< People

Mengajar, Memasarkan, dan Menginspirasi

Mengajar, Memasarkan, dan Menginspirasi

People

Hermawan Kertajaya adalah seorang pakar pemasaran dari Indonesia yang juga merupakan pendiri perusahaan konsultan pemasaran ternama MarkPlus. Satu-satunya konsultan perbankan syariah non-muslim yang direkrut Bank Indonesia ini aktif menjadi kolumnis di sejumlah media. Di sela-sela kesibukannya, Hermawan juga menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional. Berkat ilmu dan pengalaman, ia pernah tercatat dalam daftar 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing versi The Chartered Institute of Marketing.

Pemikirannya di bidang marketing dikenal sudah jauh ke depan, salah satunya adalah bahwa marketing akan menjadi unsur penting dalam manajemen modern. Ia juga selalu mengatakan, jika ingin membangun brand yang kuat, perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus melakukan sesuatu yang mengena di benak konsumen, tidak sekadar menjual tetapi memiliki implikasi jangka panjang. Pemikirannya yang inovatif dan revolusioner sering menjadi rujukan dalam bidang pemasaran baik secara lokal ataupun global.

Di  balik serangkaian prestasi yang ditorehkannya, Hermawan pernah menapaki jalan panjang yang penuh rintangan. Lahir dari keluarga Tionghoa yang kurang mampu, masa kecil Hermawan dihabiskan dalam kondisi hidup yang penuh kesederhanaan. Meski hidup ala kadarnya, Hermawan mengenang, sang Ayah yang merupakan kasir di salah satu BUMN selalu mengajarkan Hermawan untuk menjadi seorang pribadi yang jujur dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Hermawan bersekolah sembari bekerja sembagai guru privat. Berkat jerih payahnya, setelah lulus SMA, Hermawan mampu melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Sayangnya, setelah beberapa lama ia harus di-drop out lantaran tidak memiliki bakat di bidang teknik. Berbekal penguasaan yang baik bidang pada matematika dan fisika, Hermawan menyalurkan kemampuannya dengan menjadi tenaga pengajar di SMAK St Louis, Surabaya dan belakangan menjadi guru favorit anak-anak didiknya.

Sambil tetap mengajar, Hermawan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Setelah menyelesaikan kuliah dengan baik dalam waktu relatif singkat, belia sempat bekerja di beberapa perusahaan sebelum akhirnya direkrut perusahaan elit PT HM Sampoerna untuk mengelola PT Panggung.  Setelah selama beberapa tahun mengabdi di HM Sampoerna, pada tahun 1990, Hermawan memutuskan keluar dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu dan mulai mendirikan MarkPlus, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset dan konsultasi pemasaran di kota kelahirannya, Surabaya.