< FYI

7 Kemampuan Dasar Manusia yang Akan Hilang Akibat Teknologi

7 Kemampuan Dasar Manusia yang Akan Hilang Akibat Teknologi

FYI

Seiring waktu berjalan, teknologi digital mengalami perkembangan yang pesat. Di satu sisi hal ini tentunya bermanfaat untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun, di sisi lain ada dampak yang bisa timbul akibat perkembangan teknologi digital yakni hilangnya kemampuan dasar manusia akibat sudah jarang digunakan. Tentu hal ini dapat berakibat buruk untuk masa depan. Apa saja, ya, kemampuan yang bisa hilang karena hadirnya teknologi? Simak di bawah ini!

 

1. Menulis
Karena teknologi digital, penggunaan kertas di kehidupan sehari-hari berkurang drastis. Banyak orang lebih sering mengetik daripada menulis dengan tangan di atas kertas. Jika hal ini terus terjadi, lama kelamaan manusia bisa lupa bagaimana caranya menulis. Padahal, menulis adalah salah satu hal dasar yang diajarkan ketika kita sekolah. Bagaimana jadinya, ya, bila generasi-generasi berikutnya tidak bisa menulis?

 

2. Berhitung
Dengan adanya kalkulator yang dapat dengan mudah digunakan melalui smartphone, manusia bisa kehilangan kemampuan berhitung secara manual. Cara penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan cara manual bisa terlupakan jika manusia sangat mengandalkan kalkulator untuk berhitung.

 
Photo source: http://www.pixabay.com

3. Cara Berkomunikasi
Hadirnya smartphone merubah cara berkomunikasi antar manusia. Contohnya saja, ketika sedang berkumpul dengan kerabat atau keluarga, bukannya saling berbicara kita malah saling sibuk bermain smartphone-nya masing-masing. Hal ini tentu bukan pemandangan yang asing, bukan? Istilah “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” pun muncul akibat fenomena ini. Bisa-bisa orang nantinya akan semakin jarang berinteraksi ketika sedang bersama karena saling sibuk bermain smartphone.

 

4. Etika Bertatap Muka dengan Orang Lain
Karena komunikasi yang dapat dengan mudah dilakukan melalui teknologi digital, baik itu melalui saluran telepon, video call, atau chatting, kemampuan dasar manusia untuk berkomunikasi dengan bertatap langsung dengan orang lain juga dapat menghilang. Bisa-bisa manusia lupa bagaimana etika berbicara langsung dengan orang lain. Tentu hal ini tidak baik apalagi jika dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati. Karena itu, sebaiknya jangan biasakan diri Anda terlalu terpaku dengan smartphone dan bersosialisasilah dengan orang lain selagi ada waktu.

 
Photo source: http://www.wikimedia.org

5. Kemampuan Mengingat
Adanya smartphone juga dapat membantu Anda untuk mencatat segala sesuatu agar tidak terlupa. Contohnya saja, manusia kini tak perlu lagi susah-susah menghafal dan mengingat nomor telepon karena bisa langsung disimpan di smartphone. Padahal, jika tidak ada smartphone dan sedang dalam keadaan darurat, mengingat nomor telepon bisa menyelamatkan Anda. Sama halnya dengan yang lain, bila catatan Anda hilang atau smartphone Anda sedang bermasalah, tentu tidak ada hal lain yang bisa Anda lakukan.

 

6. Mengeja
Adanya teknologi autocorrect pada smartphone yang berfungsi membenarkan ejaan yang salah tulis secara otomatis, akan membuat manusia lupa bagaimana caranya mengeja dengan benar. Bisa saja Anda tidak sadar sudah salah mengeja atau typo, namun karena bantuan autocorrect Anda tidak sadar bahwa tulisan Anda salah. Jika hal ini terus dibiasakan, nantinya kemampuan mengeja dapat hilang tergeser dengan teknologi autocorrect.

 
Photo source: http://www.pixabay.com

7. Bernavigasi
Kini, Anda bisa dengan mudah mengakses peta secara online lengkap dengan navigasi otomatis. Dengan adanya peta online, Anda hanya tinggal mengikuti saja ke mana peta tersebut mengarahkan Anda ke tujuan. Karena terbiasa ada yang memandu secara otomatis, kemampuan navigasi pada manusia bisa menghilang akibat selalu mengikuti petunjuk dari peta online. Ketika dihadapkan pada situasi berkendara tanpa internet atau peta online, manusia akan merasa kebingungan dalam hal navigasi. So, sebaiknya jangan terlalu bergantung seluruhnya pada teknologi, ya!