< FYI

4 Penyebab Masyarakat 'Terikat' Telepon Selular

4 Penyebab Masyarakat 'Terikat' Telepon Selular

FYI

Banyak survey yang membuktikan bahwa masyarakat Jakarta akan jauh memilih meninggalkan dompet daripada telepon genggam. Memang benar kini telepon genggam seakan jauh lebih penting dari apapun. Apa sebabnya?

  1. Telepon genggam = pekerjaan
    Saat ini seakan semua data dapat ditaruh di smartphone. Bahkan terkadang telepon genggam menjadi pengganti USB. Begitu pula dengan kontak-kontak klien dan rekan kerja. Tidak seperti dahulu kala yang mengandalkan telepon biasa, kini telepon genggam menjadi satu-satunya sumber informasi orang-orang penting dalam pekerjaan. Selain itu fitur pengadaan surel pun menjadi salah satu faktor penting telepon genggam harus dibawa ke mana pun.
  1. Menjadi pengalih perhatian
    Di momen-momen tertentu telepon genggam sangat berfungsi untuk mengalihkan perhatian. Contohnya ketika sedang mengantre di bank atau sedang menunggu rapat dimulai. Telepon genggam dengan fitur bervariasi seperti browser, sosial media dan games, adalah fitur-fitur yang digunakan masyarakat untuk mengatasi bosan atau mengalihkan perhatian sesaat.
  1. Hiburan di tengah kemacetan
    Ya, seperti yang kita tahu kemacetan di Jakarta dapat membuat tingkat stres menjadi lebih tinggi. Itulah mengapa masyarakat Jakarta harus tetap menggegam smartphone-nya. Pemutar musik dan radio di dalamnya dapat menjadi hiburan sekaligus pelipur stres saat kemacetan terjadi.
  1. Kecenderungan tidak mau ketinggalan
    Tanpa disadari masyarakat Ibu Kota memiliki kecenderungan untuk menjadi masyarakat yang kompetitif dan selalu aktif dalam sosial. Dengan telepon genggam mereka dapat cepat mengetahui berita terbaru dan tren terkini di sosial media. Sehingga ketika mereka bertemu tatap muka dengan orang-orang terdekat, mereka tidak akan tertinggal topik-topik hangat saat ini.