< Tips

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol

Tips

Jalan tol yang lurus dan panjang bisa jadi membuat Anda terlena mengendarai mobil, apalagi saat jalan tol tersebut lengang. Namun, tak jarang Anda mendengar tentang berita kecelakaan di jalan tol, bukan? Karena itulah, Check In Jakarta membagikan tips agar Anda semakin nyaman dan aman berkendara di jalan tol. Check it out!

1. Persiapkan Stamina
Di jalan tol maupun bukan, kantuk tentunya menjadi musuh utama dalam menyetir. Sebelum mulai menyetir, pastikan Anda dalam keadaan bugar. Kalaupun Anda mengantuk di tengah jalan, lebih baik berhenti sebentar untuk istirahat di rest area. Hindari beristirahat di bahu jalan yang khusus digunakan untuk keadaan darurat (mogok, ban kempes, dll). Mengunyah permen karet juga bisa menjadi pilihan yang tepat agar Anda tetap terjaga. Pastikan juga Anda dalam keadaan sehat saat menyetir, agar tetap bisa berkonsentrasi penuh pada jalan. Anda pasti tak ingin mengemudi Anda jadi terganggu karena Anda sakit, kan?

2. Mengemudi Secara Benar
Menyetir dengan tenang dan tidak ugal-ugalan adalah kunci aman untuk berkendara di jalan tol. Jaga jarak dan perhatikan rambu kecepatan minimum dan maksimum yang biasanya terpasang di sisi jalan tol. Juga selalu posisikan tangan Anda secara sejajar di setir, dimana tangan kanan di posisi arah jam 3 dan tangan kiri di arah jam 9. Jangan lupa juga untuk selalu menggunakan lampu sign dengan tepat jika Anda ingin berpindah jalur. Dan yang paling penting, selalu ingat untuk memakai sabuk pengaman.

3. Jaga Jarak dengan Memperhatikan Cat Eye
Anda pasti pernah melihat benda berwarna merah atau kuning yang terlihat menempel di pembatas jalan tol yang satu ini. Benda ini bernama cat eye dan gunanya adalah sebagai petunjuk untuk menjaga jarak aman dan kecepatan pengereman antara kendaraan Anda dengan yang lain. Cat eye juga berfungsi untuk memantulkan cahaya di malam hari. Di jalan tol dalam kota, antar cat eye mempunyai jarak 10-20 meter sedangkan untuk jalan tol luar kota jaraknya 25-50 meter.

Photo source: http://ndesoedisi.com

4. Selalu Ingat, Ada Lampu Sign!
Tidak hanya untuk Anda nyalakan saat ingin berpindah jalur, tapi Anda pun harus aware dengan lampu sign yang diberikan oleh kendaraan lain supaya Anda bisa menyesuaikan jarak dan kecepatan aman antar mobil.

5. Hindari Menoleh
Jika Anda ingin melihat kaca spion saat masih melaju, pastikan Anda melihatnya dengan cara melirik atau menggerakkan bola mata saja, bukan dengan menggerakkan leher ke kiri atau kanan. Karena jika Anda menggerakkan leher untuk melihat spion, dalam satu detik kendaraan Anda bisa berpindah ke jalur lain karena Anda tidak fokus untuk melihat ke depan.

6. Stimulasi Mata yang Lelah
Setelah terlalu lama fokus melihat ke jalanan, mata Anda bisa saja lelah dan ‘membutuhkan hiburan’. Anda bisa menstimulasi mata dengan cara melirik setiap dua detik ke kanan atau kiri. Tapi tetap ingat, kalau mata Anda lelah karena mengantuk, sebaiknya istirahatkan diri saja di rest area.

7. Sediakan Perlengkapan Darurat
Yup, safety car kit atau kotak perlengkapan darurat untuk kendaraan wajib ada di mobil Anda. Perlengkapan ini biasanya berisi segitiga pengaman, kabel jumper, tabung pemadam api, dan lain-lain. Ban serep juga menjadi benda wajib yang harus tersedia. Dengan tersedianya perlengkapan darurat ini, setidaknya Anda bisa melakukan tindak pertolongan pertama sambil menunggu bantuan datang. Contohnya, bila Anda berhenti darurat di bahu jalan dan harus memasang tanda segitiga pengaman.


Photo source: http://youtube.com