< Community

Menciptakan Generasi Ramah Satwa Bersama Yayasan Peduli Kucing

Menciptakan Generasi Ramah Satwa Bersama Yayasan Peduli Kucing

Community

pedulikucing@ymail.com

Jika Anda pencinta kucing, sedang mencari kucing untuk dipelihara, atapun ingin ikut merawat kucing liar yang terlantar di Indonesia, Anda perlu tahu, nih, bahwa ada suatu komunitas yang bernama Yayasan Peduli Kucing.

Yayasan Peduli Kucing yang awalnya hanya bernama Peduli Kucing tanpa sebutan yayasan ini didirikan sejak 13 Januari 2010 oleh Mbak Qori Soelaiman dengan para sahabat dan beberapa dokter hewan.

“Kami serius bertekad melakukan perubahan dan bahwa harus ada ‘GENERASI RAMAH SATWA’ dalam masyarakat Indonesia, khususnya tentang kucing dengan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yaitu memanfaatkan social media,” kata Mbak Qori yang hobi bermain dengan hewan-hewan peliharaannya di rumah kalau lagi senggang ini.

Sedari kecil, Mbak Qori memang menyukai hewan dan bukan hanya kucing. Menurutnya, hewan adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang sangat menarik.

“Meskipun mereka tidak bisa berbahasa manusia, tapi cara komunikasi dan kasih sayang yang mereka berikan sangatlah tulus dan jujur,” tambahnya lagi.

Photo source: Check In Jakarta doc.

Peduli Kucing juga telah memiliki hak paten logo, produk kreasi, artikel, dan kegiatan pada HKI - Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 26 April 2010 No IDM000339884. Setelah Peduli Kucing mulai sering bekerjasama dengan beberapa perusahaan pakan komersil dan perusahaan lainnya untuk memperoleh CSR, barulah namanya resmi diubah menjadi Yayasan Peduli Kucing tanggal 15 Oktober 2012.

Kegiatan utama yang sering dilakukan Yayasan Peduli Kucing oleh tiap anggotanya adalah menyelamatkan kucing liar yang biasanya dalam keadaan terluka parah, dan bisa juga kucing yang pemiliknya sudah benar-benar tak mampu memelihara. Setelah diselamatkan, kucing disembuhkan oleh dokter hewan tim Peduli Kucing dan dirawat di tempat anggota atau disebut foster home. Kucing yang sudah sembuh ini juga sudah disterilisasi dan diberikan vaksin.

Kemudian Yayasan Peduli Kucing akan mencarikan adopter via media sosial dengan meng-upload ­foto dan video kucing yang bisa diadopsi. Nah, ini dia kesempatan bagi Anda yang berminat mengadopsi kucing dari Yayasan Peduli Kucing. Calon adopter yang tertarik kemudian harus melalui prosedur Yayasan Peduli Kucing terlebih dahulu, seperti wawancara, kunjungan ke rumah, dan lain-lain. Prosedur tersendiri dari tiap rescue ini bisa Anda akses langsung dari fanpage Yayasan Peduli Kucing.

Saat Check In Jakarta bermain ke salah satu rumah tim Yayasan Peduli Kucing, kami disambut oleh beberapa anggota tim yaitu Mbak Didi, Mbak Erdina, Mbak Karin dan para kucingnya. Tak lupa, salah satu dokter hewan rekanan Yayasan Peduli Kucing juga hadir, yakni Drh. Nalia Putriyanda. Kebetulan di hari itu juga ada jadwal sterilisasi kucing yang baru diselamatkan oleh tim Peduli Kucing. Beberapa kucing hasil rescue yang sempat bermain dengan kami adalah Toto, Zuma, dan Cimut. Zuma sendiri sudah mempunyai akun Instagram khusus bernama @zumawhitecat, lho! Lucu kan?

Photo source: Instagram (@zumawhitecat)

Peduli Kucing juga bekerja sama dengan Katakucing untuk membuat kalender yang modelnya adalah kucing dan manusia. Salah satu modelnya juga hadir di antara kami yaitu Shafira, yang masih berusia belia dan juga sebagai Duta Catducation 2016. Catducation adalah kegiatan dari salah satu lini Peduli Kucing, yaitu program Peduli Kucing Sejak Dini. Dimana tim Peduli Kucing akan berkunjung secara langsung ke Kelompok Bermain, TK, SD, dan yayasan yatim piatu untuk memberi edukasi langsung tentang “Generasi Ramah Satwa”.

Video source: Yayasan Peduli Kucing doc.

Program lain yang diadakan oleh Yayasan Peduli Kucing sendiri dibagi dua, yaitu edukasi dan penyebaran informasi via media online dan terjun langsung ke lapangan. Edukasi dan penyebaran informasi dilakukan melalui fanpage dan website Yayasan Peduli Kucing. Untuk kegiatan yang terjun langsung ke lapangan pun ternyata banyak macamnya. Selain kegiatan menyelamatkan, ada juga kegiatan baksos (bakti sosial) seperti Baksos Sterilisasi dan Vaksinasi, Fun Education Event berupa talkshow ataupun cat show, dan Pembagian Donasi Pakan Rutin ke para pemilik kucing yang tidak mampu dan beberapa shelter se-Jabodetabek.

Peduli Kucing juga telah menerbitkan buku antalogi berjudul “Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong” tahun 2013 oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Buku ini juga merupakan buku antalogi pertama tentang kisah-kisah nyata penyelamatan hewan di Indonesia. Saat ini, tim Peduli Kucing juga sedang menyusun sekuel kedua dari buku ini, lho. Selain itu, ada juga buku berjudul “Pacoh: Ketika Kucing Bicara” karya salah satu anggota tim, Didi Almeyda yang juga bisa Anda temukan di toko buku Gramedia.


Photo source: Yayasan Peduli Kucing doc.

Kalau Anda ingin bergabung dengan Yayasan Peduli Kucing, Anda tinggal bergabung saja di media sosial Yayasan Peduli Kucing yang bisa dilihat di info & contact detail di bawah ini. Terkadang untuk kasus rescue tertentu, Yayasan Peduli Kucing juga open for donation yang ditutup setelah kucing sembuh total. Anda pun tak perlu khawatir karena setiap laporan kegiatan rescue, pendanaan, dan donasi selalu diumumkan secara transparan di fanpage dan situs Yayasan Peduli Kucing. Yayasan ini juga bekerja sama dengan CSR perusahaan untuk melakukan kegiatan dan mendapat dana untuk perawatan kucing dari kegiatan tersebut. Bagaimana, tertarik untuk mengadopsi kucing ataupun bergabung melakukan kegiatan mulia bersama Yayasan Peduli Kucing?