< Business

Ketahui Lebih Dulu Sisi Negatif dan Positif Sebelum Memilih Asuransi Unit Link

Ketahui Lebih Dulu Sisi Negatif dan Positif Sebelum Memilih Asuransi Unit Link

Business

Setelah sebelumnya sempat dibahas mengenai tiga jenis asuransi tradisional, kali ini Check In Jakarta akan membahas mengenai asuransi non tradisional.

Jenis asuransi non tradisional, sampai saat ini hanya ada satu, yakni unit link. Unit link sendiri merupakan asuransi dengan dua kantong, untuk proteksi dan investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan untuk reksadana dalam bentuk unit link.

Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan menempatkan investasinya, apakah pada reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, atau pasar uang. Asuransi jenis ini terkait erat dengan pasar modal.

Sayangnya, asuransi unit link cukup rumit dan sulit dipahami. Ditambah banyak agen asuransi yang kurang tepat dalam menjelaskan produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga, seringkali proyeksi yang diberikan justru meleset dari kenyataan.

Bahkan ada beberapa perusahaan asuransi yang menjual unit link tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kinerja unit link mereka dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, banyak nasabah yang tidak tahu pada saham apa asuransi mereka ditempatkan. Meski begitu, ada juga beberapa perusahaan asuransi yang memuat kinerja unit link di situsnya.

Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link di tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen.

Pada tahun kedua porsi investasi akan naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 40 persen, dan tahun keempat menjadi 80 persen, baru pada tahun kelima menjadi 100 persen dan kemudian akan ditempatkan pada unit link.

Biaya premi yang harus dikeluarkan asuransi ini juga paling besar dibandingkan dengan premi asuransi tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk tidak mengambil asuransi jenis ini.

Pemegang polis harus benar-benar memerhatikan dan mempelajari produk ini dengan saksama dan banyak menyerap informasi agar tidak salah beli. Tentunya Anda tidak ingin, kan, sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar, malah mendapat pertanggungan yang kurang dari kebutuhan serta mendapatkan hasil investasi yang tidak maksimal?

Namun, bukan berarti asuransi unit link tidak memiliki sisi positif. Produk ini dapat membantu Anda lebih disiplin dalam berinvestasi secara berkala, lho, baik bulanan maupun tahunan. Karena pembayaran investasi ditagihkan bersamaan dengan pembayaran premi.

Nah, setelah mengetahui jenis-jenis asuransi, pilihlah dengan bijak mana yang paling cocok dengan tujuan keuangan Anda. Hitung dahulu kebutuhan asuransi, lalu tentukan produknya. Selamat mencoba!