< Tips

Ingin Berinvestasi? Ketahui Dulu 7 Jenisnya!

Ingin Berinvestasi? Ketahui Dulu 7 Jenisnya!

Tips

Banyak orang ingin berinvestasi untuk menghasilkan sejumlah uang yang bisa disimpan sebagai bekal di masa depan. Sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya Anda mengetahui berbagai jenis investasi beserta kelebihan dan kekurangannya. Yuk, simak di artikel berikut.

 

1. Rekening Tabungan
Memiliki tabungan di bank atau lembaga keuangan lainnya menjadi salah satu cara mudah untuk berinvestasi. Kelebihan berinvestasi lewat tabungan adalah Anda tidak memiliki risiko yang besar dan bisa mendapatkan pendapatan berupa bunga bank. Namun kekurangannya adalah bunga yang diberikan cenderung kecil dan tabungan dapat dengan mudah diambil kapan saja sehingga kalau Anda tidak hati-hati, tabungan akan cepat terkuras habis.

 

2. Deposito
Kalau tabungan deposito, Anda bisa memiliki simpanan yang terikat oleh jangka waktu yang telah Anda tentukan sendiri. Kelebihan tabungan deposito dibandingkan tabungan biasa adalah bunga yang lebih besar. Namun, kekurangannya Anda bisa dikenakan biaya penalti apabila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo. Biasanya, biaya penalti ini cukup besar, lho.

 Photo source: http://www.pixabay.com

3. Obligasi
Obligasi adalah sebuah surat yang didapatkan sebagai bukti bahwa Anda telah meminjamkan dana pada sebuah perusahaan. Surat obligasi diterbitkan oleh perusahaan tersebut dan Anda akan mendapatkan bunga dari peminjam dana. Umumnya, obligasi diterbitkan dengan masa peminjaman minimal 5 tahun. Kelebihan obligasi adalah bunga yang diberikan lebih besar dibandingkan deposito. Namun yang menjadi kekurangannya, apabila perusahaan tersebut tiba-tiba mengalami kebangkrutan, bisa-bisa dana yang telah Anda pinjamkan tidak dikembalikan. So, Anda harus lebih hati-hati jika ingin berinvestasi lewat obligasi, ya.

 

4. Reksadana
Berinvestasi lewat reksadana, berarti Anda mengumpulkan dana secara kolektif dengan pihak lainnya. Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh perusahaan atau manajer investasi. Risiko dan keuntungan akan dibagi rata tergantung pada jenis reksadana yang Anda pilih. Kelebihannya, Anda tidak perlu repot mengurusi investasi Anda, namun kekurangannya selain Anda akan dikenakan biaya pengelolaan, mungkin Anda akan merasa kurang puas karena investasi Anda dikelola oleh pihak lain.

 Photo source: http://www.pixabay.com

5. Properti
Investasi dalam bentuk properti selalu diminati oleh banyak orang karena harga properti yang sangat jarang mengalami penurunan. Inilah kelebihan investasi dalam bentuk properti yang juga cukup tahan dalam menghadapi inflasi. Namun untuk kekurangannya, Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan perawatan pada properti yang Anda miliki agar harganya tetap stabil. Kemudian bila hanya bergantung pada properti yang Anda miliki, Anda bisa mengalami kesulitan bila sewaktu-waktu membutuhkan dana untuk keadaan darurat. Bisa-bisa Anda menjual properti yang Anda miliki dengan harga yang rendah.

 

6. Emas
Bentuk investasi emas sudah dikenal sejak zaman dahulu karena emas dapat tahan terhadap inflasi. Anda bisa membeli emas dalam bentuk batangan, koin, maupun sudah berbentuk perhiasan. Kelebihan berinvestasi emas adalah Anda dapat menjualnya kapanpun Anda mau. Namun memiliki emas berarti Anda harus siap dengan risiko kecurian, karena dengan menyimpan emas Anda bisa menjadi sasaran tindak kriminal.

Photo source: http://www.pixabay.com

7. Saham
Dengan memiliki saham berarti Anda memiliki bukti kepemilikan di dalam sebuah perusahaan. Itu berarti Anda turut serta menanamkan modal di perusahaan tersebut. Kelebihan memiliki saham adalah keuntungan yang bisa mencapai berlipat ganda apabila harga saham perusahaan mengalami kenaikan. Namun, apabila harga saham tiba-tiba turun drastis Anda bisa merugi dan inilah yang menjadi kekurangan berinvestasi dalam bentuk saham. Sudah tahu mau mengambil investasi dalam bentuk apa?