< Business

5 Hal Sepele Penyebab Kegagalan Bisnis yang Harus diwaspadai

5 Hal Sepele Penyebab Kegagalan Bisnis yang Harus diwaspadai

Business

Kegagalan dalam menjalani sebuah bisnis tidak hanya dapat dialami oleh pebisnis pemula, bahkan pebisnis yang telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya berkecimpung di dunia bisnis tidak luput dari bayang-bayang kegagalan. Kegagalan dalam bisnis memang menjadi momok yang menakutkan, namun siapa sangka jika kegagalan tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi mereka agar dapat bangkit kembali dan semangat meraih kesuksesan.

Setiap orang yang memutuskan untuk berkecimpung di dunia bisnis tentu tidak ingin mengecap pahitnya kegagalan. Menang butuh usaha dan strategi khusus untuk dapat mengembangkan bisnis secara maksimal dan mengupayakan agar bisnis yang dijalani tidak gagal.

Meski gagal dalam berbisnis, namun tidak sedikit orang yang bangkit dan semangat memulai kembali. Mental, komitmen dan semangat yang besar memang diperlukan sebelum berkecimpung di dalam dunia bisnis. Selain itu, sebelum memulai bisnis ada baiknya mewaspadai berbagai hal yang diprediksikan dapat membuat bisnis gagal di tengah jalan, seperti yang tertera di bawah ini.

1. Perencanaan Tidak Matang

photo source: pixabay.com

Sebanyak apapun modal yang Anda miliki, jika perencanaan tidak disusun secara matang, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat bisnis yang Anda rintis terpaksa harus gulung tikar. Sebelum memutuskan untuk berbisnis, kenali alasan Anda membangun bisnis. Apakah ingin menghasilkan lebih banyak uang agar cepat kaya?

Sangat manusiawi jika Anda bercita-cita meraup keuntungan sebanyak-banyaknya agar cepat kaya dalam berbisnis, namun menjadi kaya tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat. Hingga dikatakan sebuah bisnis itu merasakan manisnya kesuksesan harus melewati proses yang panjang dan tidak singkat, termasuk tidak mudah menyerah saat menghadapi kendala dan senantiasa bekerja keras.

Selain alasan konkrit, ketahui apakah Anda memiliki passion besar pada bisnis yang akan Anda geluti. Sebab, melakukan hal yang sama berulang kali membuat kebanyakan orang bosan. Jika Anda termasuk orang yang mudah bosan, pikirkan kembali sebelum memutuskan untuk berbisnis.

Hal lain yang juga harus Anda lakukan sebelum membuat perencanaan bisnis adalah menyurvei sekaligus memastikan bahwa produk yang Anda tawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, Anda sudah siap menghadapi kegagalan secara mental agar mau bangkit, belajar dari kesalahan dan berusaha membangun binis Anda kembali jika menghadapi kendala.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk perencanaan bisnis Anda, setidaknya rencana yang Anda buat harus tepat dan dipikirkan dengan matang. Perencanaan yang Anda buat sebagai fondasi untuk menentukan bagaimana bisnis Anda dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan mencapai target (sukses).

Di samping itu, perencanaan juga berguna sebagai alat kendali semua kegiatan yang berjalan. Dengan begitu, Anda dapat menentukan dan menjalani kegiatan apa saja yang perlu atau tidak perlu dijalani. Jika berjalan teratur sesuai dengan tahap perencanaan yang telah ditentukan, nantinya hal ini akan berdampak baik pada bisnis yang Anda jalani.

Business plan (rencana bisnis) sendiri merupakan tujuan-tujuan dari sebuah bisnis yang dibuat secara tertulis lengkap dengan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan kata lain, rencana bisnis mencakup visi (tujuan), cara mencapai tujuan, siapa saja yang terlibat serta target waktu yang diperlukan hingga bisnis yang Anda rintis mencapai kesuksesan.

Sebab, merintis usaha bukan hanya sekedar memproduksi barang atau jasa, namun juga harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, berapa banyak barang atau jasa yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Anda memang tidak harus ahli di bidang bisnis yang Anda rintis, namun setidaknya, memiliki fondasi dan minat yang besar. Bisnis bukan sekadar usaha coba-coba, ketika memutuskan untuk berbisnis, Anda harus siap menghadapi banyak tantangan yang dapat menguras tenaga dan pikiran.

