< Recreation

5 Kawasan di Jakarta untuk Belajar Sejarah

5 Kawasan di Jakarta untuk Belajar Sejarah

Recreation

Sebagai Ibu Kota Indonesia, tentunya Jakarta menyimpan sejarah panjang. Sejak sebelum Indonesia merdeka, Jakarta menjadi pusat pemerintahan Hindia-Belanda dan pusat perniagaan. Ingin mengetahui lebih dalam? Ini 5 kawasan di Jakarta yang menyimpan banyak sejarah. Bahkan masih ada sisa-sisa bangunan bersejarah yang bisa Anda temukan di 5 kawasan ini.

1. Kota Tua, Jakarta Barat
Dulu kawasan ini menjadi pusat pemerintahan Batavia awal, sebelum akhirnya dipindah ke kawasan Weltevreden (kini Medan Merdeka). Beberapa bangunan di kawasan Kota Tua yang hingga kini masih berfungsi antara lain Kantor Gubernur Jenderal VOC yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta, Gereja Lama Belanda yang sekarang menjadi Museum Wayang, Jembatan Merah, Menara Syahbandar, gudang rempah VOC kini Museum Bahari, dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Antara tahun 1835-1870 terjadi wabah yang membuat pusat pemerintahan Hindia-Belanda dipindah ke kawasan Weltevreden.

2. Kampung Tugu, Jakarta Utara
Jika Anda kini mengenal Kampung Bali, Kampung Banda, dan Kampung Tugu di Jakarta, sebenarnya kawasan tersebut mengacu pada sejarah kawasan tersebut dulunya merupakan pemukiman tawanan perang yang disentralisasi oleh Hindia-Belanda, sebagian besar berakhir menjadi budak.

Seperti Kampung Tugu yang hingga kini masih eksis di Koja, Jakarta Utara. Dulunya kawasan ini didiami keturunan tawanan perang Portugis di daerah Malaka. Mereka dibawa oleh Belanda ke Batavia, dijadikan serdadu atau pekerja VOC, dan dipaksa pindah kepercayaan. Sampai saat ini masyarakat Kampung Tugu masih melestarikan bangunan bersejarah seperti Gereja Tugu, keroncong tugu yang tersohor, dan tradisi mandi-mandi.

3. Jatinegara, Jakarta Timur
Pada zaman kependudukan Hindia-Belanda, Jatinegara disebut Mester Cornelis. Dahulu di kawasan ini terdapat Benteng Belanda Mester Cornelis untuk menjaga akses ke arah Buitenzorg (Bogor). Bangunan bersejarah lainnya antara lain Stasiun Kereta Api Jatinegara, Pasar Lama Jatinegara, Gereja GPIB Koinonia, bangunan bekas markas Kodim 0505, rumah langgam Cina, kelenteng, dan bangunan SMP 14 Jatinegara.

4. Blok M, Jakarta Selatan
Sejarah kawasan Blok M terbilang lebih muda dibanding kawasan lain. Blok M dahulu disiapkan oleh Hindia-Belanda sebagai kawasan pemukiman baru bernama Kebayoran Ilir. Membentang dari Blok A sampai S, dengan Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) sebagai pengawas pembangunan kawasan tersebut. Kawasan Blok M sempat menjadi tempat nongkrong favorit bagi anak gaul Jakarta di era '80-'90an.

5. Kawasan Jakarta Pusat
Kawasan yang dimaksud di sini merujuk pada hampir seluruh kawasan Jakarta Pusat saat ini. Termasuk daerah Monumen Nasional, Gambir, Tanah Abang, dan Lapangan Banteng. Sampai saat ini kawasan yang pada zaman Hindia-Belanda bernama Weltevreden masih berfungsi sebagai pusat pemerintahan.

Istana negara berdiri di sini, dengan banyaknya lembaga negara di sekitarnya. Beberapa bangunan bersejarah penting yang masih bisa Anda lihat dalam bentuk asli atau mirip adalah Gedung Kesenian Jakarta, Museum Kebangkitan Nasional yang dulunya merupakan Gedung STOVIA, Rumah Raden Saleh, Lembaga Eijkman, dan masih banyak lagi.