Saturday, September 21, 2019
Community
Community

Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Bersama Temen Main

Spectr News Theme Isny Dewi R.
28, August 2019
172

Perkembangan Teknologi tak hanya mengubah cara hidup kita, tapi juga permainan anak-anak. Jika dulu, anak-anak selalu nampak bergembira bermain bersama kawan-kawan mereka di luar ruangan, kini anak-anak lebih memilih asyik dengan gawainya sendiri. Prihatin dengan fenomena tersebut, sekelompok orang membentuk suatu komunitas untuk mengembalikan kejayaan permainan tradisional. Adalah Komunitas Temen Main, yang dengan senang hati memperkenalkan permainan tradisional ke anak-anak masa kini.

Komunitas ini berawal dari sekumpulan orang tua muda yang memang saling berteman. Mereka melihat pergeseran zaman ke digital juga terjadi pada permainan anak-anak. Para orang tua ini lantas ingin mendorong anak-anak mereka untuk tetap bermain permainan tradisional.

Mengapa harus permainan tradisional? Menurut Temen Main, permainan tradisional biasanya dilakukan bersama teman-teman. Dengan begitu, anak-anak akan mengenal cara bekerja sama, kekompakan, dan sportivitas. Selain itu juga karena banyak anak-anak yang tidak terlalu mengenal permainan tradisional karena keterbatasan lahan.

Ada 12 permainan tradisional yang dikenalkan Temen Main ke anak-anak, yaitu engrang batok, arangku alu, karet, engsreng, congklak, ular naga, tapak gunung atau engklek, ampar-ampar pisang, kelereng, gasing, galasin, dan benteng. Permainan tradisional yang mereka ajarkan berasal dari berbagai sumber, seperti dari daerah para anggota yang berbeda-beda, bekerja sama dengan komunitas lain, hingga belajar dari orang yang sudah mengenal permainan tradisional lebih lama.


Photo Source: @komunitastemenmain

Temen Main berharap agar permainan tradisional di Indonesia dapat dilestarikan, dan agar masa bermain anak-anak bisa seimbang antara bermain individual dan bermain bersama teman-temannya. Selebihnya kembali lagi kepada orang tua mereka, apakah mau terus mengenalkan permainan tradisional ke anak-anak mereka?

Mengenai keanggotaan, komunitas ini tidak terikat dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Seperti komunitas pada umumnya, Temen Main juga memiliki kegiatan yang melibatkan anggotanya seperti Kopdar (Kopi Darat). Selain itu, salah satu komunitas di Jakarta ini juga bekerja sama dengan berbagai sekolah, perusahaan, dan berbagai komunitas lain untuk mengadakan kegiatan Bermain Bersama.

Tak hanya itu, Komunitas Temen Main juga memiliki kegiatan sosial yang mereka beri nama “Bermain untuk Berbagi”. Kegiatan bermain ini bekerja sama dengan Yayasan Visi Maha Karya untuk membantu Tuna Daksa yang kurang mampu.

 

Instagram: @komunitastemenmain
Website: temenmain.org

Isny Dewi R.
Isny Dewi R.
Journalist
Registration