Untuk skala kecil atau besar, panduan sederhana lain yang dapat dijadikan dasar pembuatan sebuah rencana bisnis antara lain, jenis usaha, lokasi, besarnya modal, gambaran laba dan rugi, strategi, serta evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Gambaran laba dan rugi merupakan pedoman dalam menjalankan bisnis, Anda harus dapat menentukan berapa besarnya laba per bulan, berapa banyak target penjualan dan perkiraan biaya operasional. Agar tercapai laba yang diinginkan, imbangi dengan strategi bisnis yang baik.

Sama seperti gambaran (proyeksi) laba dan rugi, evaluasi secara berkala juga tidak dapat dipandang sebelah mata, ketika bisnis yang Anda rintis sudah berjalan, evaluasi sangat perlu dilakukan. Evaluasi bertujuan untuk melihat apakah semuanya berjalan sesuai dengan rencana bisnis yang Anda buat atau tidak. Apakah waktu bisnis sesuai dengan laba yang dihasilkan, dari situ Anda dapat membenahi hal-hal yang memang tidak sesuai dengan rencana bisnis. Evaluasi dapat dilakukan secara berkala, misal setiap tiga atau enam bulan sekali.

2. Lokasi Tidak Strategis

photo source: pixabay.com

Lokasi (tempat) merupakan faktor penting yang tidak dapat dianggap sepele. Untuk kesuksesan bisnis, Anda tentu harus menemukan tempat yang cocok untuk bisnis yang Anda jalani. Jangan malas melakukan survei ke berbagai lokasi (tempat) setiap harinya selama beberapa bulan. Adapun faktor penting untuk menentukan lokasi bisnis (usaha) yang tepat dan strategis adalah dengan menerapkan beberapa tips ini. Yang pertama, pilih lokasi usaha yang mudah dilihat dan dijangkau. Menempati area yang mudah dilihat banyak orang sudah pasti menguntungkan. Hal tersebut memudahkan Anda untuk melakukan promosi, sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk promosi dapat dipangkas dan digunakan untuk kebutuhan lain.

Tidak dapat dipungkiri jika lokasi usaha yang strategis akan dibanderol dengan harga mahal oleh pemiliknya. Kedua, sebelum memutuskan, perhitungkan dengan matang, pertimbangkan apakah setiap keuntungan bulanan mampu memenuhi kebutuhan sewa dan biaya operasional atau tidak. Ketiga, meski berada di area yang ramai dilalui banyak orang, bukan jaminan usaha Anda akan sukses. Area parkir yang memadai juga perlu diperhatikan untuk kenyamanan pengunjung. Faktor akses untuk memudahkan pengunjung menjangkau produk atau jasa yang Anda tawarkan memang berpengaruh besar terhadap bisnis yang Anda jalani.

3. Manajemen Buruk

photo source: pixabay.com

Kesalahan umum lainnya yang tentu harus diwaspadai saat menjalani bisnis adalah manajemen. Percaya atau tidak, banyak sekali survei yang menyebutkan bahwa manajemen buruk menjadi penyebab utama dalam kegagalan bisnis. Pebisnis baru biasanya kurang berpengalaman soal manajemen bisnis. Oleh sebab itu, pebisnis pemula harus pintar-pintar membaca situasi saat berbisnis.

Yang dimaksud dengan manajemen bisnis adalah serangkaian proses mencakup perencanaan, pengarahan dan pengendalian untuk mencapai tujuan bisnis. Dasar-dasar manajemen bisnis harus dapat dipahami dengan baik oleh orang-orang yang terlibat di dalam bisnis. Setiap bisnis pasti memiliki risiko masing-masing, itu sebabnya target yang ingin dicapai oleh pemiliknya pun berbeda-beda. Untuk dapat mencapai target diperlukan adanya manajemen bisnis yang baik dan matang.

