< Street Food

5 Makanan Khas Kampung Tugu yang Wajib Anda Cicipi

5 Makanan Khas Kampung Tugu yang Wajib Anda Cicipi

Street Food

Selama ini, tiap kali membicarakan makanan khas Jakarta biasanya orang langsung teringat dengan kerak telor. Padahal sebenarnya Jakarta menyimpan banyak makanan khas yang tak kalah nikmatnya. Seperti kuliner khas yang ditawarkan Kampung Tugu.

Secara turun temurun, masyarakat Kampung Tugu mendiami Jakarta sejak 300 tahun yang lalu. Sejak saat itu pula mereka menciptakan perpaduan unik antara budaya Portugis dan pribumi. Salah satu hasil akulturasi tersebut bisa Anda rasakan melalui sajian kuliner khasnya. Apa sajakah itu? Yuk, cari tahu di bawah ini!

1. Ketan Unti
Penganan ini terasa nikmat dengan taburan gula jawa dan serundeng di atasnya. Bagi masyarakat Kampung Tugu, ketan unti biasanya hanya disajikan saat ada keluarga yang tengah berduka. Ketan unti disajikan untuk para pelayat yang datang. Karena hal itu, ada yang menyebut nama ketan unti berarti ketan untuk orang mati.

2. Kue Pisang Udang

Photo Source: http://www.nyoozee.com

Kuliner khas Kampung Tugu yang satu ini akan mengingatkan Anda pada kue nagasari karena bentuk keduanya hampir mirip, serta sama-sama terbuat dari tepung beras dan dibungkus menggunakan daun pisang.

Yang membedakan adalah isinya. Jika nagasari biasanya berisi pisang, lain halnya dengan kue pisang udang. Sesuai namanya, makanan ini berisi udang, daun pepaya yang sudah dihaluskan dan bawang goreng. Soal rasa, Anda tak perlu meragukannya. Dijamin membuat Anda ketagihan dengan rasanya yang unik!

3. Apem Kinca
Seperti kue apem pada umumnya, apem kinca juga terbuat dari tepung beras. Yang membedakan hanyalah cara menikmatinya. Kue ini biasanya dinikmati dengan mencocolkan apem ke kinca (gula merah yang dicairkan).

Photo Source: http://www.budaya-indonesia.org/

Baik kue pisang udang dan apem kinca, keduanya akan terasa lebih nikmat jika disajikan bersama kopi pahit.

4. Pindang Seruni
Makanan ini terbuat dari ikan bandeng yang di-ungkep bersama dengan kecap dan berbagai bumbu dapur. Proses pembuatannya sebenarnya hanya sekitar setengah jam, tapi agar bumbu meresap hingga ke dalam dan terasa lebih nikmat, pindang biasanya didiamkan semalaman.

Nama pindang serani sendiri berasal dari kata Nasrani. Karena hidangan ini awalnya dibuat oleh masyarakat Kampung Tugu yang pada saat itu sebagian besar beragama Kristen atau Nasrani.

Photo Source: http://likeship.me

5. Spet Daging
Pada dasarnya spet daging hampir sama dengan semur daging. Warna spet daging yang kehitaman berasal dari kecap manis yang digunakan. Yang membedakan hanyalah spet daging menggunakan asam jawa. Karena itu, begitu Anda mencicipiya, terasa manis dan sedikit rasa masam.

Spet daging yang sebenarnya menggunakan daging babi hutan. Namun, karena sudah tidak ada lagi daging babi hutan di Jakarta, masyarakat Kampung Tugu pun menggantinya dengan daging sapi. Bagaimana? Anda tertarik mencoba? Yuk, mampir ke Kampung Tugu!

Photo Source: http://www.nyoozee.com