< FYI

5 Etiket Menginap di Hotel

5 Etiket Menginap di Hotel

FYI

Wisatawan sering mengharapkan mendapatkan akomodasi dan fasilitas yang memuaskan selama mereka menginap di hotel atau penginapan lainnya. Tapi sama halnya dengan wisatawan yang datang sebagai tamu, karyawan hotel pun juga mengharapkan hal yang sama, mendapatkan tamu yang menyenangkan.

Di sebagian besar kasus, jika Anda memperlakukan staf hotel dengan sikap yang benar-benar positif, Anda akan mendapatkan respon yang sangat positif. Namun, para ahli mengatakan, Anda juga bisa membuat kesalahan saat menginap di hotel tanpa disadari. Dan bersikap kasar pada staf hotel saat ada masalah, hanya akan membuat situasi lebih buruk. Berikut cara membuat pengalaman hotel yang menyenangkan baik untuk Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

1. Interaksi dengan Karyawan Hotel
Kecemasan saat traveling kadang-kadang dapat terbawa ke meja check-in di lobi hotel. Tetapi cara Anda memperkenalkan diri saat berjalan ke hotel dapat mengatur suasana selama Anda menginap.

Di saat banyak orang berpikir dengan mengeluh akan membuat mereka mendapatkan lebih banyak bantuan atau peningkatan, tapi ternyata dengan bersikap ramah dan hormat justru menjadi cara paling tepat untuk mendapatkan pelayanan terbaik. “The nicer guests are, the more they get.”

2. Memberikan Tip
Beberapa pakar industri menyarankan jumlah tip tergantung pada sejumlah faktor, seperti jenis hotel tempat Anda menginap, lama menginap dan berapa banyak kekacauan yang Anda tinggalkan. Beberapa mengatakan ada standar yang ditetapkan. American Hotel and Lodging Association merekomendasikan sekitar 1-5 dolar AS atau sekitar Rp 15.000 – Rp 70.000 per malam.

Masalahnya adalah, tidak semua orang tahu bahwa tip untuk housekeeping itu diharapkan atau tidak. Tetapi jika Anda yakin memberikan tip, di mana Anda harus meninggalkannya? American Hotel and Lodging Association merekomendasikan untuk meninggalkan tip di dalam amplop atau di sebelah catatan untuk menandakannya. Beberapa ahli juga menyarankan untuk meninggalkan tip di tempat tidur atau bantal.

3. Benda yang Boleh Dibawa Pulang
Untuk sebagian besar, hotel tak masalah jika Anda mengambil barang-barang seperti sampo dan botol lotion, atau bahkan pena dan buku catatan dari meja, Tetapi barang-barang yang lebih besar seperti tas penyemir sepatu, tas binatu, gantungan baju dan handuk harus tetap ada di kamar, bahkan hotel tidak akan meminta bayaran jika Anda ingin membawanya.

Banyak orang mengambil baterai, padahal sebenarnya itu tidak diizinkan. Meski demikian, hotel tidak akan mengenakan biaya untuk itu. Itulah sebabnya salah satu hal yang diminta dilakukan oleh housekeeping adalah menyalakan televisi menggunakan remote control sebagai bagian dari daftar periksa mereka untuk memastikan baterai ada di dalamnya.

Jadi benda apa saja yang akan dikenakan denda jika tamu membawanya? Apa pun yang merupakan bagian dari perabotan atau perlengkapan. Seperti selimut dan bantal yang merupakan barang paling mahal di kamar. Hotel kemungkinan akan membebankan biaya denda jika Anda membawanya. Mengambil jubah mandi juga tidak diperbolehkan, dan akan dikenakan denda jika Anda mengambilnya.

4. Cara Mengeluh
Stres yang meningkat saat traveling dapat berkontribusi pada ledakan dari tamu, dan karyawan hotel adalah orang-orang yang harus berurusan dengan serangan balik dari insiden yang seringkali di luar kendali mereka.

Saat Anda menginap di hotel dan terjadi kesalahan, karyawan berharap para tamu dapat membicarakannya secara langsung dengan mereka, daripada menuangkan keluhan mereka di media sosial atau situs-situs perjalanan. Padahal sebenarnya, masalah tersebut akan lebih mudah ditangani jika dibicarakan secara langsung.

5. Perhatikan Kamar Sebelum Check-out
Sejatinya karena telah membayar, berarti Anda boleh menggunakan fasilitas hotel sesuka hati. Namun, alangkah baiknya jika fasilitas yang sudah disediakan tersebut tetap dijaga kondisinya. Jadilah tamu yang bertanggung jawab dan tidak semena-mena, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak menaruh barang sembarangan, dan tidak merusak barang. Sikap-sikap seperti itu setidaknya juga dapat membantu pekerjaan staf housekeeping yang harus mengejar waktu membersihkan kamar-kamar lainnya.