< Tips

Suka Traveling? Ini 5 Pekerjaan yang Cocok untuk Digeluti

Suka Traveling? Ini 5 Pekerjaan yang Cocok untuk Digeluti

Tips

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa traveling itu menghambur-hamburkan uang. Ada pula yang beranggapan bahwa traveling yang dilakukan oleh seseorang hanya mengikuti tren atau lari dari tanggung jawab pekerjaan. Padahal tidak semua orang yang melakukan traveling memiliki niat seperti itu.

Traveling sendiri banyak sekali maknanya, memang bergantung pada niat masing-masing orang. Mungkin memang ada yang mengikuti tren saja, namun tidak sedikit juga yang melakukannya karena ingin relaksasi tubuh dan pikiran.

Ternyata, traveling bukan hanya kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tempat, namun kegiatan yang secara tidak langsung memberikan pengalaman hidup. Di setiap perjalanan yang Anda lakukan, dapat dipastikan jika Anda mendapatkan pengalaman baru. Misalnya, ngobrol dengan orang yang tidak Anda kenal sebelumnya, menyaksikan kearifan masyarakat di kota atau negara tujuan Anda yang tentu berbeda dengan kota atau negara asal Anda dan masih banyak lagi pengalaman berharga yang hanya dapat Anda rasakan saat traveling.

Nah, bagi Anda yang kebetulan memiliki hobi traveling, manfaatkan sebaik mungkin untuk menggeluti lima pekerjaan di bawah ini untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

1. Travel Consultant

photo source: www.the-travel-franchise.com

Meski namanya masih asing di telinga banyak orang, pecinta traveling tentu tidak boleh melewatkan peluang bisnis yang sangat besar ini. Sesuai dengan namanya, travel consultant, pekerjaan utama Anda adalah menjadi konsultan di bidang perjalanan. Pekerjaan satu ini menuntut Anda untuk bertemu dan berbicara dengan banyak orang.

Terutama bagi Anda yang terbiasa berpikir secara kritis dan menyusun segala rencana dengan strategis, travel consultant merupakan pilihan yang sangat ideal untuk menambah pundi-pundi penghasilan, di samping pekerjaan utama Anda. Bahkan, jika sudah menikmati lika-liku sebagai seorang travel consultant, tidak menutup kemungkinan untuk memilihnya sebagai pekerjaan utama.

Anda dapat memulainya melalui sebuah travel agent, sebagai orang yang ditunjuk sekaligus dipercaya mengatur sebuah perjalanan pribadi (perorangan) atau grup. Umumnya, perusahaan travel memiliki beberapa orang travel consultant.

Sebagai seorang travel consultant Anda ‘dituntut’ untuk dapat menyusul rencana perjalanan klien sesuai dengan bujet. Mulai dari rute perjalanan, transportasi yang digunakan, akomodasi selama berada di kota atau negara tujuan hingga destinasi wisata mana saja yang harus dikunjungi, menjadi tanggung jawab Anda.

Seorang travel consultant juga bertugas memberikan informasi lengkap mengenai harga paket perjalanan, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing paket (produk) perjalanan. Hal tersebut tentu harus diinformasikan secara lengkap kepala klien.

Perbedaan berbagai jenis perjalanan, seperti perjalanan bisnis, honeymoon (bulan madu), religi hingga adventure tentu harus sudah di luar kepala, agar Anda dapat berbagi informasi detail seputar destinasi tujuan yang harus dikunjungi oleh klien.

Biasanya, mereka yang memang memiliki passion (minat) besar di bidang traveling dan didukung dengan keterampilan yang baik, seperti komunikasi, mampu bekerja secara tim maupun perorangan dan sudah tidak kaget lagi dengan yang namanya bekerja di bawah tekanan, menjadi persyaratan utama untuk dapat mencicipi pekerjaan sebagai seorang travel consultant. Kesuksesan seorang travel consultant dapat dilihat dari kemampuan seseorang berkomunikasi dengan orang lain (klien), ramah dan sabar.

