< Marketing

Pahami Cara Menulis E-mail Marketing Agar Lebih Persuasif

Pahami Cara Menulis E-mail Marketing Agar Lebih Persuasif

Marketing

Melalui e-mail, komunikasi bisnis menjadi mudah karena tidak membutuhkan banyak biaya. Apalagi jika Anda memanfaatkan e-mail sebagai platform untuk pemasaran. E-mail marketing tentunya lebih hemat karena tidak membutuhkan biaya untuk mencetak brosur atau banner. Hal ini pun dinilai lebih efektif dan efisien karena lebih tertarget dan juga terukur. Maka dari itu sebaiknya Anda pahami cara menulis e-mail marketing agar jauh lebih menarik dan juga persuasif. Check it out!

1. Kenali Audiens Anda
Sebelum memperkenalkan produk Anda kepada audiens, kenali dahulu siapa audiens Anda. Dengan mengenali audiens, Anda tidak akan kesulitan menentukan konten apa yang tepat disampaikan untuk audiens yang menjadi target Anda. Mengenali audiens menjadi pondasi dasar sebuah e-mail marketing.  

2. Cantumkan Review Produk Anda
Dalam melakukan marketing, ulasan atau review produk sangatlah penting untuk meyakinkan customer Anda selanjutnya. Apalagi bagi audiens yang sama sekali belum mengenali produk Anda. Untuk itu, dalam e-mail tulislah ulasan tentang produk yang Anda tawarkan. Dengan mencantumkan ulasan tersebut diharapkan dapat menimbulkan rasa percaya audiens terhadap e-mail Anda. 

3. Buatlah Kalimat Pertanyaan
Buatlah kalimat tanya dalam ­e-mail hingga seperti komunikasi dua arah. Jangan selalu membuat pernyataan, sisipkan beberapa pertanyaan yang sekiranya dapat membuat audiens Anda menjawabnya walaupun hanya dalam hati. Berikan pertanyaan yang memungkinkan audiens setuju dengan pertanyaan Anda, sehingga pernyataan Anda berikutnya bisa lebih meyakinkan. 

4. Berikan Solusi yang Kuat
Tawarkan produk Anda menjadi solusi yang tepat untuk masalah para audiens Anda. Namun, sebelumnya kenali dahulu apa masalah yang dihadapi oleh audiens Anda sehingga produk Anda menjadi jawaban yang tepat akan masalah tersebut. Timbulkan emosi yang kuat dari kalimat e-mail Anda. Dengan memberikan solusi pada sebuah masalah, e-mail Anda bisa mempersuasi audiens untuk mengambil keputusan membeli.

5. Jangan Memaksa
Pada akhirnya, setelah berusaha menawarkan produk Anda kepada audiens, janganlah memaksa agar audiens mau mengatakan “Iya” pada produk Anda. Serahkan semua keputusan pada audiens. Hindari menggunakan kalimat yang agresif dalam e-mail Anda. Jangan tekan audiens Anda hingga membuat mereka harus menurut. Sebagai opsi, Anda bisa menggunakan kalimat “Semua keputusan ada di tangan Anda”, karena studi mengatakan dengan menggunakan kalimat tersebut bisa dua kali lipat memungkinkan seseorang untuk mengatakan “Iya”. Selamat mencoba!