< Community

Ketimbang Ngemis Jakarta Apresiasi Mereka yang Tetap Berusaha Meski Sarat Kekurangan

Ketimbang Ngemis Jakarta Apresiasi Mereka yang Tetap Berusaha Meski Sarat Kekurangan

Community

087710111117

Berawal dari rasa iba terhadap orang-orang yang memiliki kekurangan, tetapi tak pantang menyerah dan tetap bekerja keras, seorang mahasiswa bernama Yona Luverina membuat akun Instagram bernama @ketimbang.ngemis.jakarta pada bulan Ramadan 2015. Yona awalnya melihat akun Ketimbang Ngemis di akun Instagram-nya. Akun itu mengunggah kisah orang-orang yang senantiasa berusaha di tengah segala kekurangan mereka.

Yona dan beberapa orang lainnya pun memutuskan untuk menghubungi admin akun tersebut, meminta izin membuat akun serupa khusus wilayah Jakarta. Ia mengajukan membuat akun Ketimbang Ngemis Jakarta. Ada sekitar 5-7 orang yang bergabung membentuk akun yang digunakan untuk membantu sosok mulia (solia) di Jakarta.

Kegiatan pertama mereka dilakukan pada tahun 2015 bernama Muliakan Ramadhan. Saat itu mereka masih belum tahu bagaimana sistem pemberian donasinya, siapa sosok mulia yang harus dibantu. Akhirnya, mereka mencoba langsung terjun ke Kota Tua, mencari beberapa pedagang yang memiliki kekurangan dan harus dibantu. Selain mencari sosok mulia secara langsung, mereka juga menggunakan metode mulut ke mulut untuk mengumpulkan donasi yang akan diberikan.

Sebulan berlalu, akun @ketimbang.ngemis.jakarta mulai menyita perhatian. Mulai banyak orang yang mengikuti (follow) akun tersebut dan meminta pengelolanya membuat rekening untuk donasi. Rekening pun dibuat atas nama salah satu bendahara pengelola. Lama-kelamaan, Ketimbang Ngemis Jakarta memiliki banyak pengikut (followers). Saat ini, tercatat sudah ada 76.800 akun yang mem-follow @ketimbang.ngemis.jakarta. Makin banyak followers, makin banyak yang menginformasikan sosok mulia, makin banyak pula orang yang memberikan donasi.

Semakin banyak followers yang memberikan informasi, tugas para pengelola Ketimbang Ngemis Jakarta sudah tidak lagi mencari sosok mulia. Kini tugas mereka lebih banyak memverifikasi informasi mengenai sosok mulia yang patut mendapatkan bantuan.

Ada kriteria khusus yang mereka sebut sebagai solia, yakni lansia, memiliki keterbatasan fisik atau kaum difabel, memiliki penghasilan sedikit, banyak tanggungan, dan tidak memiliki tempat tinggal tetap. Yang terpenting, mereka tidak mengemis, karena sesuai namanya, komunitas ini ingin memberikan apresiasi untuk orang-orang yang memiliki kekurangan ekonomi, bahkan fisik, tapi tidak putus asa dan tetap bekerja keras, ketimbang meminta-minta sumbangan orang lain. Tiap bulan, ada 20-30 orang solia yang mereka bantu. Masing-masing mendapatkan donasi Rp 2 juta yang berasal dari followers @ketimbang.ngemis.jakarta. Komunitas yang memiliki slogan “Hargai Mereka yang SAY NO TO MENGEMIS” ini juga sering mengadakan gathering di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

 

Website: http://ketimbangngemisjakarta.org
Instagram: @ketimbang.ngemis.jakarta