< Marketing

Strategi Agar Produk UMKM Bisa Bersaing di Pasar Global

Strategi Agar Produk UMKM Bisa Bersaing di Pasar Global

Marketing

Bisa bersaing di pasar global adalah impian bagi sebagian besar pelaku usaha. Namun, hanya sedikit produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa menembus pasar global. Kurator produk kreatif Baskoro Junianto menjelaskan, hal yang harus menjadi perhatian utama adalah daya saing produk tersebut.

Baskoro menyebut ada sejumlah permasalahan daya saing bagi UMKM Indonesia. Pertama, kualitas, dalam hal ini menyangkut bahan, keahlian, finishing, konsistensi standar, dan kemasan. Masalah berikutnya adalah harga. Harga yang dikenakan tidak perlu murah, asalkan tepat ditawarkan ke pembeli. Kemudian, kapasitas produksi UMKM juga masih rendah. Padahal, permintaan dari negara lain cukup besar. Di Cina, beberapa industri kecil bersatu, membentuk korporasi, dan melalukan ekspor. Berikut strategi agar UMKM Indonesia bisa go international!

1. Cari Tahu Pasar Anda
Pelaku usaha harus mengenar karakteristik pasar yang akan menjadi tujuan ekspor. Produk-produk high end biasanya dikuasai barang dari Eropa dan umumnya bermerek ternama. Sementara produk low end, Indonesia biasanya bersaing dengan Cina dan Vietnam. Pelaku UMKM cukup bermain di tengahnya. Produksi yang dilakukan tidak perlu berkapasitas banyak, asalkan bisa menaikkan nilai produk itu sendiri.

2. Sesuaikan dengan Tren Global
Produk yang tengah disukai banyak orang biasanya membuat pembeli lebih tertarik. Pelaku usaha tentu harus mengetahui tren global apa yang sedang digandrungi saat ini.

3. Berkreasi
Bukan rahasia lagi bahwa keunikan suatu produk pasti akan menggelitik pasar. Pembeli merasa perlu memiliki barang itu karena selain unik, produk tersebut juga berbeda dengan lainnya. Keunikan bisa diciptakan dengan mengadopsi budaya lokal namun dengan tampilan kontemporer. Hal tersebut akan membuat suatu perbedaan yang mencolok dan jarang dilihat ketimbang produk dari negara lain.

4. Komunikasi
Bahasa hanyalah satu faktor untuk bisa go international. Komunikasi juga menyangkut budaya. Apa yang dapat diterima atau bermanfaat di banyak negara dapat sangat menyinggung atau membingungkan orang-orang di negara lain. Anda perlu memahami audiensi Anda sebelum menjualnya. Ini dapat dilakukan melalui hubungan dengan geografi target Anda. Pelajari tentang budaya lokal melalui percakapan dengan ekspatriat yang tinggal di Indonesia, atau lebih baik lagi, kunjungi negara yang akan Anda tuju sebagai pasar sebelum Anda memulai. Ini membutuhkan usaha dan tentu saja biaya, tetapi akan membuahkan hasil di kemudian akhir.

5. Edisi Terbatas
Pelaku UMKM di Indonesia bisa meniru strategi pelaku usaha di negara-negara Eropa dan Amerika yang memiliki produk eksklusif. Mereka hanya memproduksi dan menjual dua atau tiga barang untuk satu produk. Dengan publikasi yang tepat akan membuat pasar penasaran dengan produk edisi terbatas tersebut. Cara ini juga cukup ampuh membuat calon pembeli tertarik membeli barang edisi terbatas itu dibandingkan barang lainnya yang diproduksi dalam jumlah banyak.