< FYI

10 Fakta Mengejutkan di Balik Nama Jakarta

10 Fakta Mengejutkan di Balik Nama Jakarta

FYI

Sebelum Ibu Kota Indonesia, Jakarta, diberi nama demikian, ternyata penamaan Jakarta sendiri mengalami sejarah yang cukup unik. Bagaimana kisah nama Jakarta? Simak berikut ini.

  1. Pada abad ke-3 setelah masehi nama Jakarta adalah Sunda Kelapa. Nama ini sendiri berasal dari sebuah pelabuhan yang dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Sunda.
  2. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan utama yang dikenal sebagai pelabuhan paling strategis untuk melakukan perdagangan.
  3. Kepopuleran Sunda Kelapa sendiri disebarkan oleh para pedagang dari Cina pada abad ke-11. Oleh mereka, Sunda disebut Sin-t’o.
  4. Nama Sunda Kelapa kemudian berubah menjadi Jayakarta ketika Portugis mulai mengincar Sunda Kelapa untuk diduduki karena lokasinya yang strategis untuk berdagang. Nama Jayakarta berasal dari Fatahillah dari Kerajaan Demak, Banten, yang berhasil mencegah Portugis menempati Sunda Kelapa. Jayakarta sendiri berasal dari bahasa Jawa lama yang berarti kemenangan yang sempurna.
  5. Nama Jayakarta pada zaman Kerajaan Banten juga pernah dikenal dengan nama Djajakarta dan Jacatra.
  6. Jayakarta pada abad ke-15 kemudian berubah menjadi Batavia. Kata “Batavia” berasal dari nama suku Jermanik yang berada di Sungai Rhein pada zaman Romawi. Bangsa Belanda juga merupakan keturunan dari bangsa tersebut. Seorang Jenderal Belanda yang menduduki Jayakarta saat itu menamakan Batavia untuk mengenang orang-orang Batavia terdahulu.
  7. Pada zaman penjajahan Belanda, Batavia memiliki julukan yaitu Koningin van het Oosten atau Queen of The Orient yang berarti Ratu Asia atau Ratu bagian timur dunia.
  8. Pada zaman penjajahan usai, para nasionalis mengubah kembali nama Batavia menjadi Jayakarta dengan penyesuaian yaitu Djakarta.
  9. Ejaan lama tersebut kemudian bertransformasi menjadi Jakarta.
  10. Jakarta juga dijuluki “ The Big Durian” layaknya New York yang disebut “The Big Apple”. Julukan ini memiliki arti dari filosofi buah durian itu sendiri. Bagi orang-orang yang menyukainya tidak akan pernah melupakan rasanya dan akan selalu suka. Tetapi bagi orang yang tidak suka tidak akan pernah mencoba lagi.