Jika sudah mengantongi ‘nama’, Anda bahkan bisa menjadi travel consultant yang tidak terikat dengan travel agent alias bekerja sendiri, seperti Amalla Vesta, independent travel consultant dari @SwangkyTraveler @LiburanLokal.

2. Tour Agent

photo source: www.rs-sky.com

Pundi-pundi yang sedikit demi sedikit Anda kumpulkan selama mencicipi ranah travel consultant ternyata dapat dikembangkan menjadi bisnis tour agent sendiri. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Anda dapat membuka bisnis tour agent bersama teman-teman, keluarga atau bahkan pasangan yang memang memiliki passion (minat) di bidang jalan-jalan.

Bisnis ini bahkan dapat dilakukan oleh Anda yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa. Tidak perlu menyewa kantor yang terlalu mewah dan mahal, yang terpenting dari sebuah tour agent adalah konsep.

Rancang konsep sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Untuk mengambil hati calon klien, Anda dapat memberlakukan diskon dengan minimum peserta. Berbalut konsep menarik, tujuan (destinasi) nya tentu tidak melulu ke luar negeri. Diawali dari pantai, gunung atau pulau-pulau di Indonesia, lambat laun akan merambah ke luar negeri jika Anda pintar berpromosi.

Contohnya, Anda yang kebetulan gemar menghabiskan waktu libur di pantai dapat mendirikan tour agent khusus bagi pecinta pantai. Anda dan teman, keluarga atau pasangan yang terlibat di dalam tour agent tersebut harus mengatur setiap perjalanan klien yang ingin berlibur di pantai-pantai eksotis.

Konsultasi mengenai pantai mana saja yang harus dikunjungi, berdasarkan pengalaman Anda sendiri atau klien lain menjadi suatu keharusan. Setelah mengetahui tujuan (destinasi) yang sesuai dengan keinginan klien, Anda dapat menentukan besarnya bujet (biaya) yang diperlukan.

Jika travel consultant berkutat pada urusan konsultasi, sebagai pemilik bisnis sebuah travel agent, Anda wajib membuat catatan pemasukan dan pengeluaran, memiliki konsep unik sebagai pembeda antara tour agent yang Anda miliki dengan tour agent lain hingga menetapkan harga setiap paket perjalanan yang Anda tawarkan kepada calon klien.

3. Tour Guide

photo source: indabusiness.com

Bukan sembarang tour guide (pemandu wisata), sebagai seorang tour guide Anda wajib mengetahui betul seluk beluk destinasi (lokasi) yang akan dikunjungi oleh klien. Tugas seorang tour guide tentu bukan sekadar menunjukkan arah atau menemani ke mana perginya klien saja.

Seorang tour guide bertugas memberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai warisan budaya, alam maupun sejarah suatu area. Di samping itu, memberikan perlindungan (keselamatan) kepada klien juga menjadi tanggung jawab seorang tour guide. Itu sebabnya, seorang tour guide wajib memiliki pengetahuan luas mengenai suatu tempat wisata.

Memiliki izin untuk memandu klien (wisatawan) perorangan maupun kelompok menjadi nilai plus bagi seorang tour guide. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjadi seorang tour guide.

Yang pertama persiapan, mempersiapkan diri semaksimal mungkin menjadi syarat utama agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada klien. Kedua, anggap klien sebagai teman atau sahabat Anda sendiri untuk menghilangkan ketegangan. Ketiga, senantiasa terlihat antusias dan semangat dalam menyampaikan informasi, tujuannya untuk menghidupkan suasana.

Sama seperti pekerjaan lain, seorang tour guide tidak luput dari kesalahan. Tentu ada cara tersendiri menanggapi keluhan klien terhadap kesalahan yang Anda lakukan secara tidak sengaja.

Untuk menyikapi keluhan, Anda perlu mendengarkan apa yang disampaikan dengan seksama, sehingga dapat memberikan penjelasan (tanggapan) mengenai keluhan tersebut. Namun, sebelum menanggapi, ada baiknya menganalisa dengan kepala dingin. Selama mencari cara terbaik untuk mengatasi, usahakan tersenyum dan tetap ramah. Terakhir, jangan ragu untuk mencatat berbagai keluhan yang disampaikan oleh klien agar tidak Anda ulangi di kemudian hari.

