Thursday, May 23, 2019
FYI
FYI

Mengapa Dianjurkan Berbuka Puasa dengan Kurma?

Spectr News Theme Isny Dewi R.
14, May 2019
102

Bulan Ramadan identik dengan buah kurma. Hal ini memang berhubungan dengan sunah Nabi Muhammad SAW, yaitu berbuka dengan kurma dan air putih. Seperti disunahkan, buah kurma ternyata memiliki banyak sekali manfaat yang cocok untuk berbuka puasa. dr Tan Shot Yen, seorang Ahli gizi komunitas menyebutkan, berbuka puasa prinsipnya adalah membatalkan puasa, dengan rehidrasi yang cukup (karena masalah utama puasa adalah dehidrasi) dan takjil yang tidak memberatkan pencernaan atau terlalu cepat dicerna menjadi gula.

Dan buah kurma merupakan makanan yang tidak memberatkan pencernaan. Hal ini bisa dinilai dari indeks glikemik atau ukuran kecepatan makanan berubah menjadi gula. Dalam angka, indeks glikemik manusia terbagi menjadi rendah (kurang dari 55), sedang (56 hingga 69), dan tinggi (lebih dari 70). Jika merujuk pada indeks tersebut, nasi putih, roti gandum, roti putih, dan bubur nasi memiliki indeks glikemik tinggi. Sedangkan nasi merah dan kurma punya indeks glikemik sedang.

Makanan lainnya dengan indeks glikemik rendah adalah kismis. Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan, takjil terbaik untuk berbuka adalah makanan dengan indeks glikemik sedang dan rendah. Sebaliknya, jika berbuka dengan makanan berindeks glikemik tinggi membuat kondisi gula darah dengan cepat melonjak tapi juga mudah turun.

Dalam hal ini, buka puasa tidak hanya sekadar mengejar gula darah naik. Meski demikian, ada makanan lain yang cukup dianjurkan untuk berbuka puasa selain kurma, seperti buah-buahan lengkap dengan kacang tanah rebut atau mete sangrai. Untuk makanan lain, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tidak digoreng seperti otak-otak ikan tanpa sagu, siomay, pecel Madiun, hingga tempe penyet. Jadi, apa menu buka puasa Anda hari ini?

Isny Dewi R.
Isny Dewi R.
Journalist
Registration