< FYI

Ini Alasan Gaji Cepat Habis Sebelum Akhir Bulan

Ini Alasan Gaji Cepat Habis Sebelum Akhir Bulan

FYI

Saldo tabungan tetap menipis menjelang akhir bulan meski sudah susah payah berhemat? Di tengah kebingungan, kebanyakan dari Anda mungkin sibuk menerka-nerka kemana larinya gaji, padahal perilaku yang kerap luput dari ingatan Anda dan dianggap sepele seperti yang tertera di bawah ini menjadi penyebab terjadinya hal tersebut.

1. Tidak Menabung Setelah Gaji Turun

photo source: pixabay.com

Meski sudah lama berkarier, mengatur keuangan bukanlah perkara mudah. Apalagi jika banyak cicilan yang harus dipenuhi setiap bulannya. Nah, sebaiknya menabung di awal bulan, sesaat setelah menerima gaji, jangan menabung dengan uang sisa.

Untuk dapat menyisihkan uang tabungan atau investasi memang butuh disiplin tinggi. Dengan mengalokasikan gaji untuk tabungan atau investasi di awal, mengatur pengeluaran selanjutnya akan jauh lebih mudah.

Jika Anda termasuk orang yang cenderung mudah menghamburkan uang dan senantiasa menanamkan pola pikir bahwa Anda mampu meningkatkan standar (gaya) hidup Anda sesuai dengan gaji, maka sangat disarankan untuk menyisihkan sedikitnya 20% dari gaji sebagai tabungan atau investasi.

Sebetulnya, memang tidak masalah jika sesekali ingin bermewah-mewahan, jika memang penghasilannya sebanding. Namun, jika gaji yang diperoleh hanya cukup untuk melunasi cicilan, lebih baik menyesuaikan diri, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Tentukan skala prioritas yang harus dipenuhi setiap bulannya daripada menuruti keinginan.

2. Tidak Mencatat Pengeluaran

photo source: pixabay.com

Selama ini Anda mungkin cederung berpikir bahwa mencatat uang masuk dan keluar tidak penting untuk dilakukan, terutama bagi yang merasa dapat mengingat semuanya dengan baik.

Kebiasaan tersebut cenderung membentuk diri Anda sebagai pribadi yang jauh lebih boros ketimbang yang biasa mencatat ke mana saja larinya gaji bulanan. Catatan keuangan berfungsi sebagai alat pelacak, melacak kemana perginya uang Anda dengan pasti, tidak hanya perkiraan.

Catatan keuangan juga berfungsi sebagai fondasi untuk membuat anggaran di bulan-bulan selanjutnya. Anggaran sendiri didasari pada prioritas kebutuhan tanpa adanya hasrat atau keinginan membeli sesuatu yang memang tidak diperlukan. Sukses tidaknya rencana keuangan Anda ditentukan oleh anggaran yang Anda buat. Disiplin membuat anggaran dan catatan pengeluaran harian dan bulanan untuk melihat perbedaan yang sangat signifikan.

3. Tidak Memedulikan Masa Depan

photo source: pixabay.com

Diiming-imingi kesenangan sesaat, usia-usia produktif cenderung tergoda untuk berfoya-foya. Tidak sedikit dari mereka yang berpikir bahwa usianya terlalu muda untuk menabung atau berinvestasi. Apakah Anda termasuk golongan tersebut?

Urusan menabung atau investasi tentu tidak ada kata terlalu cepat. Seberapun besarnya gaji bulanan Anda, tidak ada alasan untuk tidak menyisihkannya sebagai tabungan, investasi atau dana darurat.

Tidak sulit mengambil keputusan untuk menabung, sebab hal tersebut dapat menyelamatkan Anda dari krisis keuangan di akhir bulan. Terapkan pola yang disarankan oleh seorang Financial & Business Planner (CFP) bernama Prita Hapsari Ghozie berikut ini:

50 – 60% untuk biaya hidup bulanan

20% untuk tabungan atau investasi

10% untuk dana darurat

Maksimal 30% untuk cicilan atau pinjaman, jika ada, alokasi pos lain akan berkurang jumlahnya.