4. Fotografer

photo source: pixabay.com

Rasanya, passion (minat) yang besar terhadap jalan-jalan dan memotret begitu diidam-idamkan banyak orang saat ini. Terlebih jika kedua minat tersebut dapat menghasilkan uang. Sangat menggiurkan, bukan? Meski terdengar menyenangkan untuk dilakukan, ternyata pekerjaan sebagai travel photographer bukan perkara mudah.

Travel photographer bisa disebut sebagai pekerjaan impian banyak orang, di mana seseorang bisa mendalami kemampuan memotretnya sekaligus menambah koleksi foto traveling. Biasanya, foto-foto traveling berhubungan dengan lingkungan, orang dan rutinitas baru yang dijumpai selama traveling di sebuah kota atau negara.

Untuk mendapatkan hasil foto terbaik memang butuh usaha dan alat yang mumpuni. Biasanya, foto traveling dihasilkan oleh bidikan lensa yang lebih lebar dari lensa biasa agar terlihat lebih ‘berbicara’.

Tak hanya bermodal usaha dan alat yang mumpuni, untuk dapat menghasilkan sebuah foto traveling ‘berbicara’, seseorang butuh rencana (konsep) perjalanan yang matang. Dengan kata lain, Anda sudah memiliki tujuan, lokasi, destinasi pemotretan.

Tujuan, lokasi atau destinasi merupakan hal pertama yang harus diperhitungkan. Jika lokasi pemotretan tidak membutuhkan banyak alat atau dapat diambil dengan kamera digital atau kamera ponsel, maka Anda tidak perlu membawa serta kamera profesional dan perlengkapan lain, seperti flash, tripod, cleaning kit apalagi baterai tambahan.

Berkaitan dengan lokasi pemotretan, ada baiknya untuk tidak hanya fokus pada alam saja. Anda juga bisa menghasilkan banyak foto bagus lewat kuliner, budaya, kesenian dan lain sebagainya.

Meski mengunjungi lokasi yang sama, Anda masih bisa mendapatkan hasil foto yang tidak monoton dengan banyak cara, seperti spot atau angle yang berbeda, waktu yang berbeda pula sehingga hasil foto yang dihasilkan terlihat lebih unik dari sebelumnya.

Setiap kali memotret, jangan lupa membuat catatan singkat mengenai objek foto. Misalnya, saat masuk ke tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, tanya pada penduduk setempat atau pengelola tempat ibadah tersebut mengenai seluk beluk, hal menarik dan lain sebagainya. Untuk memudahkan Anda melakukan hal tersebut, jangan lupa membawa buku catatan (notes) kecil kemanapun kaki Anda melangkah.

Berbicara mengenai alat, travel photographer tidak perlu fanatik terhadap satu jenis atau merek kamera saja. Bahkan, kamera pocket atau kamera digital biasa mampu menghasilkan hasil gambar yang tak kalah menarik dengan DSLR (Digital Single Lens Reflex). Dengan catatan mampu mengoptimalkannya dengan tepat. Semua jenis dan merek kamera memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, semuanya dapat dipelajari jika ada kemauan.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda sebelum akhirnya memutuskan berkecimpung di dunia travel photographer, beberapa fotografer dunia yang wajib Anda ikuti di akun Instagram masing-masing, antara lain Pierre Terdjman, William Patino, Hiroaki Fukuda, Carnets Parisiens hingga Don Hasman yang berasal dari Indonesia.

Jika sudah memiliki banyak koleksi foto, coba manfaatkan media sosial seperti Instagram untuk mempromosikan hasil karya Anda tersebut dengan cara paid promotion. Paid promotion merupakan aktivitas yang dilakukan dengan akun Instagram yang memiliki banyak followers. Semakin banyak followers yang Anda miliki, maka semakin mahal harga promosinya.

5. Travel Writer/Blogger

photo source: pixabay.com

Menulis? Mungkin terdengar sepela, nyatanya tidak demikian. Ingin menjadi travel blogger atau writer yang sukses bukan perkara mudah. Selain kegigihan dan ketekunan dalam dunia menulis yang membuat banyak orang merasa cepat bosan, terdapat beberapa langkah yang memang harus Anda tempuh.

