para pemasok.

Meningkatkan relasi

Sebagai seorang reseller, Anda tentu tidak dapat membatasi hubungan hanya dengan satu pemasok saja. Reseller online membuka jalan Anda untuk memiliki lebih banyak relasi yang mungkin saja dapat diajak bekerja sama dalam kesempatan bisnis lain.

Bebas menentukan harga

Seorang reseller bebas menentukan harga jualnya sendiri, sehingga margin keuntungan lebih besar, bergantung dari seberapa banyak Anda mengambil untung dari produk yang dijual. Yang perlu diingat, ketahui harga yang ditawarkan oleh kompetitor (reseller) lain agar konsumen Anda tidak pindah ke lain hati karena harga yang Anda tawarkan tidak terjangkau dengan kantong-kantong mereka.

Pengetahuan luas

Menjadi reseller tentu akan diberondong banyaknya pertanyaan oleh calon konsumen. Meski demikian jangan takut sebelum mencoba. Anda dapat menggali lebih banyak informasinya dengan melihat langsung produk fisik yang Anda tawarkan pada calon konsumen. Selain bertanya pada pemasok, Anda juga dapat menganalisanya sendiri atau mencari tahu informasi barang tersebut melalui teknologi pencarian daring seperi Google dan lainnya.

Butuh pengorbanan besar untuk dapat mengecap manisnya kesuksesan. Bagi Anda yang saat ini sedang berjalan di dalam tahap membangun usaha sendiri, namun belum juga mencapai keberhasilan, jangan menyerah! Jadikan cerita kegagalan tokoh-tokoh inspiratif di atas sebagai pemicu semangat.