Dasar manajemen bisnis yang pertama adalah sumber daya manusia. Bukan hanya kuantitas, namun juga kualitas. Yang tak kalah penting adalah manajemen produksi, baik dalam bentuk barang maupun jasa untuk kepuasan pasar (konsumen). Umumnya, manajemen produksi direncanakan, dikelola sekaligus dikendalikan berdasarkan sudut pandang konsumen. Itu sebabnya perlu ada survei mengenai barang atau jasa apa yang dibutuhkan oleh pasar saat ini agar tercipta daya tarik.

Bisnis yang Anda jalani juga harus memiliki manajemen keuangan yang dikelola dengan baik. Manajemen keuangan ini berkaitan dengan proses masuk dan keluarnya uang produksi. Jika tidak dikelola dengan baik, pengeluaran bisa lebih tinggi daripada pemasukan sehingga inflasi tidak dapat dihidari, semakin lama bisnis semakin menyusut dan akhirnya bangkrut. Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan dari besarnya modal, namun juga dasar-dasar manajemen bisnis yang baik agar dapat menciptakan kegiatan bisnis yang efisien.

4. Lengah Terhadap Persaingan

photo source: www.waypointprivatecapital.com

Kadang, pebisnis pemula tidak memperhitungkan persaingan di sekitarnya. Bisnis apapun akan selalu ada persaingan. Meski bisnis yang Anda bangun terbilang baru bahkan unik, berbeda dengan kebanyakan bisnis, jangan pernah sekalipun lengah pada setiap potensi pesaing yang akan muncul. Tidak ada salahnya mempelajari kelebihan dan kekurangan pesaing, dari situ Anda dapat membuat strategi pemasaran yang jauh lebih baik. Bagi orang-orang yang memang senang bersaing, kompetitor merupakan keuntungan tersendiri.

Mengapa demikian? Mereka menganggap bahwa bisnis merupakan sebuah kompetisi menyenangkan yang dapat mendatangkan keuntungan dengan kreativitas dan daya saing tinggi. Jadikan kompetitor sebagai motivasi untuk terus menerus berinovasi. Bisnis apapun yang Anda jalani layaknya mengayuh sepeda, agar sepeda dapat terus berjalan dan tidak terjatuh Anda tentu harus terus mengayuh.

Terus berpikir kreatif untuk menelurkan ide-ide segar dalam inovasi produk dan pelayanan. Fokus pada tujuan akhir, bukan fokus untuk mengalahkan kompetitor. Singkatnya, terus kembangkan produk-produk baru, terus lakukan inovasi karena bukan mustahil kompetitor berhasil menyamai bahkan mengungguli bisnis yang Anda geluti.

5. Berbisnis dengan Orang yang Salah

photo source: pixabay.com

Berikutnya, yang menjadi faktor penyebab runtuhnya bisnis yang Anda geluti adalah menjalin kerja sama bisnis dengan orang yang salah. Sebelum memutuskan untuk merintis bisnis dengan orang lain, termasuk keluarga, sahabat atau bahkan pasangan sendiri, cermati lebih jauh lagi mengenai visi dan misinya.

Pastikan jika mereka yang Anda ajak kerja sama merupakan pribadi yang setidaknya memiliki tujuan yang sama, meraih keberhasilan dan menambah penghasilan. Minimal memahami apa risiko-risiko bisnis yang akan digeluti. Sebab, bisnis bukanlah sekadar coba-coba yang mengandalkan keberuntungan semata. Butuh niat, komitmen, kerja keras dan inovasi agar target dan hasil finansial dapat diperoleh di kemudian hari.

Jangan mudah percaya orang lain, apalagi jika calon partner tidak memiliki skill yang memang dibutuhkan dalam bisnis yang akan Anda rintis. Hal ini dapat menjadi bumerang sendiri di kemudian hari. Namun, bukan berarti Anda harus merasa takut bekerjasama dengan orang lain. Akan lebih baik tidak membuang tenaga dan waktu untuk bekerjasama dengan orang yang memang tidak cocok dengan kepribadian, visi dan misi Anda.