Travel blogger atau writer hanya jalan-jalan dan dibayar? Siapa bilang? Memang terdengar menyenangkan, dapat berkunjung ke tempat indah di berbagai penjuru dunia dan dibayar, namun membangun sebuah travel blog tidak sesederhana yang dibayangkan.

Ingin menjadi travel blogger atau writer tentu harus suka jalan-jalan. Jalan-jalannya tidak harus ke tempat yang jauh atau keren menurut kebanyakan orang. Bahkan cerita tentang kampung halaman bisa terlihat sangat menarik jika Anda dapat mengemasnya dengan maksimal.

Mulai membuat, meningkatkan visitors (pengunjung) dan menjaga sebuah travel blog agar terlihat ‘hidup’ memakan waktu yang cukup lama. Kerja keras, ketekunan dan kreativitas tentu dibutuhkan agar dapat meraup pundi-pundi dari bisnis ini.

Membaca merupakan salah satu cara menuju kesuksesan saat Anda memutuskan untuk berkecimpung di dunia tulis menulis. Dengan banyak membaca berarti Anda banyak belajar. Tidak harus buku tentang traveling saja, Anda juga dapat membaca buku sejarah hingga biografi. Setiap kali mendapatkan pengetahuan baru dari buku yang Anda baca, catat.

Aplikasikan yang cocok dengan gaya tulis menulis Anda. Kemauan untuk menulis itu sudah menjadi syarat wajib. Misalnya, setiap pulang traveling tidak ada salahnya langsung berbagi cerita di blog, jauh lebih baik daripada hanya pamer di media sosial atau memenuhi galeri gawai saja.

Terus berinovasi, buat sesuatu yang beda. Misalnya, kebanyakan travel blogger atau writer menggunakan bahasa yang formal, mengapa tidak Anda menggunakan bahasa informal namun tetap dapat berterima dengan pembaca? Atau dari segi desain, jika kebanyakan travel blog dibuat sederhana, mengapa tidak mencoba membuatnya terlihat lebih menarik dengan beragam warna?

Jika Anda tidak pandai dalam mendesain, cari teman yang bisa melakukannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk investasi. Jika Anda pandai dalam membidik objek namun tidak pandai dalam merangkai kata-kata, cari teman yang dapat melakukannya. Bayar dengan harga yang disepakati untuk mempermudah pekerjaan Anda. Selain mempermudah pekerjaan, hal tersebut membuat pengunjung (visitors) Anda merasa bahwa blog benar-benar dikelola (maintain) dengan sungguh-sungguh.

Agar blog yang Anda miliki tidak tenggelam di kotak pencarian Google, fokus pada tema yang ingin Anda angkat, misal kota yang saat ini Anda diami. Apa saja kearifan lokal yang dapat dinikmati atau kuliner khas apa yang harus dicicipi oleh setiap pelancong yang datang ke kota Anda. Hal tersebut secara tidak langsung membuat Anda terlihat seperti ‘ahli’ pada tema yang Anda fokuskan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan saat memutuskan untuk membuat travel blog adalah tidak terfokus pada diri sendiri. Terutama untuk bisnis travel blog, tulis yang ingin Anda tuliskan namun bukan hanya tentang diri Anda saja. Gunakan bahasa yang dapat membuat pembaca berimajinasi terhadap apa yang Anda rasakan lewat tulisan tersebut.

Sama seperti travel blog yang sudah tidak perlu diragukan lagi kepopulerannya, blog yang Anda buat tidak dapat langsung ada di halaman pertama Google ketika dicari. Bukan berarti tidak boleh berharap, namun tetap berusaha dan kerja lebih keras agar blog yang Anda buat bisa menjadi salah satu blog yang muncul di kotak pencarian Google.

Terakhir, tentu harus rajin mempromosikan blog yang Anda miliki. Cara termudah untuk berpromosi adalah membagikan link (tautan) ke berbagai media sosial yang Anda miliki. Bisa juga dengan menulis komentar di travel blog milik orang lain.