Menurut Jack Canfield, penulis buku best seller berjudul The Success Principles ada dua kriteria yang harus Anda tetapkan saat hendak menjalin kerja sama dengan orang lain. Pertama, Anda harus yakin bahwa Anda menyukai dan mempercayai orang tersebut. Kedua, orang yang Anda ajak kerja sama harus dapat memberikan sesuatu yang berbeda.

Di sisi lain, Tai Lopez, seorang investor menyebutkan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu selama satu tahun untuk mengenal partner bisnis Anda. Menurut Lopez, sama halnya seperti berkencan, orang akan menunjukkan sifat aslinya setelah satu tahun mengenal satu sama lain. Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menjalin kerja sama. Pastikan, masing-masing pihak yang nantinya akan terlibat mengerti tanggung jawabnya. Jika tidak begitu, Anda akan berada di sebuah situasi di mana semua tanggung jawab akan dipikul sendiri.

Tidak jauh berbeda dengan Canfield dan Lopez, Chris Plough, penasihat entrepreneur menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin harus memiliki dasar relasi agar berkesinambungan, jangka panjang. Untuk dapat memahami satu sama lain, beri waktu untuk sharing agar rasa percaya satu sama lain tumbuh. Hal tersebut penting dimiliki masing-masing pihak jika suatu hari menghadapi hambatan. Saat sharing jangan ragu mengungkapkan apa yang menjadi harapan Anda dari calon partner. Dengan demikian akan tercipta kerjasama yang sehat, saling menguntungkan satu sama lain dan long lasting.

Apapun jenis usaha yang Anda pilih, akan jauh lebih mudah dijalankan jika Anda dan pihak yang diajak bekerjasama memiliki keahlian di bidang tersebut. Meski bukan keahlian profesional, setidaknya Anda mengerti seluk beluk usaha yang akan digeluti. Berbekal perencanaan dan perhitungan yang matang, pengalaman spesifik dan tentunya komitmen yang kuat, usaha yang Anda geluti tentu tidak akan sulit dijalani.

Anda tidak akan mungkin merasakan manisnya kesuksesan jika masih melakukan hal-hal di atas. Meski sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan hal-hal di atas bukan berarti bisnis yang Anda jalani tidak akan mengalami hambatan. Saat dihadapi dengan masalah, jangan mudah menyerah apalagi putus asa. Seperti kata pepatah, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Saat mengalami kegagalan, dengan bekal pengalaman (kegagalan) yang Anda miliki, jadikan hal tersebut motivasi sekaligus bahan evaluasi.

Tidak sedikit wirausahawan yang jatuh bangun dengan berbagai kendala dan tidak mudah menyerah, seperti Milton Hershey, nama yang tentu sudah tidak asing lagi bagi pecinta cokelat. Ya, Hershey’s merupakan merek cokelat yang sudah mendunia. Hershey pernah mengecap pahitnya kegagalan bahkan hingga tiga kali sebelum akhirnya sukses seperti sekarang ini. Untuk membangun kerajaan bisnis cokelat tersebut Hershey harus melewati banyak rintangan, termasuk dipecat dari pekerjaannya dan membanting tulang untuk membuat usaha (cokelat) nya sendiri.

Hershey memang memiliki passion (minat) besar terhadap camilan manis, seperti permen dan cokelat. Namun, passion nya harus dihadapi dengan berbagai rintangan besar. Tiga kali Hershey berusaha membangun usaha penganan manisnya, namun tiga kali juga ia mengalami kegagalan. Bukannya menyerah apalagi putus asa, Hershey justru terus berinovasi dengan memproduksi cokelat susu dalam jumlah lebih banyak. Siapa sangka jika usahanya tidak sia-sia, cokelat susunya laku di pasaran hingga saat ini.

Kisah Hershey ini membuktikan bahwa kerja keras yang Anda lakukan selama berbisnis tidak akan mengkhianati hasil akhir. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan langkah lain menuju kesuksesan. Meraih kesuksesan dalam hal apapun, termasuk bisnis butuh pengorbanan.Sebab tidak ada yang instan dalam hidup ini. Tidak mengherankan untuk merasakan manisnya kesuksesan, Anda harus mampu melewati berbagai rintangan bahkan terpuruk dalam kegagalan terlebih